Curhat Galau di Sosial Media


Saya tidak mengenal pasangan (entah muda-mudi, entah pasutri) yang tidak pernah bertengkar. Semuanya mengaku pernah bertengkar.


Tapi rupanya hanya sedikit yang bertengkar dan tidak ketauan di sosial media.


Coba bayangkan saja, bila teman saya memajang gambar "Suami yang baik tidak melukai hati istrinya," saya bisa langsung tau kalo teman saya lagi marahan sama suaminya.


Yang saya sesalkan, kemudian status ini dibaca oleh keluarga. Kalo sudah masuk ranah keluarga besar, nah tau pasti buntut-buntutnya gimana.


Masih mending yang ini.


Ada juga kawan saya yang ngomong "Cerai" bulan Januari, eh Februarinya Honeymoon kedua. Ngomong cerai lagi bulan Maret, eh Aprilnya liburan ke Bali.
Lalu kenapa hal-hal macam begini harus dipajang di muka umum?!


Kakek-Nenek kita jaman dulu juga bertengkar, mungkin tiap hari. Tapi mereka tidak datang bikin pengumuman di kantor desa biar sekampung tau semua.


Tidak perlulah orang lain tau kejelekan pasangan kita dari mulut kita. Mereka bisa paham sendiri dengan mengamati.
Saya setulus hati mendoakan teman-teman saya, pria atau wanita, yang sedang dirudung masalah rumah tangga.


Pasti berat.
Pasti susah.


Saya cuma bisa mendoakan.
Saya tahu, ada beberapa teman saya di sana yang saat ini begitu kuat menghadapi masalah hidup.


Saya sangat menghargai kesantunan mereka ini.


Ketika saya tanya pada salah satunya, apa ia tidak ingin ikut bergalau ria, jawabannya manis sekali,
"Setelah berpisah pun, saya masih ingin dihargai orang. Dan kesantunan itulah jaminan saya agar tetap dihargai orang."

Posting Lama

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya