Pakai Helm Yuk...


Peraturan dibuat untuk dilanggar, sebuah anekdot yang sering dipakai para pengguna jalan di manapun berada. Tak hanya di negara kita, bahkan di negara yang sudah sangat majupun masih ada pengguna jalan yang tak mau tertib di jalan. Dengan alasan konyol mereka menerobos lampu merah atau menerobos plang lintasan kereta api. Sangat sulit sepertinya membuat pengguna jalan sadar akan keselamatan berlalu lintas, walaupun sudah dipasang kamera CCTV di sepanjang jalan, bahkan speed camera dimana-mana.

Di komplek karyawan Riau Pulp Town Site I pun keadaan tak jauh berbeda. Selalu saja ada kasus kena tilang di mana-mana. Town Site I yang berada di mill site pabrik ketas April Asia, merupakan kawasan tertib lalu lintas. Masyarakat yang tinggal di dalamnya diajak betul-betul patuh rambu-rambu lalu lintas, melebihi tinggal di lingkungan masyarakat pada umumnya.


spanduk di masjid

Spanduk ajakan untuk tertib berlalu lintas terpasang di beberapa tempat strategis, salah satunya adalah area masjid yang berada hanya beberapa puluh meter dari rumah. Hal ini guna mengingatkan warga, terutama keluarga karyawan yang tinggal di komplek (lebih spesifik lagi ibu-ibunya...hehehe). Secara, ibu-ibu kalau berkendara sering lalai, tanpa menyalakan lampu sign, tau-tau belok dengan tiba-tiba. Jelas itu sangat berbahaya bagi kendaraan yang ada di belakangnya. Mentang-mentang cuma di dalam komplek.

Anak-anak usia 3 tahun sudah wajib memakai helm. Tak peduli mau ke mana, asalkan nangkring di atas motor yang berjalan, harus memakai helm. Walaupun hanya ke rumah tetangga yang jaraknya cuma satu lemparan batu. Helm wajib dipakai.

mau jalan-jalan sama ayah

Bila tak pakai helm, security yang mondar-mandir berpatroli keliling komplek akan mengeluarkan jurus ajaibnya. Apa itu? Kertas tilang tentunya. Sudah satu kali saya kena tilang, dan nyaris kena tilang yang kedua.

Satu tahun lalu, saat Zaki berumur 3 tahun dan masih susah-susahnya dibujuk untuk memakai helm. Tahu sendiri, helm kan berat, apalagi untuk balita. Kelamaan memakai helm tentu bikin pusing kepala anak sekecil itu. Waktu itu saya ingin mengunjungi seorang teman yang tinggal tak jauh dari rumah. Hanya 200 meter-an, karena siang bolong dan udara panas luar biasa, saya memutuskan untuk naik sepeda motor saja. Zaki tidak mau memakai helm, aahhh...cuma sebentar kok, lagian rumah Ummi Faiz berada di ujung gang, bukan jalan utama. Celingak celinguk kanan kiri tak ada security berpatroli, saya putar gas dan melaju pelan ke rumah Ummi Faiz. Baru beberapa puluh meter, sebuah sepeda motor melaju menghampiri kami. 
Deg. Pak Security rupanya. Tak perlu menunggu lama, beliau langsung menegur saya. Dengan berbagai alasan, ngeles ini itu yang intinya anak saya tak mau memakai helm, akhirnya beliau meloloskan saya dari tuduhan pelanggran lalu lintas...duh bahasanya. Tak jadi kena tilang. Hamdalah.

Saat pulang kampung, kebiasaan memakai helm pun terbawa. Sering kami jadi bahan olok-olokan tetangga di desa gara-gara ke warung beli minyak goreng saja memakai helm. Padahal rumah orang tua saya berada di pelosok Bantul yang jauh dari polisi. Kendaraan yang lewat di jalan pun hanya satu dua, bisa dihitung dengan jari. Akan sangat aneh kalau pergi ke warung saja memakai helm, kesannya akan pergi jauh ke kota.

Begitu juga saat di rumah mertua. Zaki yang waktu itu di ajak Mbah Kakung keliling komplek nyobain vespa yang habis dibengkel juga ribut pakai helm. Padahal komplek tempat tinggal mertua hanya berisi 40 rumah. Komplek BPK yang terletak di Jalan HOS Cokroaminoto Jogja. Sangat lucu ketika tetangga-tetangga yang kebanyakan sudah embah-embah pensiunan ngeledekin Zaki.

vespa habis diservis...

Ternyata tertib berlalu lintas perlu pembiasaan ya, bukan hanya anjura dan anjuran...


Posting Lebih Baru Posting Lama

37 Responses to “Pakai Helm Yuk...”

  1. kebiasaan baik jika ditanamkan sejak dini akan memberikan pengaruh positip untuk perilaku kebaikan lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin karena banyak ekspatriat yang terbiasa disiplin dalam keselamatan. Tapi itu bagus juga sih ditularkan pada kita semua

      Hapus
    2. betul banget Pak. tapi awalnya ribet sekali ke mana-mana harus pakai helm, bikin stress orang tuanya juga Pak, di satu sisi anak-anak harus pakai helm, sedangkan si anak nggak mau pakai helm. saat ini, citra security di mata anak-anak jadi sebagai orang yang jahat malahan, sedikit-sedikit emak-emak bilang
      "ntar di tangkap security lho..." atau
      "ntar ditilang security lho..."
      demi si anak mau pakai helm...hehehe

      Hapus
    3. kalo disini pencitraan itu disematkan pada Polisi

      Hapus
    4. oh iya Pak, dulu saya juga takut banget sama polisi. bahkan saat lebaran silaturahmi ke tetangga yang seorang polisi, saya ndak mau salaman...

      tapi sekarang populer polisi cilik yang diselenggarakan polda metrojaya.

      Hapus
    5. sama ma teman saya mb ,,,,
      takut polisi

      Hapus
    6. yang lebih serem lagi polisi tidur

      Hapus
    7. iya Mang, tidur kok di tengah jalan ya...hehehe

      Hapus
  2. jauh dekat harus pake helm, bahaya juga ga kenal jauh dekat kan hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Pak El, kesadaran akan hal itu yang seharusnya melekat ya...bukan ribet dan beratnya helm.

      Hapus
  3. ketika saya dinegara maju saya naik kendaraan gak pernah pake helm lho.
    karena saya naik transportasi publik, hehe. ^_^
    ciri2 dari negara maju adalah mayoritas masyarakatnya menggunakan transportasi publik, jadi enak gak perlu make helm lagi. ^_^

    kalo di indonesia balita harus pakai helm, menyesuaikan kondisi lalin di suatu negara. sama seperti anaknya mbak khusnaputri59. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. maksud saya pelanggaran lalu lintasnya, bukan pemakaian helm-nya. saya melihat di tv2 asing, di negara maju juga jarang ada sepeda motor.

      Hapus
  4. mbak khusnya, zaki dan mas berkah ternyata trio mirip ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hamdalah Pak...kalau sudah gitu, bisa bikin band ya, kaya trio kwek kwek...hehehe

      Hapus
  5. Padahal utk keselamatan sndiri ya, tp tetep aja ada yg melanggar...#OOT Mbak..apakah komp. Riau Pulp itu penghuninya karyawan Riau Andalan Pulp and Paper? Dulu kakakku kerja disitu hampir 5 thn-an...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul sekali Pak Anton, saat ini penghuni Riau komplek hanya karyawan Riaupulp saja, beda dengan tahun lalu, banyak kontraktorpun menempati rumah karyawan. misal pegawai housing dan pegawai PTSI

      tahun berapa Sang kakak di RAPP Pak?

      Hapus
  6. Betul Mbak kalau sudah kebiasaan, sekali aja keluar rumah gak pakai helm rasanya jadi aneh gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak, serasa ada yang kuran, kepala rasanya ringan banget...

      Hapus
  7. demi keselamatan privadi ,,,, dibiaskan,, wajib pakai,,,,heheh

    BalasHapus
  8. memang suka terasa ngejlug kalo terbiasa dengan aturan safety macam di tambang trus kembali ke paradaban normal.

    aku suka diketawain tetangga gara-gara tiap mau pergi pasti sempatin dulu berjalan muterin mobil dan nendang-nendang ban. tiap mau maju atau mundur walau sekedar parkir selalu tekan klakson 2 kali.

    bukan cuma kebiasaan safety driving saja yang kebawa. kebiasaan nungguin server bikin kupingku peka banget dengan alarm ups tiap listrik mati.

    di rumahpun kalo tengah malem pln mati, ups pc nya si ncit kan bunyi juga tuh. suka langsung loncat dari tempat tidur, kepikiran mau nyalain genset :D

    untung ibue selalu ikut bangun dan sigap ngingetin ini di rumah. jadinya ya malah nyalain yang laen laen...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hidupin yang sedang tidur dong mas

      Hapus
    2. hehehe, betul banget Pak Raw. kami yang di rumah saja peka terhadap helm, apalagi suami saya yang pastinya merasakan banget nggejlugnya, kayak njenengan.

      Hapus
  9. Nanti saya beli helm.. Saya usahain kok.. Emang ga nyaman banget tanpa helm. :|

    BalasHapus
  10. Menggunakan helm pada dasarnya adalah demi keselamatan pengguna itu sendiri tapi malah pada di abaikan ya..

    BalasHapus
  11. untungnya di lingkungan rumah saya warungnya sangat amat dekat, jadi ga perlu pakai motor dan helm, huahahaha... tapi salut deh sudah dibiasakan pakai helm gitu, untuk keselamatan juga kan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadi kalau belanja tinggal jalan kaki aja ya...hehehe

      Hapus
  12. Perlengkapan keselamatan diri memang penting bun, jadi ajarkan buah hati kita pentingnya memakai helm sejak usia dini, biar terbiasa gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Mas Arie, kesadaran akan keselamatan berkendara itu yang penting.

      Hapus
  13. ssiiiph.... kami sudah tertib berlalu lintas nih,kemana2 jauh dekat always selalu pake helm ^^ #minta jempolnya donk

    BalasHapus
  14. lebih baik mendisiplinkan diri dari pada hal hal kecil, mas zaki yang pinter ya kalau di pakaikan helm bunda.
    vespa sprint 150 masih bagus dan original mbak, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. original Pak, belinya dulu waktu kangmas e suami saya masih kecil, tahun 80-an Pak Agus

      Hapus
  15. vespanya masih bagus ya mbak... keren deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, hobi koleksi motor antik juga to Mang?

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya