Pulang Kampung Ditunda...

Sore kemarin, memasukkan beberapa barang yang akan dibawa pulang kampung. Sesekali sambil meneliti check list barang mana tau ada yang belum masuk koper. Cuma saya dan Zaki, nggak banyak barang yang kami bawa, hanya beberapa potong baju, oleh-oleh dan bekal Zaki di perjalanan. Satu koper, satu tas Eiger selempang sama ransel kecil milik Zaki. Sudah. Ayah nggak ikut balik ke Jogja, alasan klasik, cuti tahunan sudah habis.

Sebenarnya kepulangan kami karena di rumah mau ada hajatan, adik saya mau nikah. Nikahnya sih masih tanggal 21 besok (insha Alloh, semoga dilancarkan...aamiin), tapi sengaja kami merencanakan kepulangan agak awal, biar santai di rumah, istirahat mereda capek habis perjalanan jauh. Kalau pulangnya mepet hari H, kasihan Zaki pastinya.

Tapi bagaimanapun juga, manusia cuma bisa merencanakan, Alloh yang menentukan. Belum selesai saya prepare, Zaki sentrap sentrup dan bilang, "Unda, Aki ada ingusnya..."
Saya lap ingusnya trus saya raba dahinya, nggak demam. Mungkin pilek biasa, karena seharian ini cuaca agak mendung dan angin kenceng.

Malam sebelum beranjak ke kamar, dia masih sibuk menata robot-robotan yang habis dirangkainya sendiri dari lego, ditata rapi di pojokan meja makan, mepet tembok. Saya peluk, saya bujuk untuk cepat tidur, besok mau perjalanan jauh...tapi kok anget badannya...
Saya bujuk agar mau berbaring, saya tempeli termometer keteknya...tentunya sambil agak dipaksa, karena dia nggak bakalan mau nerima begitu aja keteknya ditempeli termometer yang dingin itu, "nggak mau, geli....geli..."
Beberapa menit saya tunggu, 37,2 derajat celcius...nggak demam kali...
Saya minumi paracetamol...hidung saya olesi Vick...semalaman bobo nyenyak.

"Nda, pulangnya dipending dulu ya..." kata  ayah tiba-tiba "ayah nggak tega sama Zaki"
Setelah agak alot berdiskusi, akhirnya deal...pulang ditunda jadi tanggal 18 April.
Rencana pagi ini ayah mau ke Pekanbaru untuk refund tiket, lebih tepatnya men-cancel di kantor Lion, karena tengok schedule di internet, penerbangan tanggal 18 April PKU-JOG sudah not available....

Coba negok Mandala, hamdalah ada, malah langsung dari Pekanbaru ke Jogjakarta, nggak perlu transit di Jakarta, ya...itu lah yang kami booking. Malah bonusnya...ayah mau ikut pulang sekalian...hamdalah...insha Alloh.

Bismillah, semoga keputusan yang kami ambil tepat. Semoga orang tua dan mertua tidak kecewa...

Posting Lebih Baru Posting Lama

16 Responses to “Pulang Kampung Ditunda...”

  1. iyalah mending pake mandala
    dulu aja udah jarang delay apalagi sekarang pake manajemen tiger. pake lion cape. pas sama nomor penerbangannya. JT - jagoan telat...

    eh zaki cepet sembuh ya...
    mampir banguntapan gih main di sawah bareng ncip...

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga sehat selalu ya Nak...
      biar main leluasa di tanah mataram minggu depan

      Hapus
  2. aamiin, makasih doanya Pak. Insha Alloh

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak, kan kuis gambar pacul Mbak Khusna ngejawab bener. saya mau kirimin sesuatu setara klepon ke alamat. berkenan memberi alamat ke saya? kirim alamatnya ke zachroni@gmail.com ya...

      Hapus
    2. oooh, hamdalah...makasih Pak Zach...

      Hapus
  3. ternyata ada hikmahnya yah, semoga nanti lancar tripnya...

    BalasHapus
  4. iya Pak El, aamiin makasih do'anya

    BalasHapus
  5. Perjalanan dari pelosok Riau ke Jogja pasti penuh perjuangan ya mbak. Saya jadi ingat kalo dari Minas dulu mau balik ke Makassar .. waduh benar2 harus ambil nafas panjang :D

    BalasHapus
  6. betul banget bund, tapi syukurnya kami di Pelalawan, yang cuma 2 jam perjalanan darat...jalan sudah bagus, tapi naik turunnya yang nggak tahan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. syukurlah, jalannya udah bagus. nggak bikin senewen di jalan.

      Hapus
  7. asyik deh pokoknya. meski sudah mapan di seberang, pastilah terasa indah di hati saat kembali ke kampung halaman, meski sebentar. semoga perjalanan nanti lancar, naik mandala atau apapun sama saja, yang penting sukses-lancar-aman. salam buat zaki, sehatlah selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget, kampung halaman itu memang nganenin, biarpun hidup enak di perantauan..

      Hapus
  8. Sakitnya Zaki ada hikmahnya ya Bund. Semoga Zaki cepat sembuh ya, supaya ndak merepotkan bunda dan ayah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih banyak mbak yuni, sekarang Zaki sudah baikan. iya hikmahnya agar kita selalu berkumpul...

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya