Day 24: Kedatangan Seorang Sahabat dari Palestina (lanjutan)


Bismillah, kali ini saya akan melanjutkan menulis ulang cerita Pak Umair--jujur, saya sengaja mencatat kisah beliau di kertas, supaya tidak ada yang melenceng dari ucapan beliau, jelas ada banyak waktu untuk mencatat, karena metode sharing-nya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Satu sesi bahasa arab, satu sesi bahasa Indonesia...satu sesi saya mencatat, satu sesi saya menkoreksi ulang bila ada yang kurang tepat.

Bagi saya pribadi, tak manusiawi sungguh, bila kita menutup mata atas kejadian di Palestine. Karena menyangkut kekejaman terhadap sesama manusia. Menyangkut kebenaran yang ditutup-tutupi oleh dunia. Bila bukan muslim pun, saya rasa tetap tak menganggap ini adalah suatu kewajaran. Beberapa situs di internet dihapus karena menayangkan kejadian nyata di sana. Beberapa pihak tak mau dunia tau, bahwa Israel telah melakukan kekejian bagi masyarakat muslim Palestina.

Muhtab bin Umair menyampaikan hakikat Masjidil Aqsa, kenapa masjid itu begitu berarti bagi ummat muslim di dunia. Pertama, masjidil Aqsa adalah kiblat pertama bagi ummat Islam, kedua masjidil Aqsa adalah tempat ibadah bagi ummat Islam. Dengan berbagai dalih, Israel berusaha menghancurkan masjid tersebut. Mereka tak rela ada muslim di sana. Rakusnya...sudah punya negara, juga masih menjajah negara orang. 

Beliau melanjutkan kisah bahwa Palestina saat ini dalam kondisi yang sangat miskin dan memprihatinkan. Ribuan hektar tanaman zaitun masyarakat muslim dibakar dan diratakan dengan tanah. Zaitun yang merupakan komoditi perdagangan utama Palestina dihancurkan. Ada beberapa foto yang beliau tunjukkan, tentara Israel menembaki para petani zaitun di kebun-kebun mereka.

Satu lagi kisah mengenaskan tentang sebuah keluarga. Ada sebuah keluarga yang sedang berada di pantai. Keluarga miskin yang ayahnya seorang sopir. Bertahun-tahun keluarga itu menabung mengumpulkan uang untuk membeli daging dan ingin mengajak anak-anaknya melihat pantai. Kita tau, keadaan ekonomi yang carut marut membuat harga daging di sana sangat mahal...Saat mereka sedang makan, dari laut datang beberapa kapal tentara Israel, kapal itu dengan serta merta menembakkan rudal ke arah mereka. Beberapa rudal meledak diantara orang-orang itu. Tak ada yang selamat selain Huda Laila, seorang putri sopir tadi.

Kisah di atas hanyalah secuil kisah penderitaan rakyat Palestina. 
Aksi kejam lain yaitu penggunaan senjata fosfor putih atau Willie Pete oleh tentara Israel. Sebagaimana kita tahu, bahwa bom fosfor putih ini dilarang digunakan di dunia. Israel selalu menyangkal bahwa mereka menggunakan ini. PBB pun tak ambil pusing dengan senjata ini, padahal jelas senjata ini tidak boleh digunakan. Fosfor putih menyebabkan kebakaran hebat, dan bila terkena percikannya, badan manusia akan terbakar, dan partikel tersebut tetap tak akan berhenti membakar dan tetap menyala mesti telah kontak dengan kulit, hingga sampai membakar tulang. Asapnya juga sangat membahaykan kesehatan. Anak-anak, ibu-ibu dan lansia banyak yang sakit organ pernafasannya karena asap bom fosfor putih.

Kemudian acara dilanjutkan dengan melihat video. Ayah Zaki ikut serta menyaksikannya. Tapi jangan dikira video yang ditonton adalah video berwarna dan beresolusi bagus ya. Tapi video yang diambil dengan kamera seadanya dan dengan sembunyi-sembunyi.

Ada beberapa kisah dalam video tersebut.
Video pertama tentang korban anak-anak kecil, bayi-bayi, ibu-ibu dan lansia. Mayat-mayat bergelimpangan di mana-mana dengan luka yang sangat mengenaskan. Kepala hancur, mata tertembus peluru. Sungguh bila melihatnya, kita akan menagis dibuatnya, merinding sekujur badan saja mendengarkan narasi video itu dari rumah.

Video kedua tentang ibu-ibu yang mendapati putranya sudah terbujur kaku dan berlumuran darah. Kemudian dilanjut dengan rakyar sipil yang terkena peluru sulfur.

Video ketiga tentang tembok pembatas, temboknya kaum yahudi, tembok Israel tempat dimana mereka bersembunyi dan berlindung di dalamnya, menyerang dari belakang dan dengan diam-diam. Yang seperti dijelaskan oleh Al Qur'an dalam surah Al Hasyr ayat 14.

Video selanjutnya tentang keluarga beliau yang tewas dan rumah-rumah yang hancur.

Kemudian dilanjutkan dengan video tentara Israel yang menduduki Masjidil Aqsa.

Keheranan terbesar saya adalah, begitu teganya Israel membantai rakyat biasa dengan senjata-senjata super canggih, tank-tank, helikopter dan rudal jarak jauh ke negara Palestina yang rakyatnya sudah miskin, bahkan hanya melawan dengan alat-alat yang terbatas.

Satu lagi kisah kekejian tentara zionis yang melindasi ummat muslim dengan tank-tank mereka, hingga tak ada lagi bentuk jasadnya. Naudzubillahimindzalik...Sungguh ini kejadian nyata yang ada di belahan bumi lain dari Indonesia. Di mana ummat muslim dizalimi dan dianiaya demi sebuah kekuasaan dunia semata. Tak sakitkah hati kita? Tak ibakah kita? Bagaimana bila anak-anak kita, suami-suami, istri-istri, orang tua kita yang mengalami? Masih punya egokah kita (saya) untuk mementingkan diri sendiri?

Kisah akan saya sambung lain kali (insha Alloh)--tentang kisah Pak Umair ketika dipenjara 8 tahun.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa!!!





Posting Lebih Baru Posting Lama

33 Responses to “Day 24: Kedatangan Seorang Sahabat dari Palestina (lanjutan)”

  1. lagi-lagi saya tunda bacanya ntar malam Insya Allah. sekarang biasa, nyari tulang buat dibanting.

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap siap mampir di tukang lontong kikil siapa tahu ada sisa tulang untuk di bawa kerja

      Hapus
    2. tulsng iksn teri...enak dimakan.

      Hapus
  2. Jerusalem...
    itu sumbernya. dan ini yang aku bilang sebagai dosa agama untuk kemanusiaan. dimana pengikut musa, isa dan muhammad tidak ada hentinya menumpahkan darah hanya untuk kota itu

    kita tak bisa menyalahkan salah satu pihak
    karena dimanapun namanya perang tidak pilih orang. yang lemah selalu menjadi korban.

    kita pun tak bisa mengatakan palestina itu milik israel atau arab. karena sejak berabad lalu penguasanya berganti-ganti. sekarang sering disebut sebagai tanah arab, karena pada waktu ham mulai dilirik orang, palestina sedang dikuasai orang arab. lebih khusus lagi karena di indonesia kebanyakan masyarakatnya muslim. seingga ketika sentimen agama yang dimunculkan untuk mencari dukungan publik, kita cenderung menganggap palestina milik arab. sementara bagi mereka yang di negara non muslim, tetap menganggap palestina milik bani israel yang sebelumnya diusir dari sana.

    tak akan ada habisnya membicarakan palestina bila kita lihat sisi politiknya. sementara membicarakan sisi kemanusiaannya, akan sulit lepas dari sisi politik dan agamanya.

    masalahnya terlalu rumit karena faktor agama telah membuat manusia sibuk dengan agamanya sampai melupakan tuhannya. tuhan menjadikan jerusalem sebagai tempat suci agama besar mungkin biar manusia itu bisa bersatu. bila kenyataannya malah jadi berebutan, itu yang aku bilang agama telah menjadikan tuhan mitos...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yo wes tak komentari , tapi apa ya , soale abot banget sih mas..
      ngerti saya cuma kalau parkir itu 2000 sekali parkir, itu aja sih

      Hapus
    2. bukan per jam ya mas 2000 ...

      Hapus
    3. jadi siapa cepat itu dapat ya mas raw...

      Hapus
    4. udah gotongan bertiga gini masih dibilang abot..?

      Hapus
    5. terima kasih atas penjelasannya Pak Raw, banyak pendapat di masyarakat bahwa kekejaman Israel di tanah Palestina karena beranggapan bahwa tanah Masjidil Aqsa atau Jerusalem adalah tanah suci bagi tiga agama. Bagi Islam, jelas sudah di dalam Al Qur'an yang isinya dijamin dari awal turun hingga hari kiamat kelak tidak bakal berubah, tapi bagi agama Yahudi sendiri, atau orang-orang Yudaisme, mereka merubah isi talmud dari masa ke masa, hingga sekarang talmud sendiri isinya sudah melenceng jauh dari pakemnya, isinya berupa propaganda bahwa ummat selain mereka adalah babi bodoh yang harus dibasmi, termasuk Islam tentunya. Di mulai dari statemen talmud yang sudah mendarah daging dan turun temurun seperti itu, hingga jaman modern hal tersebut masuk ke politik dunia. Tak cuma di Palestina, bahkan muslim-muslim yang tinggal di belahan bumi Eropa dan Amerika banyak yang di bully oleh masyarakat non muslim. Sebagai sesama muslim (saya pribadi) sudah layaknya berempati. Bila tidak sesama muslim, siapa lagi, walau di luar sana ada milyaran orang baik dan juga berempati ke Palestina.
      Ditilik dari segi agama, seperti itulah adanya. Sedang dari segi kemanusiaan sendiri, jelas penindasan rakyat palestina bukan sebuah issue semata yang hanya pantas dibelaskasihani, tapi PBB sebagai organisasi yang katanya perdamaian dunia, juga sudah semestinya berusaha dan menengahi, bukan malah ikut mensupplay senjata dan tentara yang katanya tentara perdamaian, tapi berubah fungsi menjadi tentara pembela Israel--sebuah negara. Dilihat dari kasus tersebut, sudah sangat jelas kecenderungannya. Bahkan negara Saudi sendiri, kenyataannya tak seperti peranggapan kita.. Ada satu sesi tanya jawab yang sangat mengejutkan isinya, in shaa Alloh saya sampaikan lain kali.

      Hapus
    6. itu yang aku sebut agama sudah memecah belah sisi kemanusiaan kita. yang muslim menganggap nasrani dan yahudi ajarannya sudah tak murni. yang nasrani menganggap yahudi jadul dan muslim bikin aliran baru.

      banyak yang ga sadar kalo agama dijadikan komoditas mencari dukungan saja. arab saja yang kaya raya karena jualan islam nyatanya pro amerika. kapitalisme sudah masuk ke semua lini, agama dan bangsa. apapun termasuk agama tak masalah dijual asal bisa meningkatkan kapitalnya.

      biarkan saja lah. sudah masanya dunia diinstal ulang kayaknya. dah kebanyakan virus, hehe...

      Hapus
  3. Palestin, tanah impian untuk syahid. Jika belum memungkinkan membantu, minimal selalu kirimkan doa untuk saudara-saudara disana

    BalasHapus
  4. Palestina oh Palestina ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau di majalah tempoe doeloe, ada oh mama oh papa...

      Hapus
  5. lagi lagi saya terharu semakin jeru membaca kelanjutannya, tiada daya upaya yang mungkin saya perbuat selain doa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. om agus urik...
      komenku diliwat

      Hapus
    2. eh iki blognya bue zaki ding
      kirain om agus yang punya rumah, maap..

      Hapus
    3. haheho, yo wes tak komentari, abot je mas komenmu

      Hapus
    4. bacain yang keras ya mas agus...

      Hapus
    5. benar sekali, saat ini baru doa yang mampu diperbuat. padahal mereka juga butuh bantuan obat-obatan, tenaga medis, bahan makanan dll...

      Hapus
    6. mending bu bisa kirim doa
      aku cuma bisa omong doang tanpa tindakan...

      Hapus
  6. karena ini ada kelanjutannya, Boku juga nglanjutin mbacanya Mbak, mudik...mudik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kelanjutannya nanti setelah lebaran mas

      Hapus
    2. silakan semuanya Pak Boku, Mamang...

      Hapus
  7. iya Mbak, saya selalu membayangkan demikian.
    di sana itu, ada pribadi-pribadi yang benar-benar merasakan penderitaan. yang anaknya merasakan penderitaannya, isterinya, suaminya, atau keluarganya yang lain. kita harus bisa berempati soal itu, sehingga kita nggak sampai ngomong: alaaaah di sana mah biasa kayak gitu.

    benar-benar dajjal sudah ada di muka bumi ini. dajjal penebar fitnah dan bencana di mana-mana. setelah palestine, lalu suriah, kini mesir. siapa coba dalangnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang pasti dalangnya bukan Parto ya mas, itu kan dalang OVJ

      Hapus
    2. sudah dijelaskandalam Qur'an bahwa konflik Palestina dan Israel ini akan terus hingga akhir zaman Pak, dan sudah menjadi ketetapan Alloh di lauh mahfus...

      esensi Islam sendiri kadang sudah tak dipercayai, bahkan oleh ummat Islam sendiri. Padahal sesungguhnya aturan dan ajaran Islam sangat realistis dan sangat masuk dimanapun juga.

      kadang manusia sendiri menmfoto copy sifat-sifat dajjal, mereka serakah terhadap harta dunia, seperti Yahudi Israel yang ingin mencari jejak Haikal Solomon---sebagai raja terkaya sepanjang masa. dengan dalih itulah mereka merebut al Quds, padahal penduduk Palestine sendiri tak peduli sama sekali tentang harta itu, bahkan mereka tak menggunakannya, e kok Israel datang sekonyong-konyong ingin mencari kembali peninggalan solomon itu dengan merusak Masjidil Aqsa...jelas keserakahan dunianya.

      Hapus
  8. menyimak ceritanya sungguh memprihatinkan kondisi disana..spertinya kental konspirasi yg gak berujung

    BalasHapus
  9. membaca kisah ini jadi merinding sekujur badan ... sungguh kejamnya tentara israel... israel sungguh biadab...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya