Day 6: Chimpanzee


Setelah sahur, sambil menunggu adzan subuh, saya hidupkan tivi. Sengaja pilih channel yang agak seger dan menghindari acara kagetan Ramadhan, karena biasanya isinya gitu-gitu aja, lawakan yang nggak seru dan mekso banget. Beberapa cannel saya pencet, belum sreg juga. Loncat dari tombol yang satu ke tombol yang lain, akhirnya nemu beberapa ekor simpanse sedang bergelayutan di Fox Movie. Jujur, saya paling suka melihat tayangan televisi yang background-nya pohon, sawah, air, daun-daun, langit dan semua-mua yang berbau alam. Tampak seger dan damai.

Film tanpa dialog---iya lah, aktornya simpanse, hanya suara narator yang mengarahkan kami, penonton. Rupanya bukan film biasa, ternyata sebuah film dokumenter dari Disney yang mengabadikan kehidupan seekor simpanse yatim piatu di tengah lebatnya rimba Tai di Afrika (dinamai Oscar), dan akhirnya si Oscar tadi di adopsi oleh simpanse jantan pemimpin kawanan simpanse yang terkenal kuat, sangar, gagah dan tak terkalahkan (dinamai Freddy). Di luar dugaan, Freddy mampu menyayangi Oscar layaknya induknya sendiri---padahal dia jantan pemimpin.


Chimpanzee: Oscar dalam pelukan Freddy

Sungguh mengharukan kisah ini. Trenyuh saya dibuatnya. Lebih mengharukan lagi kisah pengambilan film ini, yang memakan waktu 700 hari di tengah-tengah hutan lebat. Tampak sungguh keganasan rimba menyelimuti kru film, lebah, ular, semut beracun dll, tapi mereka tetap tidak merusak dan mengganggu habitat. Keren!

Jadi ingat tayangan berita beberapa bulan lalu, sejumlah warga ingin menyelamatkan seekor orang utan yang lepas ke kampung warga di Pontianak, dan akhirnya orang utan itu naik ke pohon kelapa kemudian upaya menurunkan si orang utan adalah dengan cara membakar pohon kelapa itu----aneh bener. Jelas si orang utan malah tersiksa dan terbakar---keji. Akhirnya primata itu mati sebelum di bawa ke Ketapang untuk dirawat. Jelas, di tivi saya melihat warga yang mengejar-ngejar orang utan itu, bahkan didampingi tim khusus yang membawa tembakan bius. Aneh...sungguh aneh dan keji. Di luar negeri banyak foundation yang justru peduli dengan hewan ini, di sini, tempat asalnya, malah diperlakukan layaknya hama, yang katanya ditangkap untuk dipindahkan ke suaka, malah kenyataannya banyak yang dibunuh. Kalaupun ditangkap, caranya cukup keji dan menyiksa.

Bila direnungi...Oscar, Freddy...dan tentu binatang-binatang lain di alam semesta ini, mereka mempunyai kasih sayang yang saya rasa lebih manusiawi daripada manusia sendiri. Tingkah polah manusia yang sebagian sangat merugikan, mengganggu bahkan merusak manusia lain. Saling tikam dan membunuh hanya gara-gara pertandingan tinju, tawuran, demo kemudian merusak fasilitas umum....bahkan ada yang tega memutilasi orang tuanya sendiri...

Belajar dari binatang...mereka adalah makhluk yang terus-menerus memuji Rabb-nya, makhluk yang selalu bersyukur dan giat berusaha, tak mudah putus asa dari rahmat Rabb-nya. 
Bila dilihat dari surah Al Isra' ayat 44:
"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Alloh. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun."

Kadang, hal-hal sederhana membutuhkan waktu untuk memahaminya....


Happy fasting bagi yang menjalankan ibadah puasa!!!! Semangat!!!





Posting Lebih Baru Posting Lama

45 Responses to “Day 6: Chimpanzee”

  1. bu coba kalo cuti jalan jalan ke taman nasional tanjung puting. lihat orang utan jian plek kehidupan kita.

    beneran bikin kelingan tingkah polah lik zach vs pacul...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sampean gak melok dadi lakone mas ?

      Hapus
    2. perusuh lagi ada disinih....pulang lagi ah

      Hapus
    3. numpang lewat... ndak ikut ikutan ah

      Hapus
    4. numpang senyun bae lah ... he he

      Hapus
    5. insha ALLOH kalau ada rejeki Pak Raw...
      tapi memang, binatang, nggak cuma monyet, kucing...bahkan seekor semut sekalipun...mereka seperti manusia juga. saling sayang, menjaga, merawat...

      ciptaanNya memang luar biasa...

      Mas Is: numpang makan juga boleh Mas...

      Hapus
    6. jiah dibilang perusuh
      pulang ah..

      Hapus
  2. kadang manusianya yang tingkahnya binatang, jadi heran deh mbak, lha wong kucing nek wes wareg wes emoh panganan, lha nek kucing ndase ireng di diwadahi karung to yo gawe cadangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. terusnya saya mau ngapain kalau udah begini coba?

      Hapus
    2. jawab:
      ndodok di pojokan.
      merenungi umur.

      Hapus
    3. umur siapa yang paling tua

      Hapus
    4. dari kita berempat..liat di potonya..yang paling tuwa ya...mamang itu lah

      Hapus
    5. nanti mau diganti ah sama yang masih ABeGeh

      Hapus
    6. Bukti kalau binatang nggak serakah ya Pak Agus.

      nah, beliau-beliau di atas sudah tua semua kecuali saya...hahaha

      Hapus
    7. bukan tua...
      tapi dewasa...

      *gede dawa kadaluarsa...

      Hapus
  3. Orang utan harus dilindungi #saveorangutan, harus menumbuhkan rasa untuk menjaga dan melindungi terhadap satwa yang satu ini. Salam :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ampun sejuk banget di bawah nih. setelah agak panas di atas.

      Hapus
    2. salam juga Shudai bertopi...eh

      memang betul, save orang utan...ada tuh foundation Kalawet, yang ditekuni oleh bule dan akhirnya menjadi WNI karena saking cintanya sama pesona orang utan dan indonesia

      Hapus
  4. dulu saya punya tetangga suka nyembelih kera, Mbak (belakangan saya tau itu ternyata komoditi). eksklusif sih, nggak ada orang tau.
    saya tau. lha pas saya masuk rumahnya (saat saya kecil), saya menyaksikan kera yang lagi nunggu giliran disembelih, nangis kayak bayi manusia gitu. saya sampai sekarang suka ngilu membayangkan nasibnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa ngga digantikan posisinya saja atuh kang....

      #cling...kabur takut klepon nemplok dijidat

      Hapus
    2. kelakuan kera persis manusia ya mas...

      Hapus
    3. membacanya saya jadi ikut ngilu Pak Zach...sungguh mengerikan ya...apa si jagal kera nggak dihantui rasa bersalah seumur hidup ya? siksaan paling menyiksa di dunia

      Hapus
  5. kunjungan siang, selamat menjalankan ibadah puasa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih, selamat berpuasa pula...

      Hapus
  6. selamat berbuka puasa...


    kembaran saya kok ada disitu ya... eheheeh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekarang siap-siap tarawih ya mang

      Hapus
    2. kalau sekarang nunggu masakan mateng buat makan sahur hehe

      Hapus
    3. ini malah sudah sahur lagi Mang.

      eh, maaf, gambarnya hak cipta Mamang ya? aduh, nggak tau kalau kembaran Mamang tuh...

      Hapus
  7. Kisah yang menginspirasi, agar kita bisa lebih empati pada orang2 di sekitar, masak kalah sama orang utan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jelas kan.....jelas ngga tuntas bacanya....
      #kaburrrr

      Hapus
    2. malah sudah dua kali je kang Ci

      Hapus
    3. sedikit banyak begitu maksud saya Mas Is...*halaaaa

      Hapus
  8. untung saya walaupun begini dikasih hati yang gampang terenyuh...biarlah soal filmnya mah...itu loh yang nangkep kera pohonnya dibakar....keji sekali kenapa ngga demo waktu itu KK?

    bayangin kalau seorang penjahat yang ngumpet dirumah mau ditangkep plisi...lalu rumahnya dibakar, kan bisa kebakaran seluruh kampung gara2 apinya menyambar rumah tetangga...kan lebih ngga jelas lagi kan?!

    BalasHapus
    Balasan
    1. terus solusinya KK pertama bagai mana?

      Hapus
    2. untung kasarung ya Pak Ci...

      keji...itulah kata saya.
      solusinya, ya sebisa mungkin gaya penangkapannya senatural mungkin, nggak usah dikejar-kejar, sabar, tunggu saja kalau sudah tertidur atau gimana kek, baru dibius...yakin, banyak ahli orang utan yang sudah paham

      Hapus
  9. dulu jaman saya masih kecil, suka ikut Paman ke hutan di daerah Banten eh temennya Paman malah nembak kera hitam alias Lutung yang lagi gendong bayinya, lutung tersebut menyerahkan bayinya ke kera disampinynya sambil menangis sungguh miris dibuatnya... semenjak itu saya ndak pernah ikut berburu lagi dan trauma kejadian itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngeri ya Mang.
      bersyukur Mamang kapok, berarti mamang berhati lembut dan penyayang...senangnya KPK endegeng punya sahabat Mang Yono...

      Hapus
  10. saya jadi penasaran pengen nonton filmnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan donlot sendiri ya Om Jocker, saya belum bisa pasang yang model langsung donlot gitu...maaf, musti belajar dulu

      Hapus
  11. bukan cuma chimpanzee tapi banyak binatang dihutan diburu mbak, katanya mau dimasukkan ke tempat perlindungan tapi malah dijual...

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah kebohongan yang rapi...banyak burung langka pun diperjual-belikan di luar negeri...jelas burung endemik semacam jalak bali atau cenderawasih.

      Hapus
    2. yah bener sekali tuh ,,

      Hapus
  12. binatang merupakan mahluk ciptaaan alllah tang musti kita jaga , prihatin sama yang ga rispek sama binatang

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya