Sinusitis Anakku


Bertempat tinggal di area industri bukan pilihan bagi kami, tapi merupakan resiko pekerjaan.

Sebenarnya, di kawasan April Asia, tempat kerja Ayah Zaki, ada dua komplek perumahan karyawan, yaitu Town Site I dan Town Site II.

Town Site II sendiri letaknya lumayan jauh dari mill site, sekitar 5-6 km, dihuni sekitar 3.000 karyawan, sebagian adalah karyawan kantoran semisal para HRD, akuntan, sekretaris, dan karyawan-karyawan administratif lainnya.
Sedangkan Town Site I berada langsung satu area dengan pabrik, merupakan kawasan steril, hanya karyawan dan orang yang berkepentingan dengan pabrik saja yang boleh masuk, itupun melalui beberapa prosedur pemeriksaan yang ketat, dihuni sekitar 5.000 karyawan baik lokal maupun ekspatriat; dari Finlandia, Canada, India, China dan yang lainnya. Hotel, klinik, food court, sport centre, lapangan golf, apartemen, tempat ibadah (masjid, kelenteng maupun gereja), sekolah, minimarket, mess karyawan, perkantoran dan sarana-sarana pendukung lainnya semua dibangun lengkap di sini, termasuk tempat kerja orang-orang pinter dan peneliti, Gedung Riset dan Teknologi juga berada di area ini.


boulevard menuju Town Site I setelah melewati pos penjagaan di gate pertama, rumah kami masih jauuuuuh...apalagi pabrik...jauuuuuuuuuh bangettt di dalam sana



Town Site I adalah tempat tinggal bagi karyawan yang memang tidak boleh jauh-jauh dari pabrik---karyawan kesayangan?---- Bukan tentunya. Tapi karyawan yang siap dipanggil kapan saja bila keadaan di pabrik urgent. Nggak peduli mau jam berapa pun, dini hari, tengah malam, pagi buta, kalau sudah ditelpon suruh masuk ke mill, ya harus siap, karena 10 menit kemudian taxi jemputan akan bertan-tin ria di depan rumah.


ini view pabrik dari depan rumah, cuma tampak beberapa cerobong asap, sedang awan hitam di atasnya bukan asap pabrik lho, tapi mendung, mau hujan


Kondisi urgent bisa berlangsung berkali-kali dalam sehari, dan orang yang berkompeten menangani masalah harus segera datang menyelesaikan dalam waktu singkat, supaya produksi tidak terhambat.
(Membayangkan memproses kayu akasia sebanyak 21.000 ton dalam sehari atau pulp dan kertas sebanyak 7.000 ton tiap hari, kaya apa ya?)

Sebenarnya sejak awal, Ayah Zaki sudah minta ditempatkan di TS II dengan alasan tingkat kebersihan udara, tapi karena kompetensi pekerjaan, mau tidak mau ya harus di TS I, bahkan tinggal di luar TS (perkampungan umum) seperti sebagian karyawan pun tidak diizinkan.

Berbagai polutan keluar dari puluhan bahkan ratusan cerobong asap, baik polutan gas maupun debu partikel yang mengandung natrium dan kalsium. Gas buang yang mengandung H2S yang dilepaskan dari berbagai tahap dalam proses kraft pulping dan proses pemulihan bahan kimia berbau menyengat seperti kentut...uuuuh, bikin semlengeren. Belum lagi uap yang pekat menghitam...memang, jarak pabrik sekitar 2-3km dari rumah, tapi tetep terasa juga dampaknya.

Kondisi ini membuat kami harus benar-benar menjaga stamina, kalau nggak mau kolaps dan tepar. Susu, buah, sayur harus dikonsumsi tiap hari. Bersyukur saya (insha ALLOH) bukan tipe orang yang mudah alergi. Tapi untuk ayah atau Zaki, hujan debu (...lebay banget) dan tetek-bengeknya kadang sangat mengganggu pernafasan mereka. Ayah tiap pagi bersin-bersin, meler hidungnya. Zaki bila lagi kambuh sinus-nya, kesulitan bernafas ketika tidur. Sangat menyesak sepertinya. Sedih hati saya tiap Zaki mulai bersin-bersin dan malam harinya jempalikan nggak bisa tidur dengan nyenyak karena mampet hidung.

Terus-menerus Zaki mengkonsumsi cetirizine--untuk alergi-- membuat saya sedikit terusik, walau kata dokter spesialis anaknya aman, tapi kurang sreg juga rasanya. Setahun belakangan, saya beralih ke obat-obatan herbal. Madu dan propolis menjadi pilihan saya, sesekali juga dengan terapi uap hangat dari vick atau minyak kayu putih. Tapi seminggu belakangan, Zaki mulai kesulitan bernafas lagi bila tidur. AC sudah kami pensiunkan sejak beberapa hari lalu untuk menghindari udara kering. Padahal waktu di Jogja kemarin, dia baik-baik saja. Sepertinya bunda harus lebih hati-hati menjaga Zaki, terutama mengurangi main-main di luar rumah, karena kabut asap non polusi pabrik juga mulai datang.

dengan heli mungil tertempel di baju...


Bismillah...sehat ya Le...

Posting Lebih Baru Posting Lama

74 Responses to “Sinusitis Anakku”

  1. gimana gimana enakan tinggal d desa ya mbak ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. suami saya juga penderita sinus, tapi alhamdulilah hayyu enggak ..

      Hapus
    2. berapa derajat sinus cosinus tangennya?!.

      Hapus
    3. saya tau pelajaran ini cuma di per cos a saja mbak, hehehe

      Hapus
    4. di kampung kurang air Mbak Nia...
      insha ALLOH di mana pun berada, bila dekat suami dan anak tercinta, bahagia Mbak...

      Tia: sinus cotangen, tau cosinus tangen?

      Pak Agus: entah kenapa pelajaran matematika yang satu ini dibolak-balik jatuhnya saru melulu, dari jaman saya sekolah sudah begitu...

      Hapus
    5. jadi inget sinus adalah depan per miring.

      Hapus
    6. cosinus adalah samping per miring

      Hapus
    7. tangen adalah depan per samping

      Hapus
    8. manggut- manggut * mangap juga*

      Hapus
    9. mus sih geleng geleng agguk angguk tunjuk tunjuk

      Hapus
    10. aku bukan penderita sinus jadi ga harus cosinus
      tangen juga enggak jadi ga perlu cotangen...

      Hapus
  2. enak dan tak enaknya hidup atau tinggal di kawasan. G plusnya dah ada tautan sehingga mudah berkunjung. oh iya raja blangkon itu masih satu nama dengan aku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bsa kemna" ya kak,,,
      smpai keliling negara jga bsa

      Hapus
    2. bahkan keliling dunia pun juga sanggup

      Hapus
    3. ada enaknya , ada tak enaknya Pak Dj.
      kan tutorialnya dari panjenengan...(tuh kan---siapa dulu gurunya)

      Mbak Maya: keliling negara naik pesawat unyu...mau dong

      Pak Agus: asal tiket KA-nya dikasih...hayooo

      Raja: mau dong dikasih gaji gede, Ki Raja (foto aki-aki, siapa itu Pak Dj?)

      Hapus
  3. emange pabrik apa mb khusna?

    moga zaky cpat smbuh ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. pabrik urgentina.. *eh

      aamiin zakki ^^ .

      Hapus
    2. pabrik baja bukan ya ?

      Hapus
    3. aamiin doanya Mbak Maya.

      pabrik asap, begitu kata anak saya Mbak...soalnya yang dikeluarkan asap.

      kalau kata ibu-ibu tetangga, pabrik uang...soalnya tiap bulan suaminya dapat uang dari pabrik...hahaha

      Hapus
    4. itu area jihad ayahnya Zaky. lahan yang sangat berpahala karena dari situ beliau menafkahi para buah hatinya.

      Hapus
  4. wihhihi.. kirain asap pabrik, serem banget asepnya..

    saya juga lumayan deket sama pabrik :) tapi gak sedeket itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pabrik tahu dan tempe tepatnya

      Hapus
    2. kalau waktu-waktu tertentu, memang kadang sehitam itu, tapi kalau pas biasa, ya cuma mengepul saja

      piye rasane deket pabrik Tia?

      Pak Agus: itu malah yang bersahabat dengan rakyat Pak...

      Mbak Nia: rumah saya deket hutan je Mbak...

      Hapus
    3. rumah saya dong, deket tetangga saya

      Hapus
    4. kalau rumah mamang di mana ya

      Hapus
    5. lho, katanya di deket pohon jeruk Mang

      Hapus
    6. mana ada jeruk. adanya pohon faktor

      Hapus
    7. atas ane beruk, gan..

      Hapus
  5. sinus itu bisa nyesek ya mbak, saya ini entah sinus apa tidak tapi pilek terus menahun alhamdulillah tidak sampai mengganggu pernafasan, di bikin lari joging ilang sendiri, kayak fleksibel gitu.
    oh iya itu pohon akasia dari hutan atau memang menanam sendiri dari pihak parbiknya mbak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf, komentar balasan ada di bawah...

      Hapus
    2. pokoknya harus balas di sini.
      nih saya balas

      Hapus
    3. hahaha...Bapak-bapak pada lucu

      Hapus
    4. ya udah, bikin geng motor aja

      Hapus
  6. mungkin beda-beda bagi tiap orang Pak, tergantung daya tahan tubuhnya. Kalau ayahnya sampai pilek gitu, tapi Zaki nggak, tapi cuma kesulitan bernafas saja.

    Pohon akasianya dari HTI (Hutan Tanaman Industri) Pak, ada 8 blok HTI milik April Asia di Indonesia, menyebar sampai Kalimantan juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh lha salah kamar di rumah sendiri----maksudnya buat Pak Agus ST di atas

      Hapus
    2. buat Mang Yono mah, rujak jeruk aja lah...

      Hapus
    3. disuruh ambil sendiri aja di pabrik, Mbak

      Hapus
  7. awas mau turun hujan mbak, semoga buah hatinya cepet sembuh ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih banyak mbak wulan...cantik bener namanya, seperti orangnya...

      Hapus
    2. cantikan wonder woman nggak ya?

      Hapus
    3. non wulan memang cantik mbak, selain cantik ramah lingkungan heheheheh... suer

      Hapus
    4. iya, baik hati pula ya Mang...(berharap dikasih sangu---hahaha)

      Hapus
  8. saya penderita sinus menahun, Mbak. sejak SMP dulu. tapi begitu saya rajin olahraga, lambat laun koq nggak kerasa. tapi saya yakin masih ada sih sinus saya. nah sekarang anak saya si Arien, kalo pagi suka bersin2. makanya saya ajak dia lari2, saya masukin klub badminton, lalu pindah ke klub atletik. pokoknya olahraga deh. siapa tau menjadi mendingan kayak saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, olah raga ta Pak Zach solusinya. siip, Zaki tipe yang nggak mau diem, cocok banget diajak lari. suatu saat kalau sudah masanya pengen juga saya masukkan klub sepak bola atau tenis (eh, di sini susah nyarinya ding, mesti sekolah SD dulu...huhuhu). sementara ini, biasa ikut bunda jalan pagi (ke kedai) lumayan 500m PP

      Hapus
    2. saya pernah diskusi sama temen saya yang dokter, katanya memang olahraga ini yang mampu meredam sinus Mbak. apa salahnya dicoba deh

      Hapus
  9. semoga Zaki segera bisa pulih kembali ya Mbak, seiring dengan kreatifnya Zaki yang pasti hobi gerak. aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, suwun doanya Pak Zach

      Hapus
    2. Amin Semoga zaki lekas sembuh normal seperti sediakala dan ayah bunda selalu sehat adanya..

      Hapus
    3. aamiin ya Rabb...anyes banget

      Hapus
    4. Insya Allah sembuh. Taksembur dari sini!

      Hapus
  10. semoga zaki cepet sembuh.... kawasannya seperti di duri ya mbak, H2S memang berbahaya, mamang juga pernah mengalaminya kalau cuaca mendung pasti H2S naik, dan siap lari ketempat aman

    BalasHapus
    Balasan
    1. tetanggaan sama Duri Mang, kami di Pelalawan, di pulp and paper. Iya, kalau mendung pada masuk rumah, tutup pintu, nyalakan AC untuk mengusir bau...mau lari ke mana lagi Mang, wong rumahnya di situ juga.

      Hapus
    2. aamiin ya Rabb, makasih Mang

      Hapus
  11. Begitu dilema buat Zaki kayaknya, Sehat tingal di kampung tapi jauh dari bapak ibunya bingung hehehe.. Harus rela tingal deket pabrik asap produksi bubur menghasilkan uang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget Pak Mus, semua ada nilai plus minusnya (kaca mata kali ya). tapi, di manapun berada, asal kumpul dengan suami dan anak, nikmat jadinya...

      bubur kacang ijo, atau bubur ayam Pak? hehehe

      Hapus
    2. bubur semen buat makan bareng2 orang2 KPK yuk

      Hapus
  12. bener kui bu...
    kalo boleh pun sebenarnya aku pengen tinggal di kampung wae walau harus ngontrak rumah sendiri. tapi kepiye meneh orang minta pindah mess yang rada minggir saja ga boleh sama juragan
    kalo alesannya disayang sih gapapa. ini mah takut ada emergency aku kelamaan nyamperinnya
    *apes tenan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayah zaki yang karyawan kecil saja sudah sesibuk itu,
      apalagi yang SI kaya panjenengan...nggak kebayang sibuknya

      Hapus
    2. panjenengan memang kayak bayang-bayang, Mas Raw.

      Hapus
    3. iya, tampak sekejap, tau-tau ilang tak berjejak

      Hapus
    4. aku yo kecil bu...
      lik zach tuh yang gendut...

      debune itu lho yang ga nguati makane pengin ngontrak di kampung...

      Hapus
  13. Duhhh .....sabar ya Mbak, harus bener2 telaten ya klw ngurus anak. Mudah2an diberi kesembuhan utk si Zaki ...... Waras yo Lee.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin. Insya Allah ilang penyakite

      Hapus
  14. 24 jam harus siap sedia.. wah salut nih dengan kesiap siagaan semangat kerjanya

    BalasHapus
  15. BEnar bunda, selalu mengkonsumsi obat pasti bikin khawatir ya. Ada gak yang alami ya, herbl2 begitu ... kayaknya ada deh ..

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya