Jadwal Sholat dan Istirahat Siang Ayah

Sudah dua bulan ini ayah menjadi karyawan yang 'mengejar' disiplin kerja. Diawali dari suggest salah seorang staf pabrik mengenai kedisiplinan check clock karyawan, baik waktu masuk, istirahat, maupun pulang kerja. Masuk kerja musti jam 07.00 teng, selesai istirahat siang jam 13.00 teng, dan pulang...kalau pulang si ayah lebih sering over time-nya, karena pekerjaan DCS Automation yang ga habis-habis sedang jumlah kru terbatas. Beda dengan staf administrasi dan accounting yang jadwal masuk kerja jam 08.00.

Setiap hari ayah kerja naik bus karyawan, berhubung rumah kami di kawasan mill, jadi lebih efektif naik transport pabrik dari pada pakai kendaraan sendiri. Tinggal nunggu di halte depan rumah, sampe pabrik deh. Konsekwensinya ya nggak boleh telat, semenit pun. Tiap pagi bus berhenti di halte jam 06.30, kalaupun ada perubahan ya paling cuma bergeser 2 menit sebelum atau 2 menit sesudah. Kebetulan halte depan rumah kami adalah pemberhentian pertama. Masih ada 3-4 halte lagi sebelum sampai pabrik.
Hamdalah ayah selalu bisa naik bus pagi, yang artinya ayah nggak telat. Padahal kalau dihitung, dalam 24 jam bus lewat depan rumah sebanyak 13 kali. Tiap lewat sekitar 5-6 bus besar, belum termasuk bus-bus kecil dan taxi pabrik. Tapi tiap jam dan tiap bus punya schedule dan tujuan masing-masing di mill. Kalaupun ayah telat, biasanya saya antar sampai pos terdekat dengan pabrik kemudian ayah masuk mill pakai taxi.

Nah, ketidak nyamanan pun mulai. Seperti biasa, ayah istirahat siang di rumah. Karena ayah bukan shifter, jam istirahat yang cukup panjang yaitu 2 jam, ayah bisa pulang. Beda dengan karyawan shifter yang harus 8 jam di pabrik. Ayah pulang dari mill jam 11.00 siang, sampai rumah jam 11.30. Makan siang, leyeh-leyeh sebentar sambil nunggu adzan dzuhur, ke masjid, pulang dan berangkat lagi.
Tapi ooops, ayah nggak bisa naik bus lagi, karena bus sudah lewat.
Adzan dzuhur untuk wilayah Pangkalan Kerinci jam 12.22 WIB, mulai sholat jam 12.32. Hitung aja sholat usai jam 12.42, kemudian pulang ke rumah 5 menit, ganti baju seragam 1 menit. Paling cepat jam 12.50 ayah dan para karyawan muslim lainnya baru selesai kan. Sedang bus berhenti di halte depan rumah jam 12.30.
Polemik...

Kalau dulu, bisa saja ayah naik bus staf yang lewat jam 13.00 atau bus staf administrasi yang lewat jam 13.20. Tapi sekarang aturannya masuk istirahat harus jam 13.00 teng sampe pabrik... jadi tiap siang ayah harus buru-buru naik motor ke pos terdekat dengan mill sebelum jam 13.00, kemudian masuk mill pakai taxi atau bus terakhir yang masuk.
Beberapa orang lebih memilih sholat dzuhur di mill.
Bersyukur bos ayah memahami situasi yang ada, dan memang ikut merasakan hal serupa, jadi bukan masalah besar lagi. Insha Alloh kesabaran dan perjuangan ayah diridhoi Alloh...aamiin.

Sepertinya kebijakan ini agak merepotkan, mbok sudah, kembalikan saja seperti yang dulu. Toh kita kerja juga tetap 8 jam sehari, dan tidak korupsi waktu, karena kekurangan jam kerja biasanya diganti hari Sabtu.Tapi ya sudah lah...kadang orang yang tidak mengalami, bisa seenaknya saja mengatur dan mengambil keputusan.

Posting Lebih Baru Posting Lama

2 Responses to “Jadwal Sholat dan Istirahat Siang Ayah”

  1. jadwal yang ketat kadang dibuat hanya sekedar mendiplinkan, tanpa melihat kondisi riil yang dialami oleh pegawai/karyawan. sama Mbak, di sini pun demikian (Insya Allah kapan2 cerita nanti). jadi ketidaknyamanan secara terpaksa menjadi ekses misi pembentukan budaya disiplin.

    BalasHapus
  2. suwun Pak Zach, sudah berkunjung. Iya betul sekali, kadang kebijakan yang diambil perusahaan malah tidak bijak.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya