Bila Si Kecil Aktif


Bagi ibu-ibu yang mempunyai anak yang superaktif (bukan hyperaktif yaa...) tentu sering merasa kewalahan dengan polah buah hatinya. Anak yang aktif sekali, kadang diikuti juga dengan rasa ingin tahu yang sangat besar, dampaknya muncul pertanyaan yang bertubi-tubi dari si kecil yang membuat kita gemes bila tak menemukan jawaban yang sesuai dengan usia dia.

Bahkan hingga detik ini, saya belum menemukan jawaban yang tepat dari pertanyaan anak saya yang dilontarkannya pada suatu malam waktu dia ikut sholat isya' ayahnya ke masjid.

"Bunda, kenapa bulan jalannya mengikuti kita?"

Pertanyaan seperti itu tentunya nggak mungkin saya jawab dengan teori yang kita dapat dalam pelajaran fisika. Dia akan semakin bingung dan semakin bertanya tentunya. Al hasil, kita bakalan semakin dibuatnya puyeng.

Pertanyaan bertubi-tubi kadang bisa disikapi dengan,

"Nak, bunda jawabnya nanti ya, tunggu bunda selesai masak dulu, baru bunda jawab..."

atau,

"Bunda belum tahu jawabannya Sayang, biar bunda baca buku dulu ya...nanti kalau bunda sudah pinter, bunda kasih tahu Zaki..."

tapi kalau si kecil sudah bikin berantakan rumah, lain lagi ceritanya.
Sebelum dia bangun pagi, rumah sudah saya bereskan, sudah saya pel, mainan saya masukkan ke dalam keranjang dan sebagian saya tata di rak.
Begitu dia bangun, dalam sekejab rumah sudah tampak seperti kapal pecah, bahkan kalau suami saya bilang,

"Masuk ke dalam rumah berasa masuk gua..."

ini dia "si mungil" bunda...
Alamak. Tidak ada benda yang sesuai dengan tempatnya, semua diserak dan dipindah seenaknya si kecil. Hal seperti ini kadang bikin saya gembedeg dan pengen nyubit dia. Tentu bukan cubitan penuh kemarahan, tapi cubitan gemes.

Oh iya, dinding. Saya belum cerita tentang dinding rumah. Hampir semua dinding rumah kami penuh coretan dan lukisan anak saya. Boleh dibilang, tak ada sejengkal tembokpun yang selamat dari gerayangannya. Selama tangan dia masih sampai, akan terus digambari, digambari dan digambari.

Memang sejak dia bisa memegang pensil, sudah saya arahkan untuk "menulis" di kertas. Tapi jiwa kanak-kanaknya kadang berontak dan tembok atau lantaipun jadi sasarannya. Bila dinasehati,

"Ini ekornya panjang bundaaaaa, kertasnya nggak cukup"

atau,

"Jalannya kan jauuuuuh banget, kertasnya kurang"

dan akhirnya si ekor atau si jalan itu memanjang hingga lantai atau tembok.
Ya sudahlah, tembok bisa dicat kembali, mau dimarahipun dia juga nggak bakalan langsung paham, malah nangis jadinya.

ini pohon, katanya...

Untuk mensiasati biar si kecil anteng, saya belikan dia mainan yang membuat dia berfikir, membuat otaknya sedikit terperas (ih, kejamnya kata-kata saya) semisal lego, puzzle atau buku interaktif seperti Fun Thinkers dari Grolier.

ssstttt, i'm counting...

ssstttt, i'm working...

ssssttt, i'm reading...

Suatu saat, bila dia sudah sekolah, saya ingin memasukkan dia ke klub sepak bola atau tennis, biar energi dia tersalurkan. Sayang karena keterbatasan akses, saat ini di tempat kami belum ada klub-klub penyaluran bakat untuk anak balita. Kalau di kota-kota besar, misalnya Jogja, sudah ada tempat-tempat semacam itu, bahkan les musik, menari dsb.


bunda sayang zaki

Posting Lebih Baru Posting Lama

30 Responses to “Bila Si Kecil Aktif”

  1. tembok rumah sayah juga penuh coretan.....tp gak papa lah

    BalasHapus
    Balasan
    1. horeee, ternyata ada yang senasib dengan saya...
      *tos dulu Lik Pacul !

      Hapus
    2. toko cat masih belum tutup kan

      Hapus
    3. di cat pakai cat besi aja, biar coretannya bisa dicuci air

      Hapus
    4. hahaha...sengaja saya biarkan kaya gini kok Mang, biar dia besar nanti tau kalau dia kreatip...hahaha

      Hapus
  2. kalau bulan jalanya gak mengiringi kita lagi pastinya bulanya sudah lelah kale ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal bulan gak punya kaki ya mbak ...
      malah terkadang suka mendatangi ibu-ibu ... he he

      Hapus
    2. kadang juga suka menjauhi mas, malah telat datangnya

      Hapus
    3. mungkin bulannya naksir kali ye

      Hapus
  3. Sekedar berbagi mbak, dulu ketika anak masih kecil, saya menyediakan kertas satu rim khusus untuk anak menggambar, harus diarahkan terus dan dikasih pengertian sehingga akhirnya mau menggambar di kertas tidak ditembok.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya memang betul pak, kita nggak boleh lelah mengarahkan ya...
      ada lagi satu kisah yang pengen saya post-kan tentang cerita kertas ini...insha ALLOH beberapa hari lagi saya tulis.

      Hapus
    2. saya menunggu saja kisah inspiratf duo mbantul ini

      Hapus
    3. kalau ndak mau di kertas buatkan papan tulis yang agak besar dan sediakan sepidol

      Hapus
    4. kalau white board, saya nggak tahan sama bau sepodolnya je Mang...lagian ujungnya, saya yang jadi tukang hapus...

      Hapus
  4. Walaupun rumah mirip kapal pecah, tanpa si kecil hidup pastinya bakalan biasa2 saja :)

    BalasHapus
  5. saya berani menjamin, kelak zaki bakalan menjadi generasi super pintar dan mumpuni. pegang deh kata saya ini Mbak. Insya Allah. yang penting bundanya selalu mengawal dan mengimbangi zaki dan setiap pertanyaannya. banyak contoh anak aktif seperti zaki benar2 terbukti menjadi anak yang hebat. saya ikut berdoa, Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. insha ALLOH Pak Zach...terima kasih banyak atas dukungan dan doanya. benar-benar membuat hati nyessss...

      Hapus
    2. saya juga berdoa, semoga kelak zaki menjadi anak yg manut dan cerdas

      Hapus
    3. Amin. mamang juga ikut berdoa semoga zaki menjadi anak yang pintar, jago gambar dan cerdas

      Hapus
  6. serba salah
    kalo anaknya kalem ibue sibuk cari informasi terapi
    giliran anaknya aktip, suka ngomel repot
    haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, nggak ngomel kok Pak, cuma pengen cerita...

      Hapus
  7. mbak khusna layak bersyukur dengan aktifnya zaki karena ini kelebihan orang yang cerdas lho mbak, semoga aja menjadi generasi handal, bukan handuk dan sandal lho ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Pak, saya bangga punya anak seperti dia, bukan maksud saya berkeluh kesah di sini, tapi ingin berbagi cerita dan sedikit tips bila si kecil sangat aktif...
      aamiin doanya, semoga Adik Hayyu kelak juga menjadi putri yang membanggakan bagi mama papa-nya

      Hapus
  8. hehehe sama mbak. tembok rumah mamang juga dulu begitu penuh coretan pensil dan sepidol, sampai - sampai tembok rumah mamang cat pakai cat Besi, biar bisa dicuci, tapi sekarang Alhamdulillah ndak lagi coret coret tembok karena udah kelas 5 hehehe.

    Biarkan aja mbak anak coret - coret tembok, nanati jago gambar loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya Mang, jago gambar, jago ngelukis...keren ya...
      cat tembok kami sebenarnya bisa di cuci juga, tapi tetep pegel nyuci segitu banyaknya...jadi kami biarkan saja..

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya