Gossip Pesawat Dikomersialkan

Zaki heboh tiap dengar suara helikopter milik pabrik berpatroli keliling-keliling di atas perumahan dan area pabrik. Heboh bukan pengen naik, tapi pengen dibelikan pesawat yang bisa terbang.
"Itu bunda, itu tu... yang kaya gitu, yang kelen itu...!"
Duh anak ini, seenaknya saja kalau minta. Tiap lihat sesuatu yang menarik di mata dia, langsung main tembak, kaya beli barang pakai daun saja. 
"Anakku, pesawat kaya gitu bukan untuk dijual nak, pesawat itu digunakan untuk bantuin kita, mengantarkan orang-orang yang pengen pergi jauh". Itu kalimat yang biasa saya gunakan untuk meredam kehebohan dan keinginan Zaki. Walau kadang meleset dan dia malah semakin menjadi.

Lama-lama ayah risih juga tiap Zaki heboh minta pesawat yang bisa terbang. Untuk membelikan...ah mahalnya. Pesawat aeromodelling bukan mainan anak usia 3 tahun, lebih cocok untuk sang ayah.
Akhirnya ayah memutuskan untuk merakit dan membuat sendiri pesawat untuk Zaki. Bahan-bahan bisa didapat dari gudang elektrik di pabrik, tentu barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi seperti kabel-kabel dan sterofoam. Bakat ayah di bidang robotic memang patut diuji oleh Zaki. Sudah 5 tahun setelah ayah lulus Elektronika Instrumentasi UGM, ayah nggak pernah merakit robot atau pesawat lagi.
Motor, remote dan alat-alat lain ayah pesan dari Surabaya.

Beberapa hari sibuk potong-potong bahan, tempel-tempel, akhirnya jadilah pesawat aeromodelling keren seperti keinginan Zaki. Zaki tampak sangat puas melebihi ayahnya. Ya iyalah, dia yang melihat, nungguin ayahnya, sambil kadang-kadang "membantu" bikin. Walau akhirnya juga nggak sempat dimainkan karena sudah hancur duluan diotak-atik Zaki waktu ayah lagi kerja. Tapi itu kisah tahun lalu.

Yang ada sekarang adalah gossip pesawat perusahaan mau dikomersialkan bagi karyawan.
"Aduh yang bener nih..., enak dong." sahut saya kala ayah bercerita pada suatu malam. Belum tau tentang kebenaran gossip itu, entah siapa yang menyebarkan, mungkin cuma modus saja supaya pesawat APRILAsia itu benar-benar dikomersialkan. Bukan yang heli, tapi pesawat yang biasa membawa pak bos besar Mr. Sukanto Tanoto dari Singapura yang langsung mendarat di Bandara Sutan Syarif Haroon II yang terletak di area pabrik sana.




Terbayang juga kenyamanan terbang dari pabrik langsung ke Soetta. Tanpa perlu melakukan perjalanan darat ke Pekanbaru yang bikin mabuk ayah, dan kadang bunda juga ketularan mual dan pusing.

Tapi...jangan ngarep.
Seperti cerita tahun lalu waktu ayah training di ABB Singapore. Saat pulang ayah ketinggalan pesawat. Ayah sampai di Changi Airport 30 menit sebelum boarding, jelas ditolak lah sama petugas check in-nya, sudah tutup. Ayah telat karena terkendala birokrasi di kantor imigrasi dan pemeriksaan barang yang lama.

Akhirnya setelah telpon sana sini dengan bos ayah dan orang-orang pabrik, diputuskan kalau ayah akan dijemput pakai pesawat pabrik. Ternyata bukan di bandara Changi, tapi di bandara khusus (ayah lupa nama bandaranya, yang jelas hanya melayani penerbangan bagi pesawat-pesawat bisnisman). Belum sempat ayah beranjak, sudah ditelpon lagi, rupanya pesawatnya sedang nggak ada schedule karena hari Minggu.
Ya sudahlah, akhirnya ayah naik speed boat ke Batam, karena mau stay di Singapura, sudah tidak ada ijin lagi, cuma 7 hari. Terkatung-katung di Batam 2 malam, ayah pulang naik Wings.
Gurat-gurat lelah dan penat tampak jelas di wajah ayah, jadwal training yang padat dan memeras otak sempat membuat kesehatan ayah agak drop. Tapi ternyata ayah tak meluoakan bunda dan Zaki sedikitpun, dalam ransel ayah ada sebungkus kecil coklat isi almon untuk kami. We love U, ayah.

Posting Lebih Baru Posting Lama

14 Responses to “Gossip Pesawat Dikomersialkan”

  1. pasti ayah zaki punya janggut panjang nih..
    imigrasi singapore agak rese dengan penampilan loh.. hehe..

    BalasHapus
  2. ndak juga sih Pak, tapi ada satu kawan ayah yang berjanggut panjang, tapi semua jadi ikut2an dibongkar barangnya...
    konotasi tentang janggut panjang kok jadi negatif gitu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu pencitraan yang sengaja dibuat kaum yang nggak suka terhadap kaum mukminin. hanya karena nama atau penampilan. itu nyata loh Mbak. memilukan kan?

      Hapus
    2. Padahal sebenarnya mereka cuma tidak pengen belangnya kelihatan, walaupun sebenarnya sudah menjadi rahasia umum...

      Hapus
    3. bener, emang begitu kenyataannya. ngeri kan

      Hapus
  3. saya kebayang kerja di tempat suaminya Mbak Khusna. kayaknya menantang banget ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. menantang abiss Pak, di bisnis unit ayah, dari 6000 karyawan, cuma 14 orang DCS Auto nya...tapeeeek deeh

      Hapus
  4. ah elah...
    selama ini ga pernah tau dimana blognya
    lagi nyari sesuatu di google malah nyangsang dimari...

    tapi suer pabriknya keren punya bandara sendiri
    kalo disini yang ada pelabuhan doang
    masa pulang ke jogja naik tongkang..?


    NB
    nambah
    jeleh nganggo verifikasi kata barang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi kalo mau yogya naik tongkang juga nggak papa Kang. saya titip doa aja deh.

      Hapus
    2. maunya sih naik haji, lik...
      apalagi kalo haji eh hajjah jupe...

      Hapus
    3. hi..hi...sama kang..sayah juga baru nemu

      Hapus
  5. aduh makacih makacih...blog saya yang masih bayi ini rame...
    Pak Raw : keren, makasih.. tapi Pak Raw kalau pakai kertas yang bijak ya...terutama merek Paper One...besok kapan2 saya cerita...

    BalasHapus
    Balasan
    1. matursuwun capcaynya dah ilang...

      Hapus
  6. di sini ada juga pelabuhannya, Pelabuhan Futong, buat ngekspor kertas sama ngambil kayu dari Kalimantan sono...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya