Day 28 : Fenomena Pembagian Zakat


Tak cuma sekali dua kali peristiwa eneg ini menjadi berita di berbagai media. Baik media cetak, televisi, maupun internet santer mengabarkan fenomena yang menurut saya aneh dan cukup mengherankan ini. Pembagian zakat secara langsung oleh para pengusaha dan ulama di beberapa daerah yang berakhir dengan keributan, berdesak-desakan bahkan hingga memakan korban jiwa. Zakat yang hakikatnya adalah berkah bagi kaum dhuafa berubah menjadi momok mengerikan yang malah sering menimbulkan rasa sakit hati dan terdzalimi.

Seharusnya peristiwa yang menyesakkan dada ini tak perlu terjadi apabila muzzaki atau orang yang berzakat mau memanfaatkan Lembaga Amil Zakat di sekitar rumahnya untuk mengelola zakat mereka. Sekarang tak cuma di masjid-masjid yang mengelola zakat. BAZNAS atau Badan Amil Zakat Nasional dengan mudah kita jumpai di kota-kota di Indonesia. Apabila masih kerepotan juga mendatangi kantornya, bisa langsung saja membayarkan zakat mereka melalui transfer bank. Praktis kan? Nggak perlu susah payah woro-woro mengumpulkan kaum dhuafa untuk mendatangi kediaman mereka, nggak perlu menyediakan tenaga-tenaga pembagi zakat--yang biasanya ditugaskan untuk membagikan uang atau sembako, tak perlu menyediakan tempat atau ruang yang luas untuk menampung para mustahik--penerima zakat, dan jelas tak perlu ada korban pingsan atau bahkan meninggal dunia. Apabila melalui BAZNAS, dijamin zakat akan sampai ke tangan yang tepat dan in shaa Alloh amanah dan transparant.

Masih belum bisa masuk di otak saya, kenapa kaum yang katanya terpandang dan terpelajar seperti mereka mau mengorbankan masyarakat miskin dan malah menyusahkan mereka dengan sedekahnya. Rosullullah sendiri sudah memberi gambaran tentang sedekah, yaitu :

"Tujuh kelompok yang akan mendapatkan naungan dari Alloh pada hari yang tak ada naungan kecuali naungan-Nya diantaranya yaitu: Seseorang yang menyedekahkan hartanya secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya." (Muttafaq 'alaih)

Saya yakin, hampir semua muzzaki sudah mengetahui teladan yang oleh Rasulullah kita tercinta, beliau mencontohkannya secara gamblang dan mudah dipahami oleh kita semua. Buat apa repot-repot membagi zakat secara langsung bila berujung mudharat, artinya hasil yang para mustahik peroleh tak sebanding dengan pengorbanan mereka. Wong jelas sudah ada Badan Amil Zakat kok. Bukankah agama Islam sendiri sangat mudah,  dan tak merepotkan, tapi manusia sendiri yang suka merepotkan dan membuat susah diri mereka sendiri.

Bagi para karyawan dan pekerja, yang penghasilannya sudah mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, makan, minum, pakaian, rumah, sekolah dll pun harta perolehannya hendaknya dizakati. Karena penghasilan atau pendapatan kita sebagian adalah hak orang lain, yaitu kaum dhuafa, anak-anak yatim dan mustahik lainnya. Hendaknya penghasilan kita dipotong 2,5 % tiap gajian untuk dizakatkan. Tak perlu susah payah, serahkan saja ke Badan Amil Zakat yang ada di masjid. Bila sebagian masih enggan, dengan alasan sudah dipotong pajak penghasilan, PPH 21, ya terserah kebijakan pribadi mereka masing-masing. Sebagian karyawan di sini pun masih bersitegang antara keegoisan dan panggilan berzakat. Ada yang ngotot,

"PPh ku sudah 2 juta sendiri tiap bulan, kok masih disuruh zakat sih...?".

(Koreksi: mungkin maksud beliau yang ngomong bukan PPh, tapi potongan gaji tiap bulan di sini biasanya terdiri atas Setoran PPh 21, Rapel Setoran Pph 21 yang besarnya lebih dari separo Pph 21, Jamsostek, Iuran Koperasi sebesar sepuluh ribu dan potongan Serkat Pekerja sebesar empat ribu rupiah saja).

Nah, sekarang jadi rancu kan, pajak penghasilan yang kita setorkan ke pemerintah yang katanya dikembalikan untuk kemakmuran rakyat, kenyataannya masih juga banyak desa tertinggal dan masyarakat miskin di negara kita? Bagaimana rakyatnya bisa baik, bila contoh dari atas saja sudah tak baik? Eh....kok malah mbleber-mbleber ke PPH sih....

Ya, sekedar gambaran pembagian zakat kok...semoga bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua supaya bijak mengelola harta dan bijak memanfaatkannya untuk sesama...aamiin.

Happy Fasting !!! 



Posting Lebih Baru Posting Lama

62 Responses to “Day 28 : Fenomena Pembagian Zakat”

  1. kalau saya pribadi dan saya ajarkan kepada istri dan anak saya kelak, ini pun saya meniru bapak saya, lebih enak di antarkan sendiri saat malam takbiran ke rumah saudara dan tetangga yang berhak menerima zakat. Kan lebih utama saudara kita dulu baru tetangga kita tergolong penerima zakat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, yang seperti Pak Agus terapkan juga sangat utama Pak, mengantarkan zakat ke yang berhak, bukan mengumpulkan para mustahik rame-rame. Badan Amil Zakat kan metodenya juga sama kan Pak, di kampung saya maupun di sini, mereka juga yang mengantarkan ke rumah-rumah dhuafa zakat itu, BUKAN mengumpulkan para mustahik...ini lebih menghargai para penerima zakat dan tentunya lebih aman dan tertib

      Hapus
    2. sekaligus ada kemungkinan termasuk mejalankan strategi Rosul, yaitu memberi dengan sembunyi sembunyi, kalau malam malam kan tidak kelihatan orang apalagi yang berkulit gelap kayak saya, hehe

      Hapus
    3. iya, apalagi pas kecoblong alias pemadaman listrik ya Pak

      Hapus
    4. kalo mas aus yang kaya gitu di bilag item gimana nasip saya coba?

      Hapus
    5. itu editan mas, mitasi bukan ori

      Hapus
    6. imitasi ori.
      kayak nama jepang

      Hapus
    7. setau saya, Ori itu jenis bambu yang banyak durinya dan bengkok-bengkok itu je

      Hapus
  2. Alhamdullilah sy sdh menunaikan membyr zakat. Insya alah tepat sasaran

    BalasHapus
  3. yang aku lihat sih zakat disini lebih banyak ke unsur pamernya. kalo bener niat ibadah dan ga pengen bikin resah, apa susahnya kita yang keliling bagiin ke masyarakat. jangan masyarakat yang disuruh datang ke rumah

    biar rame, biar masuk tipi atau memang biar ada korban..?


    bapakne zaki pph nya 2juta..?
    wah mantap, bu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah bisa jadi popularitas itu jadi faktor utamanya Pak.

      2 juta...mangcab tenan.
      bukan Pak, tetangga-tetangga yang PPH nya segitu.

      Hapus
    2. mumpung masih ramadhan bu banyakin doa saja biar tahun depan pph nya segitu. sekalian doain aku ya...
      *lagi teraniaya gak sih..?

      hehe

      Hapus
    3. haha...PPh segitu cuma bagi segelintir orang di sekitar kami saja Pak, para tenaga spesialis dan deputy manager ke atas...ayahnya cuma karyawan kecil kok.

      iya ya, lagi teraniaya stand by sendiri...padahal yang lain cuti kumpul keluarga. saya aamin-kan Pak...

      Hapus
    4. PPH 2 juta itu 2.5 % 50 juta lebih tuh mbak...

      Hapus
    5. PPh Badan apa PPh Kaki ya

      Hapus
    6. Pak Agus: eh, segitu besar ya. aduh...kok ada yang salah kayaknya tulisan saya di atas. Harus saya koreksi nih, sebelum jadi salah penafsiran...

      tunggu, biar saya baca "sumber"nya dulu...

      Hapus
    7. nah, sekarang sudah saya koreksi...in shaa Alloh sudah betul dan tidak membuat salah penafsiran....

      Hapus
    8. pph itu progresif, om agus...
      untuk yang pendapatan pertahun dibawah 50juta, pph nya hanya 5% dari pendapatan kena pajak. kalo diatas 50jt pertahun, yang 50jt pertama tetap kena 5% dan sisanya kena 15%. mantap tho 15% keringat kita dikasihin ke negara untuk jalan-jalan si jayus..?

      persentase potongan pajak itu bukan mentah mentah dari total gaji perbulan. melainkan gaji, tunjangan, bonus dan jamsostek ditotalkan setahun berapa. lalu dikurangi biaya jabatan sebesar 5%. dikurangi lagi dengan angka jht jamsostek lalu dikurangi lagi dengan ptkp (pendapatan tidak kena pajak).

      ptkp yang belum kawin (tk) itu sekitar 15jt sekian. kalo yang statusnya punya anak 3 (k3) sekitar 21jt. maksudnya kalo masih bujangan pendapatan pertahun dibawah 15jt, tidak bakalan kena pph 21.

      kita asumsikan gaji pokok perbulan 5jt dan total tunjangan 2,5jt. berarti potongan jht jamsosteknya 100rb perbulan. karena jamsostek ada yang jadi tanggungan perusahaan, total tabungan kita di jamsostek perbulan sekitar 280rb. dari situ kita bisa hitung penghasilan kotornya per tahun sekitar 100 jutaan.

      dari angka 100jt, kita keluarkan dulu biaya jabatan 5% (5jt) dan jht jamsosteknya (1,2jt) sehingga tersisa 94 jt sekian. lalu keluarkan lagi ptkpnya. kalo bujangan berarti 15jt sekian. sisanya tinggal 79 jutaan.

      angka 79jt ini yang namanya penghasilan kena pajak (pkp). yang 50jt kena pajak 5% sekitar 2,5jt. sisanya yang 29jt pajaknya 15%, jadi kena sekitar 4,3 jutaan. berarti pajak pertahunnya adalah 2,5jt ditambah 4,3jt sama dengan 6,8jt. tinggal dibagi 12 bulan ketemu perbulan pajaknya 550ribuan.

      jadi kalo potongan pajak dan jamsosteknya 2jutaan, itu penghasilan perbulannya sekitar 16 atau 17 jutaan. tapi ini untuk perusahaan yang sebulan cuma dapat 13 kali gaji ya. yang dapatnya sampai 15 atau 18 kali gaji beda lagi.

      semoga pada bingung dengan komentar ini
      yang nulis aja mumet
      haha...


      Hapus
    9. panjang bener komennya .. :O

      Hapus
    10. lha potongan pajak dll nggonku nang kene lewih kan 2jt je...kampret

      Hapus
    11. pajeke dalam bentuk kampret ya kang pacul .. he he he

      Hapus
    12. biarin jangan ganggu kang rawins.....dia lagi bikin ager ager (jare temennya di efbi).....
      #pletrak...klepon nempel dijidat

      Hapus
    13. aduuuh, Pak Rawin ini memang hebat biyanget, terima kasih banyak atas penjelasannya. Kenyataannnya orang-orang disekitar saya potongannya memang segitu kok, tapi saya ndak mampu menjelaskan tentang Pph karena bukan bidangnya, kecuali yang biasa kerja seperti beliau atau suami saya, yang paham betul. selamat berlebaran ya semua sahabat...mohon maaf lahir batin....

      Hapus
    14. taunya cuma itu doang bu. buat pegangan saja soalnya masih banyak perusahaan yang suka curang dengan pajaknya.

      pacul potongan pajaknya sampe 5 juta ya wajarlah wong boyband kan selain kena pph kena ppnbm juga.

      ini mang lembu lama lama bikin aku terharu juga. jadi pengen ngelempar bunga ke beliau
      *sekalian potnya...

      mbak nia kok aneh ya..?
      cewek biasanya suka yang panjang panjang..?

      haha pokoknya selamat hari raya ibue ncip deh
      semoga panjang umur dan murah rejeki...

      Hapus
  4. susah untuk mrnjadi pribadi yang amanah mb,,,
    trgiur,,, duite ngawe-ngawe
    hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang duit punya tangan ya Mbak? iya, harta duniawi memang menggoda Mbak

      Hapus
    2. menggoda kayak klepon di waktu siang

      Hapus
    3. kleponnya ko' mirip saya sih? suka menggoda kleponisme

      Hapus
    4. Pak Ci buncit nggak sih? Kalau buncit, ya kayak klepon, wes gitu aja kok repot

      Hapus
  5. alhamdulillah aku udh bayar zakat plus sekaligus jadi amil , didaerah ku tadi pagi sudah dibagikan ke orang orang yang berhak, karena takut nya kalo dibakikan pas malem lebaran kurang bermakna bagi si penerima,

    BalasHapus
    Balasan
    1. hebat Mas Rizal...semoga menjadi ladang pahala

      Maaf lahir batin ya Mas

      Hapus
  6. alhamdulilah saya sudah bayar zakat nih tahun ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hamdalah, semoga amalan barzakatnya diterima, aamiin

      Hapus
  7. Gema Takbir Menyapa Semesta,
    Membesarkan dan Mengagungkan Yang Maha Esa nan Maha Suci,
    Bersihkan Hati Kembali Fitri di Hari Kemenangan,
    Terkadang Mata Salah Melihat dan Mulut Salah Berucap,
    Hati kadang salah menduga serta Sikap Khilaf dalam Berprilaku,
    Bila Ada Salah Kata, Khilaf Perbuatan dan Sikap,
    Bila Ada Salah Baca dan Salah Komentar,
    Mohon Dimaafkan Lahir dan Batin,
    Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukron Pak Har...

      sama-sama, maaf lahir batin dari saya sekeluarga, selamat beridul fitri...

      Hapus
  8. saya sudah untuk zakat fitrahnya, buat 4 orang, tadi pagi di Tegal. sekarang mau dizakati sama isteri saya yang mau kasih makan saya makan enak nih nanti buat buka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. gatel rasanya kalau dibawah kang zach...ngga dikomentari.
      kalau saya jadi istrinya sekali2 tak masakin yang asiiiiiiinseasinasinnya geh

      Hapus
    2. Hamdalah Pak Zach, semoga pahala zakatnya berlipat...aamiin.
      Iya, kalau saya tadi pagi bangun jam 4, biasanya masak sahur, ini masak opor ayam banyak untuk menyambut tamu--tetangga yang datang silaturahim.

      Pak Ci memang suka kegatelan tiap ketemu Pak Zach, kenapa coba?

      Hapus
    3. ngga tau...heran saya juga.

      eh..saya kesini teh mau ngucapin selamat hari lebaran 1434 H sekaligus mau minta maaf atas segala komentar saya yang sering ngga nyambung dan mungkin nyinggung, semua karena KK udah saya anggap kk tertuwa.....wis...pokoke'maafken sayah yah!!

      Hapus
  9. Hakekat zakat kan untuk mensucikan diri, kalo masih diitung2 apa lagi di aku2....ya sudah

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau gak diaku-aku, dikamu-kamu juga boleh

      Hapus
    2. ya sudah jadi trend--iya kan Lik Pacul?

      Mas Is...masih di Cilacap?

      Hapus
  10. saya sih zakatnya pas KKN mbak ... zakat sekeluarga ... beda dengan tahun sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. insha Alloh berzakat di tempat yang masyarakatnya lebih membutuhkan, maknanya lebih dalam Mbak, daripada berzakat di kampung yang masyarakatnya sudah mampu

      Hapus
  11. met lebaran mb khus,,,,
    minal aizdin walfaizdin,,,,
    mohon maaf lahir dan batin

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama Mbak Maya, maafin saya ya...tentu banyak khilaf dan salah terucap, maaf....

      Hapus
  12. banyak fenomena bayar zakat gede-gedean buat menunjukkan status sosial dan status ekonomi (itu kalau menurut saya) gak tahu nanti penilaian dari yang di atas

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga kita terhindar--aamiin.
      bukan status fesbuk kan Mas?

      Hapus
  13. ijinkan pada kesempatan ini saya ngucapin :
    "peluk cium DAN PERMOHONAN MAAF LAHIR DAN BATIN atas semua khilaf dan dosa yang sering saya lakukan lewat komentar-komentarku yang ngga ngenakin hati....semoga saja besok kita semua jadi bayi lagi....aaaaamiiiiiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. langsung peluk dan cium itu memulai dengan dosa Kaaaaaang!
      mentang-mentang sudah jadi bayi lagi.

      Hapus
    2. ah komennya pakdhe dmna2 sama .. gk kreatif dweeehh

      Hapus
    3. Bismillah...
      sama-sama Pak Ci, saya sekeluarga juga minta maaf--tentu banyak khilaf dan salah yang saya sengaja--maafin ya Pak, kalau tak dimaafin juga, minta kiriman ubinya...#lho, mulai lagi
      ya, pokoknya saya minta maaf lahir batin...Happy Ied Mubarak!!!

      Pak Zach juga ikut jadi bayi? heran saya, gimana mbedongnya ya? hahahaha

      entah tu Mbak Nia, copy paste kali---#eh kok bikin dosa lagi sih saya ini...wong dah minta maaf je.

      Hapus
  14. dari belog Mang Yono:
    BILIH AYA LANGKUNG SAUR BAHE CAREK, KACIWIT KULIT KABAWA DAGING, TUNGGUL DIRURUT CATANG DIRUMPAK, NYUNGKELIT ATI TEUGENAH MANAH MUNDUT PANGAMPURA, WILUJENG BOBORAN SHIAM 1434H HAPUNTEN SAMUDAYA KALEPATAN .. MANG YONO DAN KELUARGA

    TAQOBBALLAHU MINNA WA MINKUM. TAQOBBAL YA QARIM KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

    BalasHapus
    Balasan
    1. taqabal ya kariim...
      sama-sama Mamang...kami sekeluarga juga minta maaf, telah banyak khilaf dan usil bin jahil tentunya...ngapunten ya Mang...

      Hapus
  15. alhamdulillah zakat mal mamang sudah di salurkan kemarin... amiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. hamdalah...semoga Alloh membukakan rizki yang banyak Mang...

      Hapus
  16. ini kunjungan perdana saya,
    semoga bisa menjalin silaturahmi,
    selamat idul fitri 1434 H :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih banyak sahabat...
      Happy Ied Mubarak!!!

      Hapus
  17. Seharusnya memang kita ('amil) yg mndatangi mereka... bkn mereka yg disuruh datang. Dr sisi etika sudah salah.

    *btw, kunjungan perdana setelah libur lebarannnn.... taqabbalallahu minna wa minkum...

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya