Day 12: Seperti Buah yang Harum Baunya dan Manis Rasanya


Mendengarkan sayup-sayup ceramah bapak ustadz dalam rangka Pesantren Ramadhan di Masjid At-Taqwa Town Site I, yang diikuti murid-murid SMP Sekolah Global Andalan dan Sekolah IT At Taqwa, membuat acara nungguin Zaki main sepeda di depan rumah tambah berarti, nggak cuma ndomblong nganggur seperi biasanya. Ada sedikit ilmu dan wawasan yang mengisi otak sore saya sambil menunggu buka puasa.

Temanya tentang Gemar Membaca Qur'an. Ustad Syafrizal, ustadz internal komplek sekaligus direktur utama Yayasan At Taqwa yang berceramah. Gaya bahasa khas minang beliau sangat mudah dipahami, walau telinga jawa saya yang menyimak, tak seperti ustadz-ustadz lain yang kadang membuat saya roaming karena dialek minangnya atau bataknya sangat medhok dan pengucapan yang cepat.

Ada 4 point utama yang saya tangkap dari ceramah beliau, diumpamakan bahwa orang yang gemar membaca Quran layaknya buah. Nah ada 4 macam buah yang beliau sebut sesuai dengan hadits Rasulullah.

"Rasulullah shallaullahu 'alayhi wasallam bersabda, perumpamaan orang beriman yang membaca Qur'an seperti perumpamaan buah al-utrujah, yaitu buah yang berbau harum dan manis rasanya. Perumpamaan orang beriman yang tidak membaca Qur'an, adalah seperti perumpamaan buah tamr (kurma), rasanya manis tapi tidak ada baunya. Perumpamaan orang berbuat dosa (maksiat) yang membaca Qur'an adalah seperti buah ar-raihanah, yang berbau harum tapi pahit rasanya. Perumpamaan orang yang berbuat maksiat dan tidak membaca Qur'an adalah seperti buah al-hanzhalah yaitu buah yang pahit rasanya dan tidak ada baunya. Perumpamaan mendampingi orang yang salih adalah seperti mendampingi pemilik minyak wangi sekalipun engkau tidak terkena minyaknya, engkau tetap mendapat harumnya. Perumpamaan berdamping dengan teman yang jahat adalah seperti mendampingi orang yang menggunakan ububah (alat penghembus api) jika engkau tidak terkena hitamnya, namun engkau tetap terkena asapnya."
Hadits riwayat Abu Daud.

Nah, tinggal kita pilih, mau menjadi buah yang mana kita?

Bismillah, semoga bermanfaat dan menambah khasanah ilmu kita. Aamiin.

Happy fasting!!!





Posting Lebih Baru Posting Lama

25 Responses to “Day 12: Seperti Buah yang Harum Baunya dan Manis Rasanya”

  1. kenapa kesannya malah melarang kita mendekati orang jahat. padahal semakin mereka disisihkan, akan semakin jahat pikiran mereka. bagaimanapun mereka juga manusia yang punya keinginan untuk berbuat baik. tapi untuk bisa begitu, mereka butuh dukungan dan ingin dimanusiakan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. perumpamaan saja Pak Raw, bukan berarti tidak boleh berkawan dengan orang jahat. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah keutamaan membaca dan mengamalkan Qur'an.

      kalau tentang berteman, tak boleh kita membeda-bedakan orang, siapapun itu, baik muslim, nasrani atau yang tak menganut agama sekalipun. sungguh rugi orang yang berteman cuma sama segolongan orang saja, sedang isi dunia begitu beragam. banyak orang pandai yang tak percaya adanya Tuhan, apakah kita tak boleh mempelajari kepandaian orang itu, tidak kan?

      berbicara tentang kejahatan, sebenarnya ada faktor pendorong hingga dia berubah jadi jahat. pada dasarnya orang mempunyai ruh dan jiwa yang baik.

      Hapus
    2. kalo saya mungkin bisa untuk bergaul dengan orang jahat dan mungkin saya bisa menyadarkan mereka (dalam kapasitas yang saya bisa). tapi tidak dengan anak-anak saya. saya akan jaga mereka dari pergaulan dengan teman-teman mereka yang punya tren kriminal dan rusak.

      Hapus
    3. kalau saya masih sebatas wajar saja Pak Zach, pernah berteman dengan lingkungan yang agak kurang beres waktu tahun 2004 lalu, setelah tau bener kebobrokannya, saya mundur teratur...daripada ketularan. tapi sebenarnya mereka melakukan yang hura-hura kaya gitu cuma pelampiasan (sepenglihatan saya)

      Hapus
    4. katanya kita musti belajar sama ikan. biarpun hidup di laut, dagingnya tidak menjadi asin. tapi modal awalnya memang seperti kata lik zach, kesiapan mental.

      kalo aku lihat dari temen-temen yang perilakunya menurut norma baik, awalnya mereka salah langkah. saat mereka ingin balik lagi, masyarakat bukannya ngedukung malah mengucilkan. jadinya mereka berusaha cari teman senasib dan makin nakal.

      ada untungnya kok bergaul dengan mereka. kalo dibaikin akan sangat baik ke kita. solidaritasnya tinggi. yang sering kerasa berteman sama copet adalah aku ga pernah kecopetan. kalo pun sempat kemalingan, tinggal laporan komendannya, ga pake lama dompet bisa balik utuh... :D

      Hapus
    5. begitu memang kalau punya mental baja Pak...tapi kalau saya agak takut, berani sih, kalau masih dalam level aman, kalau sudah jauh banget, takut...

      Hapus
  2. Tentunya, kita semua kepengen menjadi yang terbaik. Hanya saja kita kadang memilih cara/metode yang berbeda untuk meraihnya, secara sadar atau pun tidak... Seperti kata pepatah "banyak jalan menuju Roma" hehehe :)

    BalasHapus
  3. pilih berbau harum dan manis!

    dan saat kita berkumpul dalam majelis yang hanif, terasa sejuk di dada. itu yang saya akui sangat menenteramkan saat ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sejuk sekali tidak ada tandingannya di dunia ini yang paling menyejukkan sekalipun

      Hapus
    2. mari berlomba-lomba dalam kebaikan...
      jadi semangat!!!

      Hapus
  4. saya punya pengalaman berkumpul dengan lingkungan yang "berbeda".

    senang banget Mbak, tapi sungguh tidak menenteramkan. dan akibat logisnya, kita bukan membawa mereka ke hal2 yang baik, tapi kita yang terbawa jauh ke dalam budaya mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah banyak conto nya ya mas ?tapi kalau pariman kumpul ustads belum tentu katut ustads, katanya sih gitu

      Hapus
    2. dibatesin dong pergaulannya. sekedar baik dalam silaturahminya, ga perlu ikut perilakunya.

      seperti aku seneng ngumpul seniman. kerjaannya pasti ga jauh dari minum-minum. mereka bisa ngerti kok kalo aku sekedar nongkrong ga ikutan mabok. paling-paling dicengin doang, jare gaul kok ngombene lemon tea...

      tapi kembali ke diri masing-masing ding...

      Hapus
    3. hebat-hebat banget semuanya...salut saya

      Hapus
  5. komentarnya sudah sejuk sejuk semua, saya cuma mau tanya ada bagi takjil gratisnya apa tidak di masjidnya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. malah takjil...hakdes!


      melu njaluk nek ana...

      Hapus
    2. ada dong Pak, tiap hari...tiap rumah kebagian bikin 2x dalam sebulan ini

      Hapus
  6. sayah punya pengalaman berteman dengan perempuan, dulu pernah kost 2 tahun di kost putri tapi gak sampai ketularan jadi perempuan.....ngikut pake pampers misalnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha...saya punya teman bapak-bapak, suka ngaco--eh..ndagel...saya ketularan je...asyik to

      Hapus
  7. intinya karena semua sudah baik apalagi insyaAlloh beriman semua, agar menjadi seperti buah harum yang manis, mari budayakan baca Qur'an, demikian kira-kira ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyik..iya Pak Arif...semangat...mari...!!!

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya