Komplek Sudah Mulai Berpenghuni


Sejak seminggu sebelum Idul Fitri, tanggal 8 Agustus 2013, penghuni komplek satu-satu namun pasti mulai meninggalkanTown Site. Baik di Town Site I ataupun Town Site II tak ada perbedaan yang berarti. Mundur teratur ke kampung halamannya masing-masing. Tak terkecuali beberapa sahabat saya yang dari Jawa. Sejak tanggal 01 Agustus, Pak Atok sekeluarga sudah menitipkan kunci rumah beserta kendaraan beliau ke tempat kami, artinya....yah, beliau dengan pasti dan segera mau mudik ke Semarang, dilanjutkan ke Cilacap. Beberapa hari setelahnya, Mama Hafiz, tetangga sebelah juga menitipkan kunci ke rumah. Lagi, beberapa kawan berdatangan dengan maksud dan tujuan pasti, yaitu menitipkan barang yang sama ke kami. Sungguh amanah besar bagi kami untuk menjaga baik-baik rumah-rumah mereka, beserta piaraan--ikan-ikan di aquariaum, taman-taman dan beberapa kebun sayur mereka.

hitung sendiri, ada berapa hayo...


Bukan suatu yang mengherankan jika kami melakukan hal yang seperti itu, karena bila saya sekeluarga mudik ke Jogja pun, kami juga menitipkan kunci rumah ke salah satu dari mereka. Kadang ada salah satu teman ayah yang tinggal di mess sengaja pindah ke rumah kami nunggui rumah, atau sekedar numpang tidur, masak, atau nyuci baju saja. Di mess, aktivitas mereka terbatas, karena ada beberapa larangan misal memasak dengan menggunakan kompor api.

Di blok F sendiri, satu deret rumah dari F 61 hingga F 70, hanya satu rumah no F68, rumah saya, yang tiap hari terlihat aktivitas buka tutup pintu. Yang lain sepi. Hanya ada dua rumah yang berpenghuni, itupun hanya sang bapak yang musti menghabiskan waktu di pabrik, tak bisa ikut pulang kampung bersama anak istri mereka. 

Hampir 2 minggu kami layaknya pemilik komplek, kemana-mana tak ketemu orang, ke kedai pun yang biasanya berjubel ibu-ibu, kini lengang, mau jungkir balik juga bisa---*eehhh.
Jalanan depan rumah yang biasanya semrawut hiruk pikuk urusan pabrik dan sekolah, kini bisa dihitung dengan jari pengguna jalan yang lewat. Paling banter bus karyawan yang biasanya sekali lewat 6-7 buah bus, kini hanya tersisa separonya. Loe lagi loe lagi--kata sahabat saya...Iya, hanya orang yang itu-itu saja yang kami temui setiap hari. Zaki pun merasa demikian, celingukan kanan kiri tak ada teman. Tak ada suara kawannya memanggil-manggil namanya di depan pintu rumah.

Tapi semua kesunyian itu ternyata membawa kenikmatan tersendiri bagi kami. Ibadah puasa satu minggu terakhir jadi lebih kusyuk dan damai dilewati. Tak tercemar oleh nuansa hingar-bingar mempersiapkan lebaran, karena kami tahu, tak akan banyak tamu yang datang ke rumah, paling hanya satu dua orang. Aktivitas tambahan seperti menyiram bunga dan memberi makan ikan di aquarium teman-teman jadi pelipur lara kala ingat saudara dan keluarga di kampung.

pohon mangga yang baru mulai berbuah

terung ungu yang harus disiram tiap hari karena cuaca Riau yang luar bisa panas

tanaman cabai teman saya

aneka tanaman bunga dan kaktus

Hamdalah, hari ini 16 Agustus, berangsur-angsur warga komplek berdatangan. Liburan sekolah pun sebagian sudah usai. Sekolah-sekolah di dalam komplek memiliki jadwal yang berbeda. Sekolah Mutiara Harapan sudah mulai aktivitas belajar mengajar sejak 14 Agustus kemarin, siswa-siswa Sekolah Global Andalan mulai bersekolah tanggal 15 Agustus, sedang Sekolah Islam Terpadu At Taqwa baru mau memulai kegiatas sekolah tanggal 19 Agustus nanti.

Bismillah...selamat datang sahabat-sahabat dan para tetangga....


Posting Lebih Baru Posting Lama

27 Responses to “Komplek Sudah Mulai Berpenghuni”

  1. pake ada acara kirim2 ketupat juga gak, bun? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hamdalah di sini ndak ada Pak Pri, cukup simple karena lingkungan dan budaya yang plural...tapi kalau makan ketupat di hari raya...tetep ada Pak. Maaf lahir batin Pak Pri...

      Hapus
    2. mungkin kalo makan klepon ada.

      Hapus
    3. kalau ada Pak Zach, pasti ada makan kleponnya lho...dijamin

      Hapus
  2. Ahay....udah ndk kesepian lg nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari dulu sudah tidak kesepian kok mbak, kan ada mas berkah disusul ada mas zaki, hehe

      Hapus
    2. nggak pernah kesepian sebenarnya Mbak Ind...kan ada sampeyan sama Pak Agus...

      ngandel Pak, kalau Pak Agus tentu sama Mbak Nia dan Hayyu...

      Hapus
  3. sungguh mulia sekali mbak khusna dan juga dengan ijin mas berkah mengemban amanah memegang kunci rumah. berat sekali karena bisa juga menimbulkan fitnah. Rasa tepo sliro orang joja memang oke banget.
    selamat datang kehidupan, hehe.
    gambar ikannya mana mbak? saya hobi ngingu iwak juga lhoooo...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hamdalah, walau kadang ada rasa takut Pak, takut ada barang yang hilang sementara saya nggak menyadarinya, misal barang-barang yang ditaruh di luar rumah seperti sepeda anak-anak, ember-ember, sendal-sendal mahal dsb...

      nggak enak saya mau moto ikannya Pak, wong di dalam rumah orang lain...jadi yang saya ambil gambarnya ya yang di halaman saja

      Hapus
    2. nah barang hilang itu yang bisa menimbulkan fitnah, semoga tidak terjadi apa-apa. amiin

      Hapus
    3. insha Alloh aman Pak, satu atau dua hari sekali kami cek ke masing-masing rumah...semoga tak ada yang hilang

      Hapus
  4. suasana sunyi tapi bukan berarti kesepian ya mbak malah sebaliknya bisa menikmati suasana sisa ibadah puasa dengan lebih khusuk.
    memang mengasyikkan bercocok tanam apalagi tanaman tersebut tumbuh subur dan berbuah seperti gambar di atas ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hamdalah Pak Arif, tak semua yang nggak menyenangkan itu jelek...tapi ada manfaat di dalamnya.

      Bertanam sayuran memang menjadi hobi suami saya Pak, juga para tetangga tentunya, karena di dalam komplek susah nyari apa-apa, kedai cuma ada satu doang sementara penghuni komplek ada ribuan orang, kalau nanam sendiri kan tinggal petik saja

      Hapus
  5. kuncinya ada 7 x Rp.1 juta = 7 jt...lumayan buat nambah2 ongkos lebaran, klw begituh...tahun depan saya mau buka jasa penitipan kunci ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, Pak Ci bisa aja...
      boleh kalau mau buka usaha penitipan kunci, bukanya di sini aja Pak, dijamin banyak peminatnya...termasuk saya ntar kalau pulang kampung, tapi gratis ya....

      Hapus
    2. gratis dong, malah kita bagi dua, pipti-pipti, kan kantor penitipannya diruang tamu KK...hehehe

      Hapus
    3. kata Pak Raw, pak Zach yang jadi kayimnya...

      Hapus
  6. amanah n tanggung jwab besar ya mb,,,
    di pasrahi kunci segitu banyak,,,,

    nngu mangganya matang,,,
    mau jga mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. tak apa Mnak, kami juga sering begitu kok sama mereka kalau kami pulang kampung

      Hapus
  7. weh..jadi juru kunci rupanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. gapapa Pak, asal jangan jagain pagar orang...ntar dikira makan tanaman...#eeehhh

      Pak Zach: oooo, di Koreyah ada juru kunci juga to? kan pintunya udah yang pakai gesek kartu itu...

      Hapus
  8. saya ikut seneng Mbak, udah rame lagi.
    saya membayangkan sebagai yang mudik, juga seneng koq bertemu lagi dengan tetangga yang sudah menunggu. asyik pokoknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hamdalah rame lancar Pak---#emang laporan mudik ya?
      lingkungan kami sudah mulai banyak cemruwet suara anak-anak---sesuatu yang sangat saya sukai.

      Semoga mudik dan plesirannya lancar Pak...

      Hapus
  9. Zaki bisa main dgn banyak teman lagi dong yaa :)
    Maaf lahir batin ya bunda Zaki, maaf baru ke mari :)
    *dudukmanis, menunggu kue lebaran disajikan*

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya