Day 25: Kedatangan Seorang Sahabat dari Palestina (masih lanjutan)



Video berdurasi beberapa menit tersebut telah membuat hati para jamaah masjid miris dan sedih. Selanjutnya Pak Umair mengisahkan tentang pengalaman beliau di penjara selama 8 tahun di penjara Israel. Penjara yang mengisahkan cerita tragis dan sangat emosional. Beliau dipenjara bukan karena minuman keras, bukan karena mabuk, bukan karena mencuri dan bukan karena menggunakan narkoba, tapi beliau dipenjara karena ikut berjuang menegakkan Islam di bumi Palestina, melawan penindasan tentara Israel di kampungnya.

Beliau juga mengisahkan tentang Syaikh Ahmad Yasin, seorang pemimpin Palestine yang sangat teguh menegakkan Islam dan lembut hatinya. Namun dunia begitu membenci beliau karena fitnah-fitnah yang dituduhkan kepadanya. Beliau wafat di tahun 2004 saat helikopter Israel menyerang masjid setelah beliau menunaikan ibadah shalat subuh berjamaah. Badan syaikh Ahmad Yasin hancur sedang yang tersisa hanya kepalanya. Ya Alloh.

Di dalam penjara, Pak Umair mengalami banyak sekali siksaan, baik itu siksaan fisik maupun psikis. Anehnya, tak cuma laki-laki dan prajurit Palestine saja yang dipenjara, tapi termasuk anak-anak, ibu-ibu dan orang tua. Anak-anak disiksa, dengan diikat badannya kemudian tangan mereka dipanggang di atas kompor, sedang badan mereka diguyur dengan air panas. Hati ibu mana yang tak menangis melihat anaknya diperlakukan seperti itu. Mampukah kita membayangkan bila anak kita dibegitukan? Tak mampu, kata saya pribadi. Tak sedikit anak-anak yang meninggal di penjara. Ibu-ibu dan para wanita lain diperlakukan sangat sadis dan tak etis. Tiap malam beberapa dari mereka diambil untuk diperkosa oleh tentara Zionis Israel. Ya Rabb--lindungi dan kuatkan mereka, jadikan mereka syahid di sana...

Kemudian, beliau sendiri mengalami siksaan yang tak kalah ngerinya, saya terisak mendengarkan kisah beliau...Para pejuang Palestina didudukkan di kursi kecil seukuran kursi balita, kemudian tangan dan kaki mereka diikat selama 3 hari 3 malam dan dalam sehari hanya dikasih waktu beberapa menit untuk berdiri kemudian kembali diikat lagi. Beliau sempat mencontohkan, seperti apa posisi waktu beliau diikat. Kemudian kepala mereka dipukuli hingga berdarah-darah. Mereka dihina dan dikata-katai. Setelah puas, mereka kemudian memukuli bagian perut para tahanan. Tak sedikit tahanan yang meninggal saat perut mereka dipukul dan ditendang, kerusakan organ-organ di dalam perut dan pendarahan dalam. Berkat kekuatan dari Alloh lah Pak Umair kuat dan mampu bertahan...subhanalloh.

Terus, bagaimana ceritanya beliau bisa bebas dari penjara?
Hal ini tak lepas dari kegigihan para pejuang muslim lainnya yang berhasil menangkap petinggi-petinggi Israel, kemudian mereka barter dengan tahanan. Waktu itu ada sekitar 10.000 tahanan yang dipenjara di Israel, dengan perlakuan kasar dan ransum makanan berupa makanan basi, air-air genangan dan kotoran---ya Alloh... Mereka bersedia melepaskan petinggi Israel tersebut dengan syarat pembebasan pejuang dan rakyat sipil Palestina. Sejumlah 1400 tahanan dibebaskan dan satu diantaranya adalah Muhtab bin Umair, seseorang yang kemarin ke masjid At Taqwa. Namun, sebelum pak Umair keluar dari penjara, teman-teman beliau seperjauangan berpesan agar menyampaikan kisah selama di penjara ke dunia. Beberapa sahabat beliau sebelum meninggal di penjara juga berwasiat agar Umair nanti menyampaikan kisah perjuangan mereka selama di dalam penjara kepada masyarakat dunia. Nah, karena amanat tersebutlah Muhtab bin Umair sampai ke Indonesia...

Mengandalkan televisi, internet, dan media masa lainnya untuk menguakkan penyiksaan penjara ke dunia tak cukup efektif karena beberapa tayangan sudah dimodifikasi bahkan diputar balikan, bahkan situs-situs internet yang memuat kekejaman di penjara pun dihapus, oleh siapa? Berfikir sendiri, siapa yang berhak menghapusnya?

Bismillah, saat ini hanya doa bagi para pejuang dan sesama muslim di Palestina yang mampu saya perbuat. Semoga mereka dikaruniai kekuatan dan keteguhan dalam berjuang, menjalankan Islam yang sesungguhnya sesuai dengan Qur'an dan sunnah Rosulullah...

Masih ada satu sesi tanya jawab yang belum sempat saya posting, in shaa Alloh lain hari saya sampaikan.


Selamat menjalankan Ibadah Puasa !!! Hari ini mungkin sudah ada yang melakukan perjalanan mudik, semoga perjalanannya lancar...




Posting Lebih Baru Posting Lama

23 Responses to “Day 25: Kedatangan Seorang Sahabat dari Palestina (masih lanjutan)”

  1. G kebayang mb ,,,
    jika kita dilahitkan d palestine,,,

    semoga selalu dalam LindunganNYA

    BalasHapus
  2. Kejam banget yaaa sii Israel ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang tinggal di ibu kota....saya belum pernah ke sana

      Hapus
  3. bukan israel, arab atau siapapun...
    peranglah yang kejam dalam arti kata sesungguhnya

    tentara kita dibilang kejam menembaki opm di papua. emang opm tidak kejam waktu nembakin tentara? tak bisa kita membenarkan atau menyalahkan salah satu hanya karena keterpihakan. karena itulah perang. yang berpotensi jadi bibit dendam yang tiada habisnya.

    orang jawa bilang dendam itu kutukan mpu gandring. kutukan itu baru bisa hilang bila semua pihak tak lagi memikirkan keberpihakan, namun kembali kepada khasanah kemanusiaan. kita sama sama manusia yang diciptakan tuhan untuk hidup berdampingan.

    makanya menyebalkan bila ada pihak tertentu yang selalu mengaitkan hal hal seperti itu dengan agama. efeknya membuat agama bukan lagi rahmat bagi semesta alam. yang ada malah mengompori pertikaian jadi makin luas.

    kalo memang agama itu membawa kedamaian, mengapa musti ada perang salib yang berlarut-larut selama berabad-abad. kenapa harus ada genocyde bosnia, pembantaian myanmar, kerusuhan poso dll dll

    lupakan saja agama
    kembalilah ke jalan tuhan yang selalu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. tak masalh kita tak mampu mendamaikan dunia. tapi minimal kita musti mampu mendamaikan hati agar melupakan keberpihakan kepada mereka yang berperang

    berpihak pada perdamaian kayaknya lebih indah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo di tempat mbak khusna, doi niat banget deh kalo komen.

      Hapus
    2. hihihi, sungguh, terima kasih banyak...Pak Zach ngiri ya....

      keberpihakan kepada sesama muslim tentu ada Pak Raw, saya pribadi ikut merasakan kepedihan ini, walau badan saya tak pernah mereka siksa, tapi hati tetap bersedih...tapi andai saya tak beragama Islam pun, saya tetap tak bisa menerima perlakuan sadis Israel di bumi Palestine. Mengenai Holocoust dan NAZI yang super kejam itupun sebenarnya sudah diputar balikkan, korban meninggal tak sebanyak yang dicantumkan di media, kaum Yahudi pun sudah mengakuinya, mereka hanya mengambil titik celah dan mengambil untung dari korban genocyde. Banyak celah-celah yang dimanfaatkan untuk meraup kekuasaan dunia. Termasuk sekarang Syiria, Mesir pun sudah kalut dan carut-marut seperti itu, semua barawal dari propaganda suatu pihak yang tak ingin perdamaian dunia terwujud. Sengaja dibuat kacau, supaya setelah hancur, mereka bisa mengambil alih. Bahkan tak menutup dari kaum muslim sendiri sekarang tak mau bersatu dan gampang sekali terpecah belah...

      Hapus
    3. ya itu yang aku sebut kekejaman perang
      siapa yang kuat dia yang bakal kuasa termasuk memutarbalikan fakta. dan masih tentang perang, andaikata muslim yang diatas anginpun tak ada yang bisa jamin pemutarbalikan fakta oleh muslim tidak akan terjadi.

      makanya aku lebih suka mengatakan itu sebagai kekejaman perang. bukan kekejaman suatu bangsa atau agama tertentu

      dah ah ndak dikomplen lik zach...

      Hapus
  4. Peperangan memang tidak mengenakan. Ada istilah musuh dan kawan. Musuh yang kata lawan harus dimusnahkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dan korbanya adalah rakyat sipil...itu yang membuat kita miris

      Hapus
  5. gemes saya. koq ya ada ya umat begitu di muka bumi. tokoh antagonis selamanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau gemes dicubit Pak.

      Entahlah, sudah rancu motivasi perangnya, tak lagi berbau kesucian, tapi berbau kejayaan dan kekuasaan harta Pak.

      Hapus
    2. Pak Zach, turut prihatin atas musibah, atas kehilangan kendaraannya, semoga Alloh menggantinya dengan yang lebih baik...

      Hapus
    3. kalo dulu kan prinsipnya god glory gospel
      sekarang berubah jadi gut gun and glory...

      Hapus
  6. Bagi pihak yang selalu mendambakan perdamaian, tindakan orang-orang yang menyiksa bahkan membunuh orang-orang yang tidak berdosa memang tidak akan pernah bisa diterima, sampai kapanpun. Terlebih lagi jika mengetahui bahwa orang tua, ibu-ibu dan anak-anak jga menjadi sasaran kebiadaban mereka.

    Aku jadi teringat tentang Holocaust yang dilakukan oleh NAZI terhadap kelompok, etnis, kaum, terutama Yahudi. Sangat kejam sekejam-kejamnya. Kejadian Holocaust saja tidak bisa aku terima, apalagi jika kejadian serupa menimpa saudara seiman denganku.

    BalasHapus
    Balasan
    1. apa Hittler perlu dibangkitkan buat ngelawan Zionis? biar remuk sama remuk dan kita bertepuk tangan?
      ahh.. bukan sifat kita ya..

      Hapus
    2. saat ini baru doa yang bisa kita perbuat...
      banyak Organisasi Nirlaba, sukarelawan yang mencoba membantu dan menolong rakyat sipil Palestina, namun tetep saja Israel tak menginginkan itu, terbukti atas penyerangan kapal Mavi Marmara

      Hapus
    3. dan kita yang pro palestina masih saja menganggap komunis sebagai musuh. padahal senjata intifada banyak disuplai rusia, hehe...

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya