Bulan Jalannya Mengikuti Kita



Pertanyaan jadul yang dilontarkan anak saya hampir 1,5 tahun lalu sungguh menggelitik otak saya.
" Nda, kenapa bulan jalannya mengikuti kita?"
Waktu itu Zaki sedang ikut ayahnya shalat Isya' di masjid. Pulangnya pas langit cerah dan bulan tampak besar, belum purnama tapi ukurannya hampir penuh. Sambil digandeng ayah, rupanya dia memperhatikan bulan yang memang kelihatan terang benderang itu.

Saya belum bisa menjelaskan kepada Zaki kenapa bulan mengikuti kita. Cukup rumit dan sulit menerangkan planet, satelit, bulan dan matahari ke Zaki. Sangat sulit merubah bahasa ilmu fisika yang saya pelajari waktu SMP ke anak batita. Tentu dia belum ngerti rotasi, revolusi apalagi posisi bulan dan bumi di angkasa luar sana. Gimana caranya menjelaskan ke anak berusia 2,5 tahun tentang bulan yang seolah-olah berjalan mengikuti kita---atau gerak semu bulan. Huff ... PR yang luar biasa berat.

"Bunda belum tau jawabannya sayang, biar bunda baca buku dulu ya...nanti kalau Bunda sudah pinter, Bunda kasih tau Zaki".

Lupa dengan bulan yang berjalan mengikuti kita, Zaki tertarik dengan roket. Roket yang sering dia tonton di salah satu channel TV kartun. Biasa kan, kalau Ben 10 atau Phineas and Ferb main roket? Tentu sangat mudah membuat roket ala mereka. Ya, mereka hanyalah tokoh kartun yang bisa berbuat apa saja sesuai keinginan animatornya. Sangat berbeda dong dengan kita yang berada di kehidupan nyata.
Itulah sisi buruk film animasi, membuat anak-anak menghayal, seolah-olah mereka bisa berbuat atau melakukan apa saja seperti tokoh kartun idola mereka (bukan idola ding, tapi yang sering ditonton).

Ben 10

Phineas and Ferb

Hampir setiap hari heboh dengan roket roket dan roket . Di white board, dia minta digambarkan roket, di kertas apalagi, di tembok juga. Main lego, yang dibikin juga bentuk roket. Main plastisin atau doh juga yang dibikin roket. Sampai suatu saat dia bilang,  
"Nda roket kita kok nggak bisa terbang..."
Nah, di saat-saat seperti ini peran seorang ayah benar-benar dibutuhkan. Sang ayah menjelaskan dengan panjang lebar menggunakan bahasa anak-anak bagaimana roket yang diisi bahan bakar cair bisa membumbung tinggi hingga angkasa yang jauh di atas sana. Lega melihat Zaki yang sepertinya bisa menagkap penjelasan ayah.

Setelah roket meluncur hingga angkasa luar----------dengan proses yang panjang, penuh tanya ini itu, akhirnya Zaki berubah lebih mencintai solar system daripada roket. Sun, Mercury, Venus, Earth, Mars, Jupiter, Saturn, Neptune...Sengaja pakai bahasa Inggris karena download lagu tentang tata surya adanya yang versi Inggris, yang Bahasa Indonesia belum ada.

I am Sun, I am a giant ball of fire...

Semakin akrab dengan solar system, nyari-nyari gambarnya di google, tak membuat Zaki puas. Sepertinya akan lebih mudah dan asyik bila memakai buku. Berhari-hari melanglang buana di Pangkalan Kerinci kota, keluar masuk toko buku, tak juga kami bisa menemukan buku anak-anak yang bertema luar angkasa. Bahkan di Pustaka 2000 yang terletak di lantai 2 Ramayana, mall terbesar dan satu-satunya di Pangkalan Kerinci pun tak ada. Tak ada alternatif lain selain minta tolong adik saya di Jogja untuk mencarikan buku bertema luar angkasa. Beberapa minggu kemudian, 4 buah buku Ensiklopedia Luar Angkasa dikirimkan Om Tafa ke rumah.




Hamdalah, dengan membaca dan melihat buku-buku tersebut, pertanyaan Zaki 1,5 tahun lalu bisa terjawab dengan sendirinya. Tentu bukan Zaki yang membaca buku, tapi saya yang membacakan untuk dia. Hari pertama buku sampai rumah, dia nggak mau tidur hingga pukul 23.30 minta dibacakan buku. Beberapa kawan dia yang main langsung ditunjuki buku-buku tersebut, tapi kebanyakan kawannya tak tertarik. Kalau sudah begitu, anak saya akan marah besar ke kawannya itu. Bisa dia ngambek atau memukul temannya bila buku-buku itu diserak-serakkan di lantai atau dicoret-coret temannya.

Bismillah, jadil anak yang baik ya Le...jadi anak yang saleh, pandai berbagi dengan teman, menyayangi teman dan menolong teman yang kesusahan...





Posting Lebih Baru Posting Lama

51 Responses to “Bulan Jalannya Mengikuti Kita”

  1. kelak jadi astronom ya Le...
    bikin program peluncuran satelit yang berguna buat kemashlahatan bangsa Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. beda ama waktu aku masih kecil.. ga mampu beli buku, ayah pun sibuk kerja... bisanya cuma main dan mukul anak orang aja..

      makanya gedenya jadi kayak preman gini..xixixi :P

      Hapus
    2. preman pasar apa preman dapur?

      Hapus
    3. berarti Cak Agus juga preman dong, lha wong cepet sekali nyambar langsung smash

      Hapus
    4. hehehe..umpan bagus je pak, jadi langsung quick smash

      Hapus
    5. aamiin doanya Pak Zach, semoga kelak besar berguna bagi kemaslahatan ummat...

      duh, sudah pada asyik main voly ternyata, saya ketinggalan nih

      Hapus
  2. alhamdulillah dengan penjelasan akademis tentunya diolah dengan kata kata dari bundae yang bergaya bicara anak kecil, mas zaki punya gambaran sendiri tentang astronomi. Calon anak cerdas memang banyak bertanya, hehe
    semoga kelak jadi anak manut, berguna bagi sesama, luman, amanah, pinter ilmunya. amiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ya Rabb, semoga doa doa indah ini diijabah Rabb Semesta Alam.

      Pada dasarnya anak-anak berperilaku seperti itu Pak...(tunggu tanggal mainnya ya Dik Hayyu) selalu menanyakan hal-hal sederhana yang dia belum paham. Kita orang tualah yang harus bisa memberi jawaban tanpa membohongi mereka. kalau kita bohong, anak akan meniru kebohongan kita.

      Hapus
  3. semoga saja kolom komentarnya belum rusak sampai sore ini. amiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha...mas aguuuuuuuuuuuuuusss..
      dodol ah, kalo baca komen dirimu aku selalu tertawah... :))

      *kocak..!

      Hapus
    2. hehehe, rusak ya nanti diperbaiki lagi Pak Agus...siap-siap bawa palu nih

      Hapus
  4. Hahaha... itu Zaki saya nanyanya baru tadi malam... "kok bulannya jalan?"

    Saya cuma jawab, bukan bulannya yg jalan.. tp kita yg sedang jalan...

    *tau ngerti apa nggak, deh... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ternyata Zaki-Zaki kita berpikiran sama ya Pak.

      wah, betul sekali jawaban Pak Pri, kenapa tak saya pikirkan sebelumnya ya...

      inshaa Alloh Dik Zaki paham kok Pak...andai belum paham, nanti juga akan bertanya lagi ke ayah ibu nya.

      Hapus
  5. Untungnya zaki gak nanyain bulang kok bisa bersinar ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah Bang, waktu saya kasih tau ternyata bulan adalah sebuah bola besar yang mengikuti bumi kita (dia sebut Earth) dia nanya begitu, ya saya jawab saja karena bulan mendapatkan pantulan terangnya cahaya Sun

      Hapus
  6. Kesukaannya ncit dan ncip kalo ke gramed, seneng buku bergambar. Tapi yagitudeh, bukunya diacak acak mulu dianggepnya punya sendiri kali...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha, setelah diacak-acak, anak-anak melenggang dengan tanpa dosa...akhirnya orang tuanya yang sibuk membereskan ya Pak...

      Hapus
  7. benar kata mas Agus, Calon anak cerdas memang banyak bertanya , terkadang kita sebagai orangtua sangat kerepotan dalam menjawab pertantaan-pertanyaan yang spontan di ucapkan oleh mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mas Arie, pertanyaan mereka sebenarnya sederhana-sederhana saja, cuma kita harus cari jawabannya tanpa membohongi mereka.

      Hapus
  8. calon astronod,,,
    amin,,,, zaki bsar nanti moga bisa jadi harapan mb khusna,,,,,,

    mukul temnnya bsa jdi brantem ya mb?

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, inshaa Alloh Mbak Maya.

      iya Mbak, biasanya begitu, dari pukulan sekali, berlanjut ke adu jotos, bila tak lekas dilerai, bakal ada salah satu anak yang menangis, entah itu si Zaki sendiri atau temannya

      Hapus
  9. suatu saat Zakipun akan bertanya ibu kok kedatangan bulan

    BalasHapus
    Balasan
    1. tuh kan ada tanda2 meleduk nih kolom komennya,hehehe

      Hapus
    2. trus tanya, bulan itu pria apa wanita.

      Hapus
    3. berdasarkan pengalaman ya Kang Arif?

      Hapus
    4. kalau belum kedatangan bulan berarti mas zaki mau punya dedek dong, hihihihi.....

      bulan itu wanita mas, kalau pak lan itu bakul pelem

      Hapus
    5. tuh kan mbak khusna jadi tersipu

      Hapus
    6. haduh, mau jawab apa nih saya...malah jadi bingung begini...

      Hapus
  10. aamiin...
    ternyata rasa ingin tahu anak bisa juga membuat ortunya makin rajin belajar ya karena jadi kepancing untuk belajar terus n cari2 jawaban buat jawab pertanyaan si anak hehe, benar2 menjadi barokah juga untuk orangtuanya karena kebanyakan orang tua mungkin sudah tidak tertarik lagi untuk mnegetahui tentang bulan, roket dll...menjadiakan orang tuanya juga ikut berkembang (bukan mengembang ya) kereeen

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, mengembang ya Kang Ws, takut ih...nanti kayak balon.

      benar sekali Kang, anak-anak memang harus dibiasakan berpikir dengan logika bila sedah menyangkut hal-hal kayak gini. Tak boleh kita membohongi mereka, andai kita berbohong dan menjawab sesuka hati, dia akan meniru kita.

      Hapus
  11. belajar dari mbak khusna ah nti klo jawab2 pertanyaan athar kelak dia mempertanyakan masalah2 ini.. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, ayuk belajar bareng Mbak Yuli. biasanya anak-anak akan menanyakan hal-hal sederhana yang ada di sekitar dia.

      Hapus
  12. akhirnya dengan 1,5 tahun sekarang sudah terjawab... terus jawabannya bagai mana mbak heheeh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ah Mamang nih mau tau aja...hehehe

      waktu itu, dia melihat peta langit yang isinya planet, nebula, bintang, galaksi, black hole dll. nah makin detail, dia melihat tata surya Bima Sakti, di sana saya kenalkan ke planet-planet. setelah membaca satu persatu, sampailah ke BUMI.
      Dari bumi itulah akhirnya tau kalau bulan selalu beredar mengikuti bumi tempat tinggal kita. karena bentuknya yang sangat besar dan jaraknya jauh, maka saat kita berjalan, seolah-olah dia juga ikut berjalan. langkah kaki kita terlalu pendek, perpindahan kita di bumi tak sebanding dengan besarnya bulan...begitu Mang.

      Hapus
  13. anak yang pinter, bisa membuat Bunda nya bingung..xixixi

    nanti pasti tanya lagi. kenapa bulan bisa bersinar..??

    BalasHapus
    Balasan
    1. kenapa bulan bentuknya macem2 (purnama,sabit,separuh,penuh,gerhana)

      Hapus
    2. hehehe, sekarang saya malah dibuat bingung oleh Mas Ks, Pak Agus dan Mbak Yuli...

      Hapus
  14. BUnda yang bijak (sana dan sini), begitulah seharusnya kita memberikan jawaban pada anak kecil yang polos. Karena kebanyakan diantara kita, terkadang memberikan jawaban yang sekenanya bahkan terkadang harus berbohong untuk menyenangnkan si anak. Kita nggak sadar bahwa anak dengan segala pemikiran sederhananya memiliki memori yang sangat kuat atas segala bentuk jwaban kita. Efeknya kelak ketika dia besar akan tersadar kalo seandainya kita dengan sembarangan memberikan jawaban. Ketika kita bohong, anak akan menyimpulkan ooo ternyata kita boleh berbohong ya ... ooo ternyata kita bisa ngomong sembarangan ya ... dann oooo lainnya. Jadi kebohongan dan perilaku anak sebanarnya adalah produk dari didikan orang tua. Sadar dan tidak sadar kita harus tahu tentang hal ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya leres banget Pak Ies. belajar dari pengalaman masa lalu, sekarang saya jadi tau cara melatih anak supaya jujur, yaitu dengan kejujuran itu sendiri Pak.

      Hapus
  15. Beruntung ada Om yang di Jogja...
    Dan benar, Jogja termasuk kota besar yang nyari buku apa-apa ada.
    Termasuk buku bekas, Jogjalah pusatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Pak Mars...dulu waktu tinggal di Jogja saya memang sering hunting buku ke mana-mana. Setelah tinggal di pelosok Riau ini lah yang sulit. karena kalau mau ke toko buku yang lengkap, kita harus ke Pekanbaru yang jaraknya 2 jam.

      Hapus
  16. saya dulu masih kecil juga kepikiran dan ngrasa heran, saya ngobrol matemen2, kenapa nyapo to mbulan nek awak e dewe mlaku panggah melu ae, juga sama teman2 saya nggak ada yang bisa jawab, tapi lama kelamaan jawaban itu saya dapat sendiri, waktu pelajaran fisika

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah kan Mas, terbukti kalau hampir semua anak pernah berpikiran begitu...tinggal nyari jawabannya yang lama ya Mas

      Hapus
  17. Coba ke Jakarta ke Planetarium pasti banyak buku-buku tentang ruang angkasa. bahkan bisa melihat diorama atau film tentang planet-planet dan alam semesta.
    Kenapa bulan hanya mengikuti dan tak mau hidup bersama ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ide yang sangat bagus Mas Dj, belum pernah ke Jakarta nih. Mungkin tahun depan, saat adik ipar saya menikah, pengen menyempatkan jalan-jalan ke planetarium.
      sebenarnya di Taman pintar jogja ada juga sih, walau tak secanggih planetarium yang di Jakarta, tapi cukuplah untuk sekedar mengenalkan planet ke anak-anak

      Hapus
  18. asli ya mbak, capek juga kadang mendengar celoteh dan pertanyaan dari keingin tahuan sikecil tentang dunia sekelilingnya, tapi kita tetap harus selalu menjawabnya, semoga Zaki kelak jadi anak soleh

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, makasih Pak Arif.

      iya, capek kalau lagi buneg nggak bisa cari solusi yang logis dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya Pak, tapi kita kan ndak boleh bohong. Itu kuncinya.

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya