Day 23: Kedatangan Seorang Sahabat dari Palestina

Bismillah...lancarkan hamba dalam menulis ya Alloh...

Dengan bercucuran air mata, saya menulis artikel ini.
Seperti biasa, subuh tadi ayah shalat di masjid At-Taqwa, masjid satu-satunya di komplek, yang jaraknya cuma beberapa puluh meter dari rumah kami, di seberang jalan. Setelah adzan berkumandang, sayapun segera mengambil air wudhu dan shalat di rumah. Setelah shalat, saya urungkan tilawah Qur'an, karena agak penasaran dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an dari masjid. Suaranya tak seperti biasanya. Ustad Syafrizal bukan, bapak pengelola masjid juga bukan, Ustad Zamri bukan pula. Suara siapakah gerangan? Logat arabnya khas banget.

Selesai shalat jamaah di masjid, ada beberapa pengumuman yang disampaikan, seperti biasa, informasi pembayaran zakat yang ditutup tanggal 2 nanti, kemudian pengisi ceramah tarawih dan imam shalat. Tapi ada satu lagi yang tak biasa alias istimewa. Masjid At Taqwa kedatangan tamu istimewa dari negeri nun jauh di sana. Negeri manakah itu? Palestina. Ya, kita kedatangan sahabat muslim kita dari Palestina. Alasan khusus kenapa beliau ke sini akan saya sampaikan di ujung cerita.

Lantunan ayat suci yang logatnya khas tadi berasal dari Muhtab bin Umair, seorang pejuang Palestina, usia beliau sekitar 35 atau 38 tahun, masih tergolong muda. Beliau mempunyai seorang istri dan seorang putra yang masih kecil. Beliau jauh-jauh datang dari Palestina ke Malaysia dan Indonesia untuk berbagi kisah pilu dari negerinya. Kisah super pilu yang tak pernah diekspose media, bahkan cenderung media internasional menutup-nutupi dan memutarbalikkan. Naudzubillah.

Karena jarang sekali jamaah masjid yang fasih berbahasa arab, maka ceramah dari Muhtab bin Umair ini diterjemahkan oleh pengelola masjid. Setiap usai satu sesi kisah, diselingi terjemahnya, begitu seterusnya hingga sesi tanya jawab berlangsung dan kisah pilu dari Palestina itu usai.

Di awal, beliau menyampaikan tentang perjalanan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, dan perjalana Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Masjidil Aqsa terletak di negara Palestina, yang sekarang sudah terbagi menjadi 4 yaitu Palestina sekarang, Suriah, Lebanon dan Jordania. Beliau berasal dari sebuah kota kecil di dekat Gaza.Pernah 3 kali ditangkap oleh tentara zionis Israel dan dipenjara selama 8 tahun.

Mengingat kata Masjidil Aqsa, langsung tertuju ke Qur'an. Di sana diterangkan beberapa kali tentang Masjid Al Aqsa ini. Di mana orang-orang Yahudi sangat membenci kata Masjidil Aqsa dan ingin menghancurkannya untuk dibangun kembali menjadi kuil pemujaan bagi meraka. Makanya, dengan berbagai alasan dan berbagai cara Yahudi Israel itu berusaha merebut dan menghancurkannya. Bahkan zionis Israel itu melarang kaum muslimin untuk shalat di masjid. Mereka melakukan berbagai tindakan keji dan biadab, yang tak pernah terjangkau media televisi ataupun media lain. Mereka menghancurkan pemukiman-pemukiman penduduk muslim. Saking bencinya mereka dengan kaum muslim. Setelah Masjidil Aqsa mereka "kuasai" mereka membangun terowongan-terowongan di dalam tanah di bawahnya. Untuk apa? Nah inilah tipu daya kaum zionis, mereka sengaja membangun terowongan-terowongan dengan menggunakan bahan-bahan kimia untuk melelehkan bebatuan di bawah bangunan masjid, supaya apabila terjadi gempa, baik itu gempa yang sengaja dibuat oleh Israel maupun gempa yang diakibatkan oleh ledakan senjata, bangunan di atasnya akan rubuh, mereka akan bilang bahwa para kabilah lah yang menyebabkannya. Sungguh cerdik siasat Israel ini.

Kisah ini adalah kejadian nyata yang tak diada-adakan. Muhtab bin Umair juga menceritakan tentang pengalan sehari-harinya di Palestina. Pengalaman beliau selama ikut berjuang menegakkan Al Qur'an, hadits dan ajaran teguh Islam. Seperti kita semua ketahui bahwa kaum Yahudi sangat membenci Al Quran, Islam dan ummat yang berpegang teguh dengan Al Qur'an dan hadits, sunnah Rasulullah. Mereka tak segan menghancurkan siapapun yang membela kebenaran kalamullah. Masjidil Aqsa adalah tanggung jawab Palestina dan ummat muslim. Mereka (termasuk Umair dan keluaganya) rela mengorbankan harta, jiwa, rumah mereka. Bahkan anak-anak kecil, bayi-bayi, kaum wanita dibunuh, dipenggal dan disiksa oleh tentara-tentara Israel itu. Kata beliau lagi, dalam sehari, hanya 3 jam mereka merasakan hidup. Maksudnya, hampir sepanjang hari mereka merasakan penderitaan, ketakutan dan kengerian. Baik itu oleh rudal-rudal yang meledak, tentara-tentara Israel yang menangkapi para pejuang, anak-anak yang dikubur hidup-hidup sedang orangtuaa mereka dipenggal kepalanya...ya Alloh...saya merinding mendengarkan kisah Pak Umair tersebut...

Insha Alloh lain kali saya sambung kisah beliau...ini mau nyuapi Zaki dulu...


Selamat Menjalankan Ibadah Shaum bagi yang Melaksanakan !!!



Posting Lebih Baru Posting Lama

36 Responses to “Day 23: Kedatangan Seorang Sahabat dari Palestina”

  1. nah kalo ini saya belum baca.
    nanti deh, saya sambi dengan bekerja membanting tulang.
    ehh.. tulang siapa yang dibanting-banting ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kerja diawali dengan baca bismillah dan robbisrihlii sodri wayassirlii amri.
      jangan main solitaire lho mas, hehe

      Hapus
    2. main solitare kayak penjaga tempat yang saya kunjungi beberapa waktu lalu...

      Hapus
    3. banting tulang? kalau saya mau banting setir aja hehe

      Hapus
    4. hati-hati Mang, setirannya copot lho...

      Hapus
  2. subhanallah, begitu keji orang-orang zionis. begitu benci terhadap umat muslim. Saya disini enak-enakan saja , ibadah tenang tapi cenderung malas, saya malu

    BalasHapus
    Balasan
    1. hamdalah kita semua diberi kelapangan waktu dan keamanan Pak Agus, semoga kisah beliau mampu menggugah ghiroh beribadah kita, ghiroh usaha dan kerja kita.tak bisa dipungkiri pula, sesungguhnya sejak 1400 tahun lalu Qur'an telah memberitakan hal ini. Sungguh, keajaiban Alloh malalui Qur'an benar adanya...

      Hapus
  3. Israel vs Palestina gak ada berhentinya ....

    BalasHapus
  4. Wa lan tardha anka 'l-yahuudu wa la 'n-nasharaa, hatta tattabi'a millatahum...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sungguh Maha Benar perkataan Alloh dalam surah Al Baqarah tersebut Pak Pri...ada perjuangan luar biasa dalam menegakkan agama islam...tapi kadang kita yang sudah terlahir islam-pun tak mau belajar (termasuk saya), lalai, dan menerima mentah-mentah tanpa mendalami dan berfikir pesan sesungguhnya yang disampaikan Qur'an. Padahal jelas Quran sumber segala ilmu dalam menjalani hidup, bahkan dunia IPTEK pun tak satupun luput dari apa yang ada dalam Qur'an. Masihkan tega kita mencela dan meremehkan sesama saudara muslim?

      Hapus
  5. Balasan
    1. sedih Mbak, bila Presiden Barrack Obama sedih dan menangis atas tragedi Sandy Wood, harusnya dia lebih sedih lagi melihat penganiayaan yang di Palestine, tapi malah tak ada reaksi yang berarti...

      Hapus
  6. negara yang tidak usai de landa peperangan. Terowongan bawah masjid yang akan mengakibatkan runtuhnya masjid itu sendiri.

    BalasHapus
  7. betul sekali, sudah selayaknya kita sebagai sesama muslim ikut membantu mereka, walau hanya dengan do'a. terowongan2 itu sengaja dibuat agar masjid runtuh, sehingga Yahudi bebas mendirikan kuil solomon, dengan dalih kepada dunia bahwa mereka akan mencari jejak peninggalan Solomon...

    BalasHapus
  8. Semoga saja bisa menjadi negara merdeka. Begitulah yahudi banyak akal liciknya.

    BalasHapus
  9. Media 'dibungkam' karena bila kebenaran terkuak, maka dunia bereaksi. Itu yang mereka tidak inginkan.

    Cukup membuatku merinding bacanya. :(

    BalasHapus
  10. yang soal terowongan bermisi menghancurkan itu, saya bener2 kaget dan jadi gemes banget pengin nampol mukanya orang israel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah Pak, kelicikan mereka. Sekarang terowongannya sudah semakin banyak, dan sisi sisi masjidnya sebagian sudah runtuh.

      Hapus
  11. kalo kisahnya yang 8 tahun di penjara itu dibukukan, menarik loh Mbak.
    diwawancarai gihh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. tak bisa mewawancarai Pak Zach, hanya ayahnya yang ikut sesi tanya jawab bersama beliau ba'da shubuh kemarin, sudah saya catat, dan akan saya blog-kan

      Hapus
  12. umur pak muhtab tergolong muda?
    terima kasih.
    ini pengakuan Mbak Khusna. cukup buat saya.
    buat Kang Rawins dan Pacul, kalian juga boleh bangga dibilang muda

    BalasHapus
    Balasan
    1. apalagi saya, malah masih bau kencur dong

      Hapus
  13. Peperangan dan pertikaian antara yahudi dan muslim sudah ada sejak dulu dan bahkan sampai kiamat nanti.., semoga dinegara kita yang bermacam-macam agama ini tetap rukun dan damai..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, insha Alloh. adem rasanya membaca yang ini. bila Indonesia tentrem damai, rakyatnya makmur merata...kan enak tuh

      Hapus
  14. orang Israel sungguh biadab, keji, kejam

    BalasHapus
    Balasan
    1. sifat-sifat mereka sudah sejak dulu diceritakan dalam Qur'an Mang...tak heran lagi, sudah sejak nenek moyang mereka. sifat ketamakan akan kekuuasaan dan harta di dunia.

      Hapus
  15. saya malah merinding bacanya, mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya yang mendengarkan dari rumah (dekat masjid) pun ngeri lho Mang

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya