Ngurus Surat Kehilangan


Kemarin pagi waktu sedang nyuapi Zaki, telelelong telelelong telelong lelong, terdengar khas suara nada dering HP Nokia jadul saya. Rupanya dari seorang sahabat yang tinggal tak jauh dari rumah saya.

"Assalaamualaykum, Mbak Fuah"sapa saya

"Wa'alaykumsalam warahmatuLLAH, Amah (Tante)" jawab beliau

"Enten napa Mbak?"
(Ada apa Mbak?)

"Mah, badhe nyuwun pirso, Amah nate kelangan dompet ta?"
(Mau nanya, Amah pernah kehilangan dompet kan?)

"Nggih Mbak, kenapa?"

"Abinya (suami Mbak Fuah) kemarin kehilangan dompet, ngurus surat kehilangannya di mana ya, di Polsek apa harus ke Polda?"

"Oh, saya dulu di Polsek Pangkalan Kerinci situ saja kok, Mbak. Gimana kok bisa hilang?"

"Kemarin ada keperluan di Perawang (sekitar 1,5 jam dari Pangkalan Kerinci), pas di acara itu, eh rupanya dompetnya sudah nggak ada"

"Lengkap isinya Mbak?"

"ATM 2 buah, SIM, KTP, Bedge Karyawan, sejumlah uang sama STNK, Mah..."

"Ya ALLOH, saya turut prihatin Mbak, semoga ngurusnya dimudahkan ya Mbak...oh iya, jangan lupa, kalau ke kantor polisi bawa uang, yang pas saja, 50 ribu".

"Nggih, matur suwun ya, Mah"



Pak Atok, suami Mbak Fuah adalah senior ayah Zaki sejak bekerja di Lontar Papyrus Pulp and Paper, Jambi dulu. Sekarang sama-sama pindah ke April Asia. Sama-sama tinggal di Town Site 1. Beliau asli Wanareja Cilacap, sedang istrinya asli Semarang. Di pabrik, Pak Atok sebagai Specialist Instrument Analyzer, masih satu skup dengan ayahnya yang Digital Control System Engineer.

Kejadian kehilangan dompet tersebut mengingatkan saya dengan pengalaman "seru dan mendebarkan" saya di kantor polisi.

Pagi itu di ujung tahun 2012, saya ngantar Zaki sekolah, setelah Zaki masuk kelas, saya meluncur ke kedai untuk beli sayuran. Sampai kedai.....saku kanan, saku kiri, celingak celinguk...jreng jreng...dompet saya nggak ada. Hah, nggak ada!!!!
Saya balik lagi ke rumah, siapa tahu ketinggalan di rumah...eh bener lho, nggak ada!!!
Saya kembali ke sekolah, mana tahu jatuh saat saya ngantar Zaki, sampai nanya petugas sekolah juga...kata beliau nggak ada dompet tercecer... Bener deh, dompet saya jatuh di tempat yang antah berantah...

Saya telpon ayahnya yang lagi di mill site. Saya ceritakan masalah saya.

"Yo wis Nda, nggak usah panik. Telpon saja kantor security, nanti ke kantor polisi untuk ngurus surat kehilangan".

Setelah agak tenang, saya telpon nomor ekstensi kantor security, hafal bener nomornya, karena dimana-mana dipajang di lingkungan kami. 1113. Beberapa pertanyaan dilontarkan ke saya, dicatat, dan saya dikasih permit untuk keluar dari Pos 1 dengan bebas, pos paling depan menuju area luar TS 1 dengan tanpa ID card saya atau STNK saya, karena memang semuanya ikut hilang, termasuk kartu ATM, KTP dan lain-lain.

Sampai Pos 1, security yang jaga sudah tahu, bahwa motor yang ber-plat sekian sekian (motor dan sayanya tentunya) bebas keluar masuk karena sedang kehilangan dompet.

Saya melesat ke kantor polisi untuk meminta Surat Kehilangan, Surat Sakti kata saya.
Agak takut karena sebelumnya saya nggak pernah ke kantor polisi di sini. Saya langsung ke front officenya (apa ya sebutannya, pokoknya ruang luas dengan meja panjang dan polisi duduk-duduk di belakangnya). Saya sampaikan maksud saya, kemudian salah seorang polisi yang berbadan tinggi besar mempersilakan saya masuk ke ruang di sebelahnya. Di sana saya disuruh duduk manis, sambil menunggu petugas datang.
Lagi, seorang polisi berbadan tinggi besar dengan kaos khas kepolisian masuk ke ruangan tempat saya menunggu. Tak ada senyum. Saya nervous berat.
Beliau menanyakan beberapa hal kepada saya, di mana dompetnya jatuh, jam berapa, kemudian isinya apa saja, dan suratnya mau dipakai untuk ngurus apa saja. Semua saya jawab dengan baik dan beliau mengetikkan pernyataan saya di komputer.

Setelah saya tanda tangani dan ditandatangani sama polisi lain di ruangan lain, kemudian blanko yang tadi sudah diisi di stempel. Kemudian, 

"Bu, administrasinya dibayar dulu..."

"Bayar, berapa Pak?"

"Lima puluh ribu"

Buset, pikir saya. Memang ongkosnya semahal itu ya?

"Pak, Anda tahu kan kalau saya kehilangan dompet beserta isinya, beserta kartu ATM juga?"

"Iya, kita orang tau Bu, tapi macam mana, ini sudah peraturan..."

Saya cukup panik, karena saya nggak bawa uang sebanyak itu, ada pun cuma 5 ribu perak, buat jaga-jaga beli bensin. Kemudian saya telpon tetangga saya untuk pinjam uang, sekaligus ngantarkan uang itu ke kantor polisi-------duh nggak enak banget saya ngrepoti beliau.
Dengan dongkol,
"Ini Pak, uangnya...tapi saya minta kwitansi".

"Nggak ada kwitansi, Bu".

"Jadi, kayak mana tuh?"

"Ibu jadi ambil ini surat tidak?"

"Ya jadi lah Pak..." (lha logat saya kok jadi mbatak gini, nggak mbantul lagi)

"Sudah, taruh saja uang ibu di sini"
kemudian polisi tersebut menyodorkan topinya yang di balik untuk tempat uang saya. Sempat saya mikir, mungkin di atas kepala saya ada kamera CCTV, sehingga pak polisi tadi nggak mau nerima langsung uang yang katanya biaya administrasi itu. Keluar dari kantor polisi saya langsung nangis, merasa dipermainkan dan dizalimi....

Memang tak ada foto di sini karena saya memang nggak kepikiran untuk foto-foto, yang ada cuma panik dan lelah, dan tentu perasaan bersalah ke suami saya, beliau sudah capek-capek kerja demi saya dan Zaki...eee dengan mudah saya hilangkan, walau waktu itu uangnya nggak banyak, cuma 150 ribu. Tapi perasaan saya sebagai orang yang nggak bekerja, jumlah segitu sangat banyak. Sebagai tanda sayang saya, saya pajang saja foto ayah Zaki dengan seragam kerjanya.

Pak Berkah Romadhoni, ayah Zaki



Posting Lebih Baru Posting Lama

132 Responses to “Ngurus Surat Kehilangan”

  1. udh kehilangan dompet malah dmintai uang jg ya mbak ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. begitulah kezhaliman yang terserak dimana-mana

      Hapus
    2. mari kita punguti dan di buang pada tempatnya

      Hapus
    3. yuk yuk ,aku bawa grobk nya

      Hapus
    4. maaf, tuan rumah telat datang lagi...

      Mbak Nia: sempat dongkol Mbak Nia, tapi hamdalah beberapa hari setelah itu, ada rejeki tak disangka-sangka, temen saya membeli dagangan saya hingga habis. Maha Kaya ALLOH

      Pak Zach: iya, kaya sampah saja

      Pak Mus: kita sapu saja biar cepet

      Mang Yono: kinclong ya Mang

      Mas Rizal: tuh, malah udah dibawain grobak

      Mas Is: sapu biting apa sapu duk Mas

      Pak Agus: ekrak tu yang dari bambu, sekarang sudah banyak yang dari plastik Pak...

      Hapus
    5. anggap saja memberikan sedekah :-)

      Hapus
    6. semoga bapak yang tegap itu kini sudah tidak tegap lagi...hehehe

      Hapus
  2. waduh ternyata ada uang administrasinya juga ya mbak, kalau di tempat mamang uang administrasi ndak ada tapi uang rokok, jumlahnya segitu juga 50 ribu, memang betul harus persiapkan uang pas karena ndak mungkin kan tuh kasih uang kembalian, masih untung di mall pakai kembalian permen heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. belinya dong pake permen juga

      Hapus
    2. hahah giliran beli pakai permen ndak mau terima

      Hapus
    3. awas ada yang catet rekening di mak, ini akhir bulan siapin buat bayar ya

      Hapus
    4. wah, ternyata di tempat Mamang juga semahal itu tho, berarti saya nggak ngijeni Mang, ada temennya.

      Mas Is: kalau ngutang, repot mbayarnya, musti balik lagi ke kantor polisi...apa nggak bisa ditransfer saja yah?

      Pak Zach: pakai permen segerobak

      Mang Yono: curang ya mang

      Pak Agus: sebentar lagi puasa, harga barang pada naik Pak...

      Hapus
  3. waduh itu ibarat udh jatuh ketimpah tangga pula mbak, semoga ayah nya zaki dan keluarga diberi rezeky yang lebih dari sebelumnya, dan si pak sipol diberi kesadaran akan melayani masyarakat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Polisi yang di perempatan jalan, tahan panas tahan hujan

      Hapus
    2. patung polisi apa polisi tidur ya

      Hapus
    3. Mas Rizal: iya Mas, tangganya panjang pulak.
      sungguh ironi ya, seharusnya mereka jadi pengayom, eh malah jadi pembuat keresahan,,,apa dunia sudah kebalik ya?

      Pak Zach: malin kundang Pak

      Mas Rizal: sekali lagi, malin kundang Mas

      Mas Is: wah kalau yang itu, saya salut...yang ngatur lalu lintas kan, bukan polisi tidur kan?

      Pak Agus: yang patung biasanya polwan, kenapa ya?

      Hapus
  4. Semoga nanti Alloh mengganti dengan rejeki yang lebih besar. Saya dulu juga pernah kehilangan dan lapor ke polisi. Memang dimintai administrasi, tapi waktu itu seiklhasnya, katanya untuk ngisi kas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, semoga Allah menggantinya.

      Hapus
    2. Aamiin Mas Is, doanya diijabah.
      iya, kalau di Polsek Kasihan, percaya saya Mas, seikhlasnya, saya tahu, mereka baik-baik, saya pernah ngurus sesuatu di sana juga.

      Pak Agus: siapa yang sering?

      Pak Zach: aamiin

      Mamang: makasih banyak doanya Mang.

      Hapus
  5. wah polisi di sana kok ganas ya mbak. dulu saya pernah kehilangan stnk minta surat keterangan di kelurahan dulu, kemudian di polsek.
    di kelurahan ini saya di mintai 10 ribu dengan kuitansi.
    di polsek ini sebenarnya tidak ada biaya cuma sayanya yang gak enak akhirnya tak kasih langsung tidak saya tanya berapa gitu, tak kasih 7 ribu eh di lihat terus di kembalikan, hehehe....
    memang kehilangan itu kita juga tidak menginginkan tapi nyatanya hilang je..lah terus piye nek ngene..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. lagian tujuh ribu kan ndak pas kalau lima ribu baru mau mas

      Hapus
    2. Lima ribu kalau dibelikan cimol dapat berapa mang ?

      Hapus
    3. dapat saosnya doang mas

      Hapus
    4. iya Pak, ganas dan bikin ngenes...
      TOP banget ya, dinas kepolisian Mojokerto patut diacungi jempol.

      Pak Zach: payah (panen uyah) memang

      Mamang: limaribu saja untuk ongkos stempel ya Mang

      Mas Is: dapat sekantong pakai plastik seperempatan kilo Mas

      Pak Agus: saosnya tinggal colok

      Hapus
  6. saya ikut prihatin untuk kasus temen Mbak, juga kasus Mbak Khusna sendiri sebagaimana diceritakan di atas. itu ujian, Mbak. tentulah 50 ribu sebenarnya nggak ada artinya dibanding kehilangan yang merugikan secara waktu ngurus laginya, juga kerugian psikologis yang juga pasti akan lama urus2annya. tapi ya itulah ujian, membuat kita sabar kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. teliti, ngati ngati, sing gemi lan makan ubi

      Hapus
    2. terima kasih pak Zach, iya memang...kelelahan dan rasa eman, bukan uangnya (saya ikhlaskan) tapi kartu-kartu yang lain.

      semuanya: ada hikmah dibalik peristiwa itu, membuat saya sadar, mungkin saya kurang bersedekah, kurang hati-hati dan kurang teliti

      Hapus
    3. sepakat dengan mas Zachflass

      Hapus
    4. apalagi saya...kang zach kansohib tercinta saya, tentu saya setuju dengan beliau.

      Hapus
  7. semoga Allah mendatangkan hikmah yang besar untuk semuanya ini.

    BalasHapus
  8. dan pakpul-nya juga diberi hidayah untuk menjadi abdi masyarakat yang tidak lagi zhalim.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga...saya yakin, tidak semuanya, banyak juga pakpul yang baik dan ngayomi...kita dukung kegigihan mereka

      Hapus
  9. kalo saya, wong punya kartu itu (yang saya udah pernah saya ceritain di blog tempo hari). jadi kalo pas dizhalimi begitu, bisa langsung keluarin kartu itu, dan selesai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kartu sakti ya mas... jadi pengen punya kartu sakti

      Hapus
    2. enak ya Pak...pasti polisinya langsung tercengang, melongo...dan minta maaf ke Pak Zach...*gonduknya pakpul

      Mamang: kartu ampuh Mang

      Mas Is: nih, yang familiar...saya nggak kok

      Pak Agus: tes vokal

      Hapus
  10. btw, Mas Berkah inilah yang kemudian menitis ke Zaki ya Mbak? sama gantengnya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. buah jatuh tidak jauh dari pohon-nya...

      Hapus
    2. he he he...iya Pak, mirip pawakannya, tapi cerewetnya nurun dari saya...

      Hapus
    3. kalo Mbak Khusna cerewetnya ketularan Kang Cilembu ya?

      Hapus
  11. Turut Prihatin... Iklashin saja Semoga lekas dapat gantinya.
    Tapi masak surat kehilangan semahal itu, saya juga pernah ngurus surat kehilangan wktu dompet saya jatuh kebetulan cuma ada seribu limaratus rupiah, atm sama sim dan stnk, biaya surat kehilangan tidak ada sebenarnya hanya kalau iklas aja ningalin barang berapa gitu dan waktuitu tak tingalin sepuluh ribu, dan alhamdulillah waktu seminggu orangyang nemu dompet mengembalikan kerumah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. turut prihatin sambil tepok dengkul

      Hapus
    2. maksih Pak Mus...insha ALLOH

      sungguh baik ya, orang yang menemukan dompet bapak...dulu suami saya juga kehilangan dompet di daerah Kasongan, belum ada sehari...hamdalah ada bapak-bapak ngantar ke rumah...sungguh mereka orang-orang yang amanah....

      Hapus
  12. btw saya dah follow blog agan jika berkenan followback ya

    BalasHapus
  13. Itulah oknum polisi di negara kita...semua harus uang. udah tau orang kesusahan masih juga dimintain uang....... Apa sih hebatnya Polisi Indonesia????

    BalasHapus
    Balasan
    1. hebat nya apa y??? apa coba hebatnya?

      Hapus
    2. Hebatnya bisa mengubah kesulitan orang menjadi sebuah peluang

      Hapus
    3. hebatnya lagi bisa sulapan lho...merubah yang ada menjadi tidak ada dan merubah yang tidak ada menjadi ada, hebat kan

      Hapus
    4. saya yakin Mbak Ind, masih banyak juga polisi yang baik, cuma kadang yang baik itu tak tampak karena sembunyi dan tak menonjolkan diri

      hebat ya, polisinya bisa main sulap, bisa akrobat juga nggak?

      Hapus
    5. hebatnya perutnya buncit hehe

      Hapus
    6. buncit mana perut mamang ..? he he

      Hapus
    7. polisinya hebat..karena berani meminta uang pada orang yang kena musibah kehilangan dompet

      Hapus
  14. Saya juga pernah kehilangan ATM mbak... dan sama juga, kita keilangan, malah disuruh bayar administrasi pula... Ya terpaksa saya bayar ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih kunjungannya Masasha

      iya, masih banyak kasus serupa di negara kita...mungkin suatu saat, mereka akan sadar jika di posisi kita

      Hapus
  15. ternyata sama jga ya ya mb,,,,
    kita sebagai warga mau urus surat ini itu,,,, mreka minta uang kas,
    kirain di tempat saya aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak Maya, banyak kasus serupa Mbak, kita nggak ngijeni...

      Hapus
  16. saya pernah kehilangan motor, belum lama sih beberapa bulan yang lalu
    ada yang bilang kalo lpor sama polisi katanya ya bisa kehilangan yang kedua kalinya, akhirnya saya ikhlaskan motor ilang ngga ngurus-ngurus lagi, bikin mumet, iya kalo motor ketemu, kalo ngga biaya abis juga hihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ALLOH, turut prihatin Pak...semoga diganti oleh-Nya yang lebih baik.
      iya, ada teman ayahnya yang beli mobil seken (mobil mahal dan surat-surat lengkap), eh ternyata mobilnya kena kasus dulunya, katanya terlibat kejahatan, akhirnya disita Polosi, entah sekarang dipakai buat apa sama polisinya, yakin mobil sebagus dan semahal itu nggak bakal disimpan nganggur saja di kantor polisi kan?

      Hapus
    2. ikut prihatin Mas El. pasti Allah menyiapkan gantinya.

      Hapus
  17. zaki ternyata plek jiplek bapakne..

    BalasHapus
    Balasan
    1. masak plek jiplek tanggane mas ..

      Hapus
    2. hahaha...iya, makasih Lik Pacul

      Hapus
    3. lik pacul memang pengamat anak

      Hapus
    4. cocok untuk ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak

      Hapus
  18. uang pasnya seribu aja... seiklasnya aja ngasihnya...

    BalasHapus
  19. polisi brengsek ya bu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, tapi biarin saja Mas...suatu saat beliaunya juga akan ngalami kok

      Hapus
    2. kita doakan semoga dapat hidayah

      Hapus
  20. aku juga udh follow,tuh yg wrna ijo #16 klo gk slh

    BalasHapus
  21. Semua kejadian pasti adee hikmahnye,Yg sabar aja . :)

    BalasHapus
  22. teman saya juga pernah kehilangan STNK terus dia ngurus surat kehilangan ke kantor polisi, uang adminitrasinya juga 50 ribu, sampai kerumah dia merasa menyesal dan berkata sudah kehilangan kena palak lagi, mahal banget ngurus surat kehilangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. mahal mana sama senyumnya Bang Cik coba?

      Hapus
    2. murakan kumis mamang mas hehehe

      Hapus
    3. kumis Mamang mudah dingat sulit dilupakan ya..

      Hapus
  23. Ribet ya Mbak kalo ngurus surat kehilangan, padahal barang kita juga hilang,..

    BalasHapus
  24. saya cuma membayakan..seandainya yang kehilangan dompet nggak uang sama sekali, nggak punya kenalan atau tetangga yang bisa dipinjam duitnya...lalu apakah dia nggak jadi mengurus surat keterangan hilang itu....atau polisi tetap berbaik hati memaksa untuk minta duit..... benar-benar luarbiasa :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngga usah dibayangin bang...tapi dibayar!!
      #cling.....menghilang takut kena panci terbang.

      Hapus
  25. terima telpon, kehilangan dompet, cerita pak polisi...gambarnya ko' malah Pak Berkah Romadhoni, ayah Zaki....inilah akibatnya kalau terlalu rapat berteman dengan kang zach....artikel dan gbr. ngga ada sambungannya...wekwekwek

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi ngangenin ya kang... clink..

      Hapus
  26. bohong tuh polisinya
    bikin laporan kehilangan itu tidak ada biayanya
    lain kali kalo ke kantor polisi, sebelum masuk ruangan siapin hape di posisi rekam. mayan buat diaplut...

    aku pernah kelangan dompet dan segala isinya
    bikin laporan kok harus kasih liat ktp atau tanda pengenal sah lainnya. dibilangin ilang...

    #mondol...

    BalasHapus
  27. yah begitulah, mencari kesempatan dalam kesempitan

    BalasHapus
  28. ngomong-ngomong itu yang diphoto ganteng juga

    BalasHapus
  29. udah enak kerjanya, kok malah nyusahin rakyat. katanya mau ngebantu :|

    semua pasti akan ada balasannya :) .

    BalasHapus
  30. waah pengalaman kehilangan dompet ya .. ya ampun

    BalasHapus
  31. polisi tadi adalah contoh perilaku yang tdk simpati. polisi tadi cermin budaya luhur bangsa indonesia, yg ngaku ngaku luhur. tapi sebenarnya dari dulu nggak ada luhurnya. tahu nggak sih gotong royong, sebelum jadi negara maju di amerika juga pada gotong royong

    BalasHapus
  32. bahkan di negara maju gotong royongnya lebih hebat mau tahu buktinya. mereka taat bayar pajak, semua orang taat bayar pajak itu bukti di negara maju lebih hebat gotong royongnya.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya