Day 26: Kedatangan Seorang Sahabat dari Palestina (selesai)



Sesi terakhir dari kisah Muhtab bin Umair adalah tanya jawab. Tak banyak waktu tersisa, karena jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi, shalat subuh di sini selesai pukul 05.15. Tak bisa mereka melanjutkan hingga pukul 06.30 karena beberapa jamaah harus segara bersiap berangkat ke pabrik, bus karyawan lewat sekitar 06.32.

Hanya cukup untuk dua buah pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan pertama mengenai Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Tanya:
Apakah ada bantuan dari pemerintah Arab Saudi atas kekejaman rezim Israel di palestina?

Jawab:
Pemerintah Arab Saudi dan negara-negara di Timur Tengah lainnya, mereka tak memberikan bantuan yang cukup berarti bagi Palestina. Perlakuan mereka cukup beralasan karena apabila mereka membantu Palestina, hubungan polotik ekonomi negara mereka dengan Amerika Serikat akan hancur, dan ada beberapa penekanan di sana bahwa justru organisasi-organisasi kemanusiaan di negara timur tengahlah yang banyak membantu, bukan pemerintahnya sendiri.

Sebuah konspirasi berat USA sebagai negara yang menguasai perekonomian dunia, mampu mengatur negara manapun yang dia sukai dan berpotensi bagi keuntungan Amerika, tak terkecuali Kerajaan Arab sekalipun.

Tanya:
Bagaimana keadaan tentara Palestina, dan seperti apa mereka?

Jawab:
Tentara Palestina berasal dari pemuda-pemuda yang jiwanya sudah betul-betul kuat dan terlatih dalam menjalani himpitan luar biasa. Mereka menggunakan senjata-senjata yang tak lebih canggih dari senjata tentara Israel, bahkan sangat tak sepadan disebut berperang karena Israel dibackup USA dan disupplay senjata-senjata canggih.

Sosok prajurit Palestina semuanya adalah para hafis Al Qur'an. Jangan dibandingkan hafis Qur'an hanya sekedar menghafal Al Qur'an di luar kepala, tapi mereka yang betul-betul mampu berpegang teguh atas nilai Qur'an, memahami, dan mengambil pelajaran di dalamnya. Tentu maksudnya adalah mencari jiwa-jiwa yang kuat dan berprinsip, tak gampang lembek dan menyerah walau nyawa dipertaruhkan.


Demikian semua sudah saya tulis sesuai dengan apa yang saya dengar kemudian saya catat di kertas, semoga ada hikmah dan ilmu baru yang dipetik dari kejadian ini. Semoga ada ghiroh dan semangat baru dalam melakukan segala tindakan...


Selamat Menjalankan Ibadah Puasa... bagi mudikers...semoga perjalanannya lancar, selamat sampai tujuan..aamiin.



Posting Lebih Baru Posting Lama

17 Responses to “Day 26: Kedatangan Seorang Sahabat dari Palestina (selesai)”

  1. negara-negara OKI memang nggak kompak kan untuk bersolidaritas bersama. politik luar negeri masing-masing yang oportunistis memaklumkan itu. miris.

    BalasHapus
    Balasan
    1. berpatokan pada national interest,

      Hapus
  2. saya belum mudiiik...
    aamiin, semoga lancar semua perjalanan teman-teman dan kita semua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga mudik nanti lancar perjalanan Pak...
      saya turut prihatin akan musibah kehilangannya, semoga Alloh mengganti dengan yang lebih baik...

      Hapus
    2. aamiin.
      saya ingin Allah menggantinya dengan anugerah kesehatan, keselamatan dan keseuksesan untuk kita semua

      Hapus
    3. amiin...doa mas zach juga saya quick smash amiin

      Hapus
  3. Si Saud dulu kan bikin negara dibantu enggeris...

    BalasHapus
    Balasan
    1. salim, berjabat tangan.

      karena minyaknya mungkin, banyak yang mengincar...

      Hapus
  4. Keren yah para penghafal Al Qur'an ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah, keren banget, salut buat mereka...

      Hapus
  5. semoga Allah selalu membantu para mujahidin yang ada di palestina

    BalasHapus
  6. negara arab memang berafiliasi ke amrik, mesir pun kini dalam incaran karena berpotensi mengganggu hegemoni amrik.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya