Jalan-Jalan Sore

Alhamdulillah, Sabtu ini ayah off setengah hari (...???, off kok setengah hari). Seperti biasa, weekend komplek selalu sepi, nyenyet. Penghuninya pada liburan ke kota. Hanya beberapa warga saja yang tinggal, yang kerja, atau yang nggak punya kendaraan seperti kami. Memelas? Enggak. Justru kami lebih seneng tinggal di rumah. Banyak hal yang bisa kami lakukan bersama, sekedar nyuci motor bareng, jalan-jalan, jogging di sport center, atau membersihkan pekarangan, yang sebenarnya nggak perlu dibersihkan karena tiap bulan tukang kebun akan datang menyapu dan memotong rumput, makanya berkebun jadi kegiatan yang langka bagi warga komplek.

Pernah suatu kali kami nyoba main ke Pekanbaru. Naik kendaraan koperasi, berangkat pagi jam 8, sampai kota sekitar jam 10. Bersyukur pool mobil koperasi terletak di dekat Gramedia Pekanbaru, kami ke Gramedia, hamdalah, lumayan mengobati haus kami melihat-lihat dan membeli buku...tapi jangan membayangkan Gramedia pada umumnya, letaknya memang di pinggir jalan besar tapi agak tersembunyi karena bangunannya mungil...suasana di dalam juga sepi, nggak begitu banyak pengunjung datang.

Setelah puas di Gramedia, kami ke Mall SKA naik taxi, lumayan mahal juga naik taxi di Pekanbaru, minimal bayar Rp 20.000, walau argo cuma menunjuk angka Rp 8000, nggak kaya di Jogja yang Rp 15.000. Dari Gramedia sampe Mall SKA kami bayar Rp 30.000.

Mall...keadaanya ya gitu aja, banyak barang terutama yang berhubungan dengan fashion, banyak orang, gaduh dan berisik. Rencana cuma mau beli beberapa potong baju untuk Zaki dan sandal untuk saya. Tapi karena kecapean, dari masuk mall sampai keluar lagi, Zaki tidur di gendongan saya...kasihan, dia capek sekali sepertinya. Sudah... gitu aja... kami balik lagi ke pool sambil nunggu kendaraan tolak ke Pangkalan Kerinci lagi, sampai rumah jam 7 malam, bukan membawa kepuasan, tapi badan serasa habis dipukuli, sakit-sakit dan letih. Kapok, setelah itu kami nggak pernah lagi main ke Pekanbaru kecuali ada kebutuhan yang mendesak sekali misal ke dokter atau yang lainnya.

Balik ke acara kemarin sore...

Melihat bapak-bapak India main kriket, asyik juga, ide ayah. Kriket, permainan sejenis kasti kalau di kita. Para ekspatriat India sering memainkan olahraga kebanggaan negara India ini tiap hari Sabtu di lapangan parkir bus di komplek tempat tinggal kami. Berbeda dengan para ekspatriat Eropa atau Canada yang lebih suka main golf, bersepeda atau jogging.

Kami jalan kaki ke lapangan, Zaki bawa sepeda besarnya. Jam 5 kami berangkat, berharap permainan baru dimulai, nggak kaya Sabtu sebelumnya, waktu kami sampai di lapangan, beberapa menit kemudian para pemainnya kukut, selesai.
Sampai lapangan...sepi...cuma beberapa anak main bola saja. Nggak ada bapak-bapak India-nya. Kami tunggu sekian menit, nggak ada yang datang juga...sinyal-sinyal nggak ada kriket sore itu.

Zaki sama ayah, tuu...tengok, lapangan sepi


Kami lanjutkan jalan, sambil jagain Zaki bila tiba-tiba sepedanya nyelonong ke tengah jalan.
Ke mana lagi?
Ikutin Zaki ajalah. Zaki dengan semangat batre habis dicharge ulang, mengayuh sepedanya kuat-kuat. Di jalan agak menurun, dia agak takut, menghindar, dan membelokkan sepedanya ke arah kanan, ke arah Sekolah Global Andalan.

Nih...sampe di halaman sekolah


Mmmm...ide bagus, "kita main aja ke sekolah kakak ya Zaki..." kata ayah. Kakak maksudnya teman-teman Zaki di rumah, yang kebanyakan usianya lebih besar dari dia.
Sengaja kami ajak masuk ke kawasan TK-nya yang halamnanya penuh mainan.
Sejak nggak sekolah di Play Group lagi karena alergi AC dan sinusitis-nya bikin dia kesulitan bernafas, Zaki nggak pernah main perosotan lagi.
Senangnya lihat Zaki ceria, main dengan bebas, berlari kesana kemari di ruang terbuka...sungguh nikmat luar biasa. Terima kasih banyak ya Alloh...



Kami pulang sekitar jam 6, masih terang, matahari masih bersinar, pulang dengan membawa hati yang damai.
Bener kan...liburan di sekitar rumah lebih menyenangkan...

Posting Lebih Baru Posting Lama

21 Responses to “Jalan-Jalan Sore”

  1. tentu lebih menyenangkan, selain irit, jagoan kesayanganpun jadi ngga kecapean dijalan, bisa langsung menikmati suasana.
    saya pernah 1 tahun tinggal di pantairaja, ditengah belantara sawit...hiburannya ya ke pekanbaru itu, (ngga nanya banget...hehehe)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih banyak sudah berkunjung Pak Ci...

      Hapus
    2. apalagi saya, nggak nanya sama sekali. huhh

      Hapus
  2. betul Pak Ci, pont banget...nggak bikin kantong jebol.
    Sebenarnya kota Pekanbaru adalah kota yang apik dan nyaman dikunjungi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener juga panggilannya Pak Ci'
      gimana kalo Kakek Ci'?

      Hapus
    2. oke, lain kali kita panggil Kakek Ci...

      Hapus
    3. persekongkolan tersembunyi nih...biar tak laporin adik seperguruanku nih...jeng Indah P

      Hapus
  3. oalah..."Nyenyet" asli jowo, tapi kok pakanbaru? kalimantankah ?
    ohhh...kok bisa sampai kesana toh ...?

    Ok..ke pokok permasalahan.
    Disamping boros duit, pasti akan capek ketika sampai di rumah lagi. berkebun dan memanjakan anak hal yg sangat bermanfaat. agar keharmonisan selalu ada diantara ayah,ibu dan buah hati.
    paham ndak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. paham bu guru.

      kadang kegiatan biasa2 saja bisa menjadi luar biasa kalau dilakukan sekeluarga...tambah gayeng...

      Hapus
    2. mohon mbak ind, ulas kembali ya...buat Pak Zach.

      Hapus
    3. ah...udah capek. pak dhe emang gitu. klw ada guru nerangin beliaunya asik mainin upil

      Hapus
    4. jeng Indah P disini sepertinya sedang kehabisan stok obat, jadinya galak deh tuh

      Hapus
  4. Balasan
    1. iya Pak, saya, ayah, sama Zaki

      Hapus
    2. nanti kalau Pak Zach atau mbak Ind maen ke tempat saya, fotonya saya pajang juga...

      ind = indonesia...???

      Hapus
  5. Zaki punya sinusitis ya Mbak?
    sama kayak saya tuh. emang nyiksa banget, saya merasakannya sejak kecil. tapi begitu saya kenal olahraga, saya mulai bisa mengeliminasi rasa tersiksa itu. moga2 cepet sembuh ya Zakii

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Pak, taunya waktu dia sering mampet hidungnya, trus kalau malam suka tersedak tiba2...kami bawa ke dokter, eeeehhhh ada sinus...sekarang bisanya cuma menghindari faktor pemicu...

      Hapus
    2. cepet bisa segera disembuhkan y

      Hapus
    3. mudah-mudahan Pak Ci...aamiin

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya