Mr. Surajit Neog


Nah, ni beliaunya, Pak Surajit Neog dan istri

Dari namanya sudah terasa sekali nuansa kental India. Iya, beliau memang orang India yang dulu pernah menjabat sebagai Deputy Manager di tempat ayah Zaki bekerja di Jambi, tepatnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Sebuah kecamatan yang boleh dibilang sedikit maju dibandingkan kecamatan lain di provinsi Jambi. Sektor industri Pulp and Paper cukup memberikan sumbangsih untuk kemajuan daerah ini. Walau kalau boleh saya bilang, daerahnya masih sangat pelosok, jalannya masih berupa jalan batu (waktu itu tahun 2008) sekitar 1,5 jam sebelum sampai jantung pabrik Pulp and Paper milik Eka Tjipta Wijaya ini. Kanan kiri jalan masih berupa hutan lebat, sesekali diselingi perkebunan sawit atau perkebunan karet, dengan kontur yang berkelok-kelok dan berbukit.

Ada apa dengan Pak Surajit Neog?

Maret 2010, ayah resign dari pabrik di Jambi, dan bergabung dengan APRIL di tempat kami sekarang. Beberapa saat berselang, rupanya Mr. Neog juga resign dan kembali ke negara asalnya, India. Bagi ayah, beliau adalah pemimpin cerdas, berdedikasi tinggi, dan sangat bisa diandalkan. Beliau juga luar biasa baik, bahkan ke bawahan, yang benar-benar juniornya junior alias super junior seperti ayah Zaki. Tak canggung-canggung beliau membantu menyelesaikan masalah kerjaan, walau sebenarnya sudah bukan porsi beliau lagi untuk turun langsung ke lapangan.

Satu lagi yang membuat saya terkagum-kagum, waktu pernikahan kami di bulan Oktober 2008, beliau mengucapkan selamat kepada kami, bahkan waktu kami pindahan dari Jogja ke mill site di Jambi pun, beliau juga sempat ngaruhke, ngabarke keadaan kami yang waktu itu belum dapat tempat tinggal, bahkan ketika saya hamil dan melahirkan pun. Alangkah perhatiannya bos ini...

Lama tak pernah lagi ada kabar berita tentang Mr. Neog.

Dua tahun berlalu. Tepat di saat Idul Fitri tahun 2012, tiba-tiba ada e-mail dari Mr. Neog yang masuk ke alamat yahoo ayah.

"Hi Berkah, how are you? How about your son? Happy Ied for you and your family..."

Ayah memang hampir tiap 3 atau 4 hari sekali selalu cek and ricek email, biasanya berhubungan dengan kerjaan atau sekedar baca berita...

Terkejut sekaligus bahagia...nggak pernah nyangka sama sekali bahwa beliau akan mengirim "Kartu Lebaran" itu...

Lama lagi...setelah itu tidak pernah terjadi komunikasi kembali dengan Pak Neog.
Beberapa waktu lalu, ayah buka-buka jejaring sosialnya, LinkedIn. Eladalah, lha kok sudah tersambung lagi dengan Mr. Neog. Sekedar say hello dan tanya kabar.

Dua hari lalu, malahan mereka berdua terlibat diskusi yang agak asyik tentang pekerjaan masing-masing, malahan katanya beliau mau balik ke Indonesia. Rupanya tanah Indonesia adalah bumi yang nyaman untuk berkarir bagi warga keturunan India. Culture masyarakat India yang berkasta-kasta rupanya sangat menyulitkan bagi rakyat berkasta rendah, baik dalam bidang pendidikan maupun karier. Walau sepintar apapun, apabila dia datang dari kasta bawah, tetap akan sulit melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang tinggi, walau kenyataannya ada juga yang berhasil menempuh pendidikan tinggi. Dan apabila sudah berpendidikan tinggi, dia memasuki dunia kerja, karirnya pun nggak bakalan naik dengan mudah, bahkan akan berhenti disitu-situ saja, yang jelas tidak akan melebihi orang yang berkasta lebih tinggi. Makanya banyak orang India terpelajar yang memilih berkarir di negeri orang, salah satunya adalah Indonesia kita tercinta ini.

Itulah sedikit kisah tentang seorang Surajit Neog, semoga bisa menjadi gambaran buat kita semua, bahwa kita sudah dilimpahkan nikmat kemudahan dari sebuah Indonesia, yang tidak ada kasta yang sangat mengikat seperti di India...jadi jangan sia-siakan kesempatan dan kemudahan ini...walau banyak yang masih beranggapan Indonesia kurang sempurna...

Posting Lebih Baru Posting Lama

31 Responses to “Mr. Surajit Neog”

  1. bismillah...

    selamat pagi semua sahabat...
    pagi nanti insha Alloh jam 04.30 saya berangkat ke Pekanbaru, trus jam 7.55 boarding ke Jogja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hai Mbak Khusna...
      udah di Yogya nih??
      kemana aja hari ini?

      Hapus
    2. Hai juga Pak Zach.....hamdalah, baru sempat ngintip blog, rupanya sudah banyak yang mampir.
      Belum ke mana2 Pak, baru di tempat ortu dan mertua, sama main2 ke kampus ayah saja

      Hapus
    3. jadi kangen sama Yogya saya. terakhir kesana 2010 sama keluarga juga. pengin main ke desa terakhir Merapi.

      Hapus
  2. Ya wes..mudah2an nyampe di jogjanya dalam keadaan selamat begitu pula dgn balik ke jambi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sampai Jogja jam 09.55 tepat waktu, dan perjalanan lancar mbak Ind...

      Hapus
    2. ohh, saat komen di atas saya belum baca komen ini

      Hapus
  3. assalaamu'alaikum, baca sekilas dari cerita diatas, pemimpin yan membumi sepertinya mbak.
    oh iya saya doakan semoga sampai jogja dan sampai rumah tujuan dengan selamat

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali Pak Agus, beliau memang sangat mengerti karyawannya, sangat perhatian dan menguasai ilmu dibidanganya.

      aamiin doanya.

      Hapus
  4. enak banget yah punya Boss yg pengertian. gaji dikasih ratusan juta,fasilitas yg sangat spesial,bonus dll.


    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, gajinya berapa orang ratusan juta tu mbak?

      saya salut dengan perhatian beliau ke anak buah, kadang orang indonesia malah nggak seperti itu, malah cenderung mem-push ke karyawan yang levelnya lebih rendah.

      Hapus
    2. adat indonesia kan gitu mbak. karepe dewe
      jadi bos petetang petenteng ....

      Hapus
    3. petetang apa tu Mbak Indah?

      Hapus
  5. masih muda, berdedikasi, perhatian dan membumi pula. coba pemimpin kita, utamanya orang2 DPR, meniru pak surajit ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. perasaan..ini cuma perasaan loh yah, "membumi" kan punya saya kang...;o)

      Hapus
    2. pasti punya Akang.
      kalo tokoh wayang, Akang ini Antareja. blusukan di dalam bumi. kalo saya kan Iron Man. menang mana ya?

      Hapus
    3. nonton antereja dan iron man lagi main catur ah

      Hapus
    4. ya, yang jadi cirliderr sapa mang?

      Hapus
  6. oh iya Mbak, udah kemana aja di Yogya nih??

    BalasHapus
  7. saya baru tau kalau ternyata kasta itu masih berpengaruh banget di India sana y.

    semoga pa neog mendapatkan keberkahan karena kebaikannya...aaaamiiiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. kang hadi kastanya pengusaha.

      Hapus
    2. aaaaaamiiiiin, terimakasih do'anya semoga diijabah y kang.

      Hapus
  8. Pripun kabare Mbak Yu .....? artikelnya udah waktunya ganti nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. inggih. sampuun. panjenengan sampun nuweni ta?

      Hapus
  9. seneng rasanya kalau punya bos perhatiin karyawannya ... ndak kaya mamang telantar hikhikhik

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya