Accident Lagi...(Sedihnya Hatiku)

Bismillah...teriring do'a untuk kawan ayah...

Belum genap 2 bulan setelah jatuhnya Pak Sarita dari tangki digester, siang tadi jam 11.30-an klinik sibuk luar biasa, ambulans meraung-raung dan banyak sekali mobil parkir hingga melebar sampai ke tepi jalan. Rumah kami yang berjarak sekitar 75m saja dari klinik, yang mendengar dan melihat langsung hiruk pikuk tiap terjadi accident, membuat hati serasa diiris-iris dan pedih.

Kebetulan pagi tadi ayah nggak masuk kerja, capek luar biasa karena semalam pulang balik pabrik hingga 4 kali karena ada panggilan, ada beberapa mesin yang butuh ditengok logic-nya sama ayah. Rencananya ayah masuk setengah hari sore. Seminggu ini jadwal ayah on call 24 jam x 7 hari, kerja kalau ada panggilan malam, tapi siang juga harus masuk minimal setengah hari. Rekor terbanyak ayah keluar masuk pabrik 6 kali sehari. Baru sampe rumah ambil air minum dan duduk sebentar, udah ditelpon lagi, 5 menit kemudian taxi sudah ber taaan tiiin ria di depan rumah..., so mau nggak mau...hayuuuuk eksekusi mesinnya...*serem banget nih istilah ayah...*

Tadi pas lagi nemenin ayah main petak umpet sama Zaki di kamar, tiba-tiba terdengar ambulans meraung-raung, saya pikir...ah simulasi doang, awal bulan kaya gini biasanya ada simulasi dari Safety Departemen. Dengar tetangga pada ribut, saya keluar. Rupanya sudah tersebar kabar, bahwa ada korban di woodyard, tangan korban masuk chipper (alat pencacah kayu) dan putus sebahu, tangannya masih tertinggal di mesin, orang seragam biru...deg saya langsung inget temen-temen ayah, yang kebanyakan memang sering main ke rumah. Seragam biru? Ada apa dengan seragam biru? Ayah termasuk dalam segelintir orang dengan seragam biru, yang jumlahnya mungkin hanya seperempat dari jumlah karyawan. Karyawan seragam biru masuk dalam divisi elektronik, baik itu Digital Control System Automation, Elektrik, Instrumen maupun Mekanik. Ayah di DCS Automation, yang bekerja hanya dengan 13 orang lainnya dalam 4000 karyawan.

Dengar kabar kaya gitu, saya langsung gemetar. Saya langsung ke kamar, menyampaikan apa yang saya dengar dari tetangga. Dengar kaya gitu, ayah langsung ambil HP dan menelpon salah satu temennya, Om Boby, sengaja saya memanggil semua teman ayah yang masih lajang dengan sebutan Oom, biar Zaki terbiasa. Bla bla bla...entah apa yang dibicarakan ayah dengan si Oom, yang jelas rona muka ayah berubah.

Ayah tutup telponnya, tangan Dominic masuk chipper, kata ayah. Dominic adalah salah satu kawan ayah, walau nggak kenal banget dan cuma sering lihat aja, beliau satu angkatan GT (Graduate Trainee) dengan Om Boby, 2 tahun lalu. Kerja di bagian mekanik.

Saat ini korban sudah di rawat di Rumah Sakit Awal Bross...
Bismillah mudah-mudahan dilimpahkan kekuatan dan kesembuhan...aamiin.

Sering saya tengok baligho di tempel di mana-mana, area perumahan, pos penjagaan maupun jalan menuju pabrik
Do Safely Or Do Not

APRIL Menuju Zero Accident tahun 2014, Indonesia tahun 2015

dan masih banyak baligho-baligho lain yang dipajang, disertai gambar yang tujuannya memotifasi karyawan untuk kerja dengan aman.


Logo Safety First ditempel di mana-mana, di kemeja, di helm, di tool...ah entah di mana lagi...
Pengen nagis rasanya. Kejadian yang sungguh ironi.

Kejadian-kejadian miris seperti ini yang membuat saya enggan memakai kertas dalam keseharian. Bagi saya, di balik kertas putih bersih tertulis berbagai catatan kelam dan berdarah...

Kawan, please...use paper wisely...


Posting Lebih Baru Posting Lama

8 Responses to “Accident Lagi...(Sedihnya Hatiku)”

  1. k3 itu susah susah gampang sih
    disini pun sama
    orang kalo sudah merasa terbiasa suka nyepelein
    begitu ada yang masuk crusher baru ribut pake apd lagi
    tapi ya bakalan tahan lama
    pakenya kalo hse patrol lewat doang

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Pak, asas kebiasaan kadang menjadi pegangan. Jam 3 sore tadi korban dibawa ke Singapur karena rumah sakit Pekanbaru tdk bisa mampu. Kemudian jam 4 terjadi accident lagi, pisau chipper lepas dan terbang, padahal kecepatannya 600 rpm...ya Alloh

      Hapus
    2. 600 rpm? setara sama apa tu Mbak.. ngeri banget.

      Hapus
    3. katanya seperti baling2 heli gitu, saya juga kurang tau Pak...

      Hapus
    4. pisau chiper ga ada sensornya ya
      kalo di crusher itu ada. ada lengan masuk saja pasti mesinnya otomatis berhenti. lha ini manusia masuk kok terus jalan berarti bukan cuma korban yang lalai. operatornya pasti maksa jalanin lagi tuh crusher tanpa memeriksa isinya batu bara apa ada benda asing.

      menungso kok digiling
      sampe wegah le mbayangke...

      Hapus
    5. ada sensornya Pak, biasanya ayah Zaki yang ngecek logic-nya apabila ada troubleshooting. entah lah Pak, beritanya simpang siur gitu, tim infestigasi masih bekerja kayaknya...

      berita terakhir, rupanya tangannya tidak bisa dipertahankan...


      semoga dilimpahkan kekuatan...

      Hapus
  2. ya Allaah
    Mbak, saya juga ngeri kebayang peristiwa seperti itu.
    semoga selamat dan sembuh seperti sedia kala, aamiin.
    dan semoga keselamatan selalu menaungi kita semua.

    BalasHapus
  3. aamiin. terima kasih doanya Pak. Sekarang tangan korban sudah tersambung kembali. Ada cerita yang tak mampu saya bendung, kemarin ketika korban dibawa ke klinik, tangan masih nyangkut di mesin, diantara sekian banyak orang elektrik yang badannya kekar2 itu tak satupun yang berani ngambil, akhirnya seorang petugas lubrikasi yang berani mengambil.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya