Anak Ujian, Orang Tua Ikut Belajar.

Begitulah kira-kira fenomena tiap ujian sekolah terjadi. Para orang tua selalu sibuk tiap anak-anak mereka menempuh ujian sekolah, kalau ujian akhir sih wajar ya, tapi ujian semester, bahkan ulangan harian... Cape deh...pikir saya. Agak berbeda dengan lingkungan kebanyakan, saya merasa para wali murid di dalam lebih concern dengan pendidikan anak-anak mereka. Bahkan mereka seperti ga mau ketinggalan segala macam informasi yang diperoleh anaknya dari sekolah. Kaya tukang gosip di TV aja. Misal saja, si anak dapat tugas rumah buku sains halaman sekian nomor sekian sampai sekian, orang tua pasti juga tahu, bahkan kadang obrolan tentang PR si anak terbawa waktu kumpul-kumpul di arisan. Ini emaknya apa anaknya yang sekolah...? Sebegitu perhatiannya para orang tua di sini sama anaknya. Saya belum begitu ngikuti obrolan mereka, karena Zaki masih 3 tahun, entah besok kalo sudah sekolah juga....

Tidak heran kalau anak didik yayasan milik APRIL ini banyak yang berprestasi, tidak cuma di tingkat nasional, tapi juga internasional. Banyak anak-anak yang menjuarai berbagai Olimpiade Sains di Indonesia.
Kesimpulan saya adalah peran aktif dari orang tua dan support penuh orang tua kepada anak, tak lepas juga dari SDM sekolah yang luar biasa.

Ada tiga sekolah di komplek Town Site 1; Sekolah IT At Taqwa, Sekolah Global Andalan dan Sekolah Mutiara Harapan. Kemudian satu sekolah lagi di Town Site 2, Sekolah Taruna Andalan. Para orang tua bebas memilih mau menyekolahkan anaknya di mana, yang jelas semuanya memiliki kelebihan. Bagi para ekspatriat, lebih memilih Sekolah Mutiara bagi putra-putri mereka, sekolah berbasis internasional yang letaknya tepat di samping kanan Hotel Unigraha. Cukup strategis. Selain tenaga pengajarnya didatangkan dari luar negri, juga dalam keseharian mereka ngomongnya cara bule... Banyak juga karyawan lokal yang menyekolahkan anaknya di sana.

Pssst ada yang menarik nih, saya iseng-aseng nimbang tas sekolah yang dibawa anak tetangga sebelah rumah. Habisnya, sejak pertama tinggal di sini, saya selalu heran, kenapa anak-anak ni kayanya manja banget. Pergi sekolah yang jaraknya sejengkal aja ( ya...paling jauh 1 km lah, tapi rata-rata cuma beberapa ratus meter) musti diantar, kalau ga pake motor, ya pake mobil, bikin semrawut jalan aja. Wow! terkejut bukan main saya, Sabina yang baru kelas 4 SD, berat tas sekolahnya 6 kg. Berat banget. Apa aja isinya? Bisa bungkuk punggung kalo tiap hari nggendong beban sebegitu berat. Rupanya, tiap mata pelajaran terdiri dari 4 buah buku, kemudian bontot (bekal) makan, minum, kalau ada baju ganti, misal olah raga, seni, dan seabreg kegiatan lain. Pantes, anak-anak tu pada ga mau disuruh jalan ato nyepeda ke sekolah, walau ada juga yang mau, tapi jumlahnya relatif sedikit.

Posting Lebih Baru Posting Lama

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya