Day 16:Kenapa Musti Nunggu Lebaran?


Setiap pagi setelah shalat subuh, sudah menjadi kebiasaan saya dan suami nonton tivi bareng, setelah ikut sahur--baca:minum susu, biasanya Zaki tidur lagi. Nonton tivi bukan aktivitas utama sih, hanya sebagai pengisi waktu sebelum berangkat kerja. Sembari nonton, kami selingi dengan diskusi. Bisa tentang apa saja, tergantung tema yang ditonton, mulai dari film, acara anak-anak, tayangan ilmu pengetahuan dan sains, sampai tayangan berita atau news.

Berita paling hot yang kami jadikan topik ngobrol adalah beberapa waktu lalu ketika melihat tayangan BBC, Jakarta disorot dunia sebagai kota jorok yang penuh sampah...sebegitunya dunia melihat kita. Tadi, kami berdua nonton siaran berita tak cuma satu stasiun tivi, tapi kebiasaan tangan nggrathil kami yang selalu mencet-mencet remot saat jeda iklan datang, hampir semua stasiun berita kami tonton. Asyik saja melihat hampir semua tivi menyuguhkan isi berita yang sama, dan komentar kami..."Lah, wis ping pindo"
atau "Ping telu!!!" ketika melihat berita yang sama yang sudah kami tonton sebelumnya.

Tema obrolan pagi ini adalah"Perbaikan Jalan Menjelang Lebaran". Hal yang bikin kami heran tuh, kenapa menjelang lebaran yang notabene arus lalu lintas meledak, baru diperbaiki jalan-jalan rusak itu? Terlalu ngoyo kan, bekerja siang malam kebut target menyelesaikan proyek hingga H-7 lebaran? Kenapa nggak jauh-jauh bulan sebelumnya, hingga nggak terkesan kerja Dinas Pekerjaan Umum dadakan, kurang perhitungan dan serampangan? Anehnya lagi, kucuran dana dari pemerintah pun baru turun menjelang lebaran ini. Dana 1.28 trilyun yang katanya untuk pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, rekonstruksi dan pembuatan jalan baru untuk tahun 2013.

Lagipula, bila pekerjaan diburu-buru, hasilnya kurang bagus kan? Contohnya saja beberapa titik perbaikan jalan di kawasan Jalan Lintas Timur Sumatra, yang merupakan jalur utama arus barang kebutuhan pokok dari Jawa ke Sumatra, baru beberapa bulan dipakai, sudah ada yang meleyot sana meleyot sini. Mustinya kontraktor pemenang tender proyek jalan juga harus memperhatikan kualitas material yang akan dipakai untuk memperbaiki jalan. Juga disesuaikan dengan kapasitas muatan pengguna jalan. Bila jalan itu dilewati oleh kendaraan bertonase tinggi, tentu material dan tehnik pembangunan jalan juga berbeda dengan jalan di  kota.

Contoh realistisnya ada di Pangkalan Kerinci. Jalan Lintas Timur Sumatra tepat membelah jantung kecamatan. Khusus Jalan Lintas Timur Sumatra yang melewati kecamatan Pangkalan Kerinci, sekitar 4 atau 5 km sengaja dibangun oleh April Asia untuk kenyamanan warga. Jalan yang dibangun oleh pabrik ini bagus, kuat dan tahan. Beberapa ruas yang memang diperuntukkan bagi truk-truk trailer, mobil tanki bahan kimia dan truk logging sengaja dibeton, sehingga ketahanan jalan terjamin. Sedang jalan-jalan cabang yang dibangun oleh pemerintah kondisinya sangat memprihatinkan dengan banyaknya lobang di sana-sini, juga beberapa ruas yang benar-benar ambrol aspalnya, berganti dengan krikil-krikil yang terlepas berpental kemana-mana jika terlindas roda kendaraan.

Mustinya pemerintah bisa belajar dari tahun-tahun sebelumnya, dan mampu membedakan, mana jalan yang harus dibangun dengan kuat dan mana jalan yang dilewati kendaraan ringan. Tentu pembangunannya pun harus direncanakan sematang mungkin, nggak dadakan seperti ini. Giliran mau dipakai, baru dibikin. Giliran nggak dipakai, dibiarkan terbengkelai. Sungguh bohong banget kalau alasannya anggaran belum cair atau dananya kurang...sekali lagi, kan bisa belajar dari tahun-tahun sebelumnya.


Ah, entahlah...apa daya, cuma sebatas sebagai pengguna jalan...yang utama adalah kewaspadaan dan kehati-hatian dalam berkendara. Mementingkan keselamatan, tak lupa memakai perlengkapan keamanan berkendara bagi pengendara seperti helm, jaket, pelindung mata, safety belt bagi pengendara mobil...dan berdoa sebelum bepergian.

Happy Fasting buat semuanya !!! Semangat !!!


Posting Lebih Baru Posting Lama

83 Responses to “Day 16:Kenapa Musti Nunggu Lebaran?”

  1. ada lagi Mbak, selain itu.

    dulu jaman saya kecil, sempat berpikir, kenapa ya orang-orang tua pada ngasih duit, musti nunggu lebaran? sekarang baru tau jawabnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya malah belum tau jawabannya dan pengen dapat bocoran dari mas zach

      Hapus
    2. mungkin karena lebaran anak2 lebih bermakna dapet duit dari orang tua nya

      Hapus
    3. boleh juga, yang lain ?

      Hapus
    4. Sorry cak Agus, dengkul saya lagi lecet jadi gak bisa mikir, jadi gak bisa kasih jawaban

      Hapus
    5. hubungan nya sama dengkul apa mas is?

      Hapus
    6. nunggu mas zach lama, sementara tungkak saya kena beling jadi gak bisa buat mikir deh

      Hapus
    7. aku juga bingung, lik...
      kenapa thr musti nunggu lebaran ngebaginya..

      Hapus
    8. wah ternyata mbah khusna alih profesi jadi pengamat perjalanan :)

      Hapus
    9. mungkin kalau bukan hari lebaran ndak ada jasa tukar uang, kalau lebaran kan berderet di pingir jalan tuh... yang berderet apa ya?

      Hapus
  2. saya percayakan KPK yang sedang menelusuri itu Mbak. fenomena perbaikan jalan memang unik. dan sekarang banyak orang ketar-ketir kan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita tunggu saja kejelasannya

      Hapus
    2. dan nunggu jaawaban siapa yang benar siapa yang salah

      Hapus
    3. siapa lagi, yang bukan ormas itu loh

      Hapus
  3. saya hampir pasti Insya Allah mudik H-2 atau H-1.
    ehh, nggak nanya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nyupir sendiri apa gantian mas ?

      Hapus

    2. sendiri, Mas. istri saya belum pede kalo udah urusan sama pantura.

      Hapus
    3. nek kang Zach mesti wis pede karo goyang pantura .. hehehehe

      Hapus
    4. awas sopir galak, tulisan di belakan mobile mas zach

      Hapus
    5. jangan lupa tempelin logo KPK

      Hapus
  4. yang saya herankan itu, para enggineeer atau insinyur bahkan para ahli yang sudah sekolah S2 S3 es teh, es teler, es legen, di luar negeri tentang teknik membuat jalan yang baik yang sesuai dengan kontur tanah di indonesiah kok tidak digunakan otaknya yah, eman lho. masak datang pagi ngegame terus pulang. eman eman sekolahe lah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. main solitaire doang ya mas

      Hapus
    2. kalau gak gitu main heart, hehehe

      Hapus
    3. ST 12 mana mas?.

      kalau sekolah di luar negeri harusnya dipraktekin di luar negeri mas? kalau mau di praktekin di Endonesia ya harus sekolah di Endonesia

      Hapus
  5. seharusnya bisa di hitung jalan itu kekuatannya muatan berapa ton rusaknya berapa tahun dengan bahan apa saja, apa karena sering di lewati GL Pro sama honda c70 ya jalannya sering rusak, apa karena aspal kalau di lewati motor jadul aspalnya jadi gigu, entahlah.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang ada yang ngitung kekuatan jalan..?
      yang diitung itu kekuatan amplopnya, om...

      Hapus
    2. oh iya ya........mon temooon

      Hapus
    3. mooon moon kalau ngga enak kasih kucing aja mon temooon

      Hapus
  6. seharus nya sih pernaikan jalan gak musti lebaran atau pas mudik aja, kan setiap waktu masih sering tuh terjadi kecelakaan akibat jalan yang rusak, meskinya pemerintah lebih peka melihat apa yang terjadi,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tuh kurang peka deh...

      Hapus
    2. jewer aja biar lebih peka

      Hapus
    3. sekalian guyang korahan

      Hapus
  7. Ah, namanya juga "proyek"....

    #ups, gak boleh su'udhon... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk kita berbaik sangka, kan orang PU juga butuh lebaran mas pri masak mengandalkan gaji doang butuh ngobyek dong.......

      Hapus
    2. kan sama sama manusia ya mas agus

      Hapus
    3. kan sama sama mau beli baju bedug dan daging heheeh

      Hapus
  8. Kalau yg masalah sampah, ada anekdot begini:

    Apa bedanya negara lain dg Indonesia soal sampah-nya?
    Kl negara lain, tempat sampahnya ada dimana2...
    Kl Indonesia, dimana2 adalah tempat sampah...


    Wkwkwkwkwkwk...

    BalasHapus
  9. Lha ya itu... Kenapa kok mesti mendadak... Kalo menurutku karena indonesia adalah negri seribu musim... Jadi ya kaya gitu.. Nunggu musimnya dulu baru diberesin tuh jalan...

    BalasHapus
  10. Biasa ini mba, proyek tahunan, untung ada lebaran, kalo ga ya bisa rusak terus tuh jalannya hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini baru pinter mengambil hikmah

      Hapus
    2. kalau jalan mau lebaran ya baru dibetulkan.. kalau saluran air atau got pas musim huja hahah pas banget bisa langsung dicoba ehehe

      Hapus
    3. Kalo ada yang kemalingan, pos ronda baru rame hihi..

      Hapus
  11. dan sesudah lebaran juga palingan kuat 1 bulan...stelah itu rusak lagi deh jalannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu mah memang disengajar, biar tahun depan ada proyek lagi

      Hapus
    2. betul pisan etateh mas Isna

      Hapus
  12. pembuatan tak maksimal itu karena adalah sebuah strategi, supaya kontraktor tak keehilangan proyek buat tahun depan :p

    BalasHapus
  13. Perbaikan jalan menjelang lebaran hasilnya gak pernah ada yang bisa bertahan lama...
    Hasil pekerjaan jalan tersebut hanya membuat senang sesaat,, bisa dipastikan 2 bulan sesudah lebaran aspalnya sudah kriting lagi...
    Sungguh mengecewakan!!! :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin bikinnya diroll pake obat kriting

      Hapus
    2. kalau ndak diribonding ya

      Hapus
  14. Indonesia kan memang sudah membudayakan tiba masa tiba akal, jadi jangan heran kalo proyek2 perbaikan jalan dan lain sebagainya banyak yang dadakan....dan hasilnya dijamin pasti amburadul.... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan dadakan bang.. tapi udah direncanakan pengerjaannya dibikin mepet, biar banyak alasan... dan dapat uang THR-an heheeh

      Hapus
  15. Minta maaf juga gak perlu nunggu lebaran ... :D

    Mafin yaaa

    BalasHapus
  16. Balasan
    1. itulah endonesa raya, kalau di negeri yang jauh disana bagaimana Bang?

      Hapus
  17. kalau dibilang trik proyek...pasti ada yang kebakaran bulu ketek...padahal emang trik..tapi bagus juga buat konsultan/kontraktornya dan juga sekaligus meningkatkan pendapatan para pekerja proyek, upahnya jadi nambah karena harus kerja siang malem...lemburannya gede loh...soal hasil...ngapain dipikirin, toh lebaran berikutnya masih ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau lebaran, ubi cilembu juga laku keras khan kang ...

      Hapus
    2. apalagi jalan rusak mobil jalan pelan, lihat dagangan ubi jadi tertarik, tapi kalau yang dagang kang lembu, langsung kabur pembeli nya

      Hapus
    3. stt saya kang cilembu pasti nyindir saya, saya kan semenjak bulanpuasa lembur terus.. meskipun lemburnya banyak kepakai untuk tarawihan dan blogwalking yang pentingkan dibayar sama perusahaan ... pinter kan

      Hapus
  18. Daripada mikir jalan, mending rebutan remote ya mbak Khusna, lebih asyik, malah bisa mbangun tresno

    BalasHapus
  19. Itulah salah satu tanda2 datangnya bulan Ramadhan : jalan2 diperbaiki, habis lebaran rusak lagi, he3 ;). Ada lagi nih, beli baju kenapa musti nunggu lebaran?

    BalasHapus
  20. aku sempat agak lama jadi vendor
    kalo berurusan dengan proyek plat merah memang ribet. nilai proyeknya memang besar. tapi tak bakalan sampai 50% yang masuk ke fisik.

    kerasa banget setiap akhir tahun. aku sering kebanjiran proyek yang sebenarnya mengada-ada.

    pekerjaan yang semestinya 3 bulan dan anggaran 3m cuma dikasih waktu 1 bulan dengan dana 1,5m. sudah pasti ga bakalan selesai proyeknya. tapi tak bakalan dipermasalahkan karena intinya sih menghabiskan sisa anggaran tahunan agar tidak dikembalikan ke kas negara. cukup bikin laporan pekerjaan selesai, bagi bagi amplop dah beres.

    namun jangan dibilang vendor untung besar dengan kerjaan seperti itu. pembayarannya sering ditunda-tunda dibagi dalam beberapa termin. ada staf pemda yang buka kartu katanya dana sudah ada sejak awal namun sengaja didepositokan dulu oleh bosnya.

    untung paling 10-20%, itu pun tak berani langsung dipake. harus disisain sebagian untuk persiapan kalo-kalo ada dpr atau badan audit lainnya ngecek. pejabat plat merah yang sudah ambil bagiannya lebih dulu mana mau berbagi lagi. setiap ada yang audit, vendorlah yang harus nanggung amplopnya biar tidak diperpanjang. kalo tidak mau, jangan harap dapat proyek lagi kedepannya

    makanya aku hengkang dari sana ketimbang kebelit lingkaran setan yang tiada ujungnya...

    dan kasus perbaikan jalan kenapa dipepetin lebaran, aku pikir alasannya sama. biar duitnya dapat dan ketika dikomplen kenapa kerjaan ga beres, ada dalih karena waktunya terlalu mepet lebaran

    wedusss...

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya ikra ini masih postingan mbak khusna heheeh...

      nahh ini baru komentar ber mutu... rencananya sih pembangunan sepuluh bulan mau lebaran, untung saya bukan berkecimpung di pembangunan jalan...

      tapi hampir sama juga sih dengan pekerjaan saya... kenapa coba perbaikan pompa PAM atau saluran irigasi termasuk Got pada musim hujan ... jawabannya tinggal copas aja sesuai komentar mas rawins... hehehe

      Hapus
    2. nah ini sebenarnya yang sungguh saya ingin tau...rupanya sistimnya ribet banget ya?

      Hapus
    3. bang rawin pasti ngetiknya sampe jebol tuh kibotnya :D

      Hapus
    4. itu tidak ketik, tapi copy paste mbak :)

      Hapus
    5. pada ga tau ya..?
      aku punya admin sendiri khusus komen blog ga usah senam jempol sendiri...

      mungkin beda daerah beda orangnya bu
      tapi yang aku lihat dari instansi plat merah itu begitu. fisiknya ga penting, yang penting ada proyek dan anggaran habis.

      masih inget dulu berita tentang pemda diy yang ditegur karena mengembalikan dana pemulihan bencana pasca gempa jogja yang nyisa 14m? kira kira begitulah isi kepala sebagian pejabat kita. dana ga kepake ya jangan dibalikin. abisin aja lah buat bikin cendol kek...

      makanya miris bu
      aku pernah kerjain security sistem di pusdatin kemhan pondok labu. enam bulan berikutnya dapat proyek fiber optic di tempat sama. ternyata proyek yang sebelumnya alat tidak ada yang dipake sama sekali.

      buka pintu kudu pake id card, yang ada pintunya diganjal kayu biar ga nutup dan orang keluar masuk ga ribet harus cari yg id cardnya punya hak akses.

      gimana negara ga kebobolan terus, orang sistem keamanan saja orang dalam ga mau pake. dan itu terjadi di PUSAT DATA DAN INFORMASI KEMENTRIAN PERTAHANAN RI....

      bakal mampukah negara ini bertahan..?

      Hapus
  21. intinya sih pemerintah kasihan kepada kontraktor dan subkontraktor termasuk kepada kuli - kuli seperti saya, takut ndak dapet THR kalau dilaksanakan jauh jauh hari...

    BalasHapus
  22. itulah gaya pemerintah kta, selalu gelagapan dan pengen ambil jalan enaknya. Biar dibilang kerja sehingga perbaikan jalannya menjelang puasa. Ah semoga saja bukan karena ingin mendapatkan THR, karena pewagai negri tak punya THR.

    Merawat jalan kan seharusnya tidak hanya menjelang lebaran saja to ! Ambulah..itu urusan wong pinter. aku cuma bisa mlongo aja.

    BalasHapus
  23. Seru baca komentar Mas Rawins dan Mas Yono, Indonesia suka dengan yang mepet-mepet, kalo udah celaka baru deh dibenahi. Kalo belum ya udah di cuekin gitu aja. Acuh tak acuh :)

    BalasHapus
  24. Pemerintah tidak mau belajar dari tahun tahun sebelumnya. Selalu mengulangi kesalahan yang sama. Pembangunan jalan di kerjakan bulan puasa, giliran hari H nya tidak kelar juga.

    BalasHapus
  25. komentnya sudah banyak yg bermutu.. nyimak aja deh ^^

    BalasHapus
  26. hai mbaaaaakk... kenalan dooong dari tetangga sebelah,, ini 30blogchallenge selama puasa yak, kok dari day 1 sampe day 16 ada.. heuheuu...

    BalasHapus
  27. iya mbak, setuju.. kenapa musti menjelang lebaran jalan diperbaiki, nambah kemacetan,, -____- mungkin juga pemerintah ingin menghindari serbuan protes warga karna jalannya rusak..

    eh tapi emang ada mbak jalan kadang dipake kadang enggak? hehee.. mungkin tak sehiruk pikuk waktu mudik kali yah :D

    BalasHapus
  28. angka cantik, saya follower ke 33 :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku polownya tarnunggu urutan ke 96...

      Hapus
  29. jalan- jalan kesini setelah malem lembur perbaiki Pompa PAM DKI, nggak nanya ya xixixixi

    BalasHapus
  30. terima kasih untuk semua sahabat yang telah berkunjung dan urun rembug di sini, maaf saya belum sempat membalas satu-satu. sekali lagi, sungguh saya minta maaf....

    BalasHapus
    Balasan
    1. butuh admin buat ngetik komen gak..?

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya