Kisah Sedih Dari Belakang Rumah



Kami tinggal di komplek perumahan khusus untuk karyawan di daerah Pangkalan Kerinci, Riau. Komplek perumahan karyawan yang tertata rapi, aman dan sangat teratur. Mungkin karena terletak jadi satu dengan mill area pabrik, jadi akses keluar masuk komplekpun lumayan rumit. Bagi warga komplek sendiri keluar masuk komplek harus memakai semacam kartu identitas khusus atau bedge yang tak sembarang orang bisa mendapatkannya, harus melalui prosedur yang lumayan panjang.

Penghuni komplek adalah para karyawan pabrik, khusus di Town Site I, tempat tinggal kami, kebanyakan penghuninya adalah karyawan yang berhubungan langsung dengan pabrik, misal para teknisi, petugas laboratorium, operator mesin, tenaga spesialis, engineer, karyawan HRD, petugas medis seperti dokter dan tenaga asing atau ekspatriat baik yang dari India, China, Taiwan, Canada dll. Untuk Town Site II yang terletak lumayan jauh dari Town Site I, penghuninya adalah karyawan-karyawan kantoran misal para akuntan, admininistrasi dll.

Lingkungan yang plural dilihat dari segi suku, misal jawa, minang, sunda, batak, aceh dll menjadi hal tersendiri yang cukup menarik bagi saya.Orang-orang berkomunikasi dengan bahasa yang macam-macam. Lebih asyik lagi kalau ada hajatan, si empunya hajat akan menyuguhkan masakan khas daerahnya masing-masing. Jadi secara tak langsung kami merasakan nikmatnya berwisata kuliner di komplek. Hari ini makan rendang, besok bisa jadi makan tekwan, lain hari bisa jadi makan sayur pliek u khas aceh. Sayang, hidangan khas Jogja seperti gudeg nggak laku di sini karena terlalu manis untuk lidah para tetangga.

Tetangga sebelah rumah saya adalah orang jawa, kakeknya berasal dari Gunung Kidul, Jogjakarta. Di sebelah yang lain adalah keluarga batak karo. Tepat di belakang rumah saya adalah pasangan muda asal minang, dan sebelahnya adalah batak toba. Untuk tetangga-tetangga di samping rumah, saya sangat akrab, karena si mama adalah ibu rumah tangga yang waktunya lebih banyak di rumah seperti saya, tapi untuk tetangga belakang rumah,  mereka keluarga karier semuanya, baik si suami maupun si istri bekerja. Bahkan selama hampir 4 tahun saya tinggal di sini, baru satu kali saya bertegur sapa dengan salah satu ibu di belakang. Kelihatannya mereka sangat sibuk. Biasanya saya hanya berkomunikasi dengan para pembantu mereka, ketemu saat sama-sama menjemur cucian di belakang rumah. Maklum, rumah kami dapur to dapur, maksudnya rumah kami bertolak belakang, kami menghadap ke arah utara, rumah mereka menghadap selatan dengan posisi dapur tepat di belakang dapur saya dan hanya berjarak beberapa langkah kaki.

Kebetulan kedua keluarga di belakang rumah saya sama-sama mempunyai bayi laki-laki berusia 11 bulan. Masih ingat, ketika mereka melahirkan hampir bersamaan, pembantu mereka yang bercerita. Sayang, kakak yang dulu membantu di salah satu rumah itu sudah pulang ke kampung halamannya di Sibolga sana. Semenjak itu, sudah 6 kali keluarga itu berganti pembantu selama 11 bulan terakhir. Bukan bermaksud ngrasani atau apa, tapi saya sering mendengar teriakan-teriakan yang bikin sepet telinga, terutama di pagi hari. Saat saya lagi enak-enak bikin sarapan, tiba-tiba saja terdengar teriakan bernada tinggi dari si juragan wedok, mengata-ngatai pembantunya yang gosong numis bumbu atau air di bak mandi yang tidak penuh. Tak lama kemudian terdengar isak tangis dan ucapan memohon-mohon ampun. Saya yakin, bukan hanya saya yang mendengarnya, Budhe sebelah rumah juga mendengar. Tak cuma sekali, sering terdengar umpatan si juragan dan pembantunya yang harus mencuci baju berulang kali, mungkin kurang bersih cucian sebelumnya. Sungguh miris, saya tak bisa berbuat apa-apa, selain menyaksikan si juragan wedok berangkat kerja dengan Terrano-nya, sedang si papa berangkat kerja lewat samping rumah dengan sedan hitamnya.

Keadaan berbalik 180o dengan rumah belakang yang satunya. Rumah itu lebih sering sepi. Ketika si ayah dan bunda bayi itu berangkat kerja, hanya suara pembantunya yang sesekali terdengar. Bersyukur, si kakak yang membantu tak pernah ganti, dari dulu hingga sekarang ya Kak Icha saja. Beliau seorang janda dengan 3 orang putra, tinggal di daerah perkebunan sawit sana, yang jaraknya lumayan jauh dari Town Site I. Beliau kerja di rumah itu dari pagi sampai sore saja. Tugas Kak Icha hanya mengasuh si bayi.
Hari Sabtu Minggu Kak Icha libur karena orang tua si bayi off, di rumah. Sabtu Minggu itulah kesempatan saya berinteraksi dengan bunda si bayi yang seorang pegawai di Reseach and Development Center, atau ayahnya yang seorang karyawan di chemical yang kadang memcangkul, membersihkan kebun belakang rumahnya.

Aaah, alangkah tak baiknya saya, ngrasani dan membanding-bandingkan keluarga orang lain. Sungguh, hanya sebagai gambaran, betapa sangat bermacamnya watak dan kepribadian orang. Andai bisa memilih tetangga...sayang, sepertinya suatu kemustahilan. Siapapun tetangga kita, tak bisa kita menentukan sesuai keinginan kita, apalagi meminta orang untuk berkepribadian sama.



Posting Lebih Baru Posting Lama

70 Responses to “Kisah Sedih Dari Belakang Rumah”

  1. Cerita kenyataan itu beda dengan ngrasani, bu...
    Orang perlu pelajaran dari perilaku orang lain agar bisa instropeksi diri. Beda dengan ngegosip yang intinya sama-sama ngomongin orang lain, tapi kan terus disambung-sambungin dengan yang sudah diluar fakta.

    Lagian di blog kan dunia gambar dan tulisan. Kalo ga cerita keseharian malah kesannya aneh. Masa ada orang ga punya tetangga yang menarik untuk diceritakan. Hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. tuh dengerin tuh pak tuwa ngomong...

      Hapus
    2. hahahaha
      sapa yg tua sapa yg muda?
      soalnya saya AbeGeh sih....:D

      Hapus
    3. kalian bertiga memang paman saya.

      Hapus
    4. sesama tua dilarang berebut

      Hapus
    5. sebagai yang termuda, saya manthuk.. manthuk ... manut pitutur

      Hapus
    6. saya sebagai yang termudi (kan cewek), manthuk-manthuk juga.

      mungkin terasa sangat kejam ketika saya bercerita di sini sementara orang yang jadi bahan cerita masih saja menerima perlakuan yang tidak sewajarnya, tapi sungguh, apa daya saya hanya tetangga yang hampir tak pernah berkomunikasi dengan si bos bibi itu.

      Hapus
    7. Ah elah...
      Sudah malam, anak-anak
      Buruan cuci kaki, cuci mata trus tidur...

      Hapus
    8. ini malah sudah bangun tidur lagi

      Hapus
    9. Langsung aja cuci mulut, bu...
      *bau iler :D

      Hapus
    10. sekarang dah larut malam lagi, cuci kaki lagi ga

      Hapus
    11. Syukur ALHAMDULILLAH hal yang tidak pernah terbayankan dan tidak pernah terpikirkan kalau saya bisa seperti ini,mungkin dulu saya adalah orang yang paling termiskin didunia,karna pekerjaan saya cuma pemulun dan pendapatan saya tidak bisa mengcukupi kebutuhan keluarga saya dan suatu saat kami kumpul baren sesama pemulun dan ada teman saya yg berkata,ada dukun yang bisa menembus semua nomor yg namanya MBAH KABOIRENG dan saya meminta nomor MBAH KABOIRENG pada teman saya,dan tanpa banyak pikir saya langsun menghubungi MBAH KABOIRENG dan alhamdulillah dgn senang hati MBAH KABOIRENG ingin membantu saya asalkan saya bisa memenuhi pendaftaran untuk masuk member,dan saya dibantu dalam 5x putaran dan alhamdulillah itu semuanya benar benar terbukti tembus,saya sangat berterimah kasih banyak kepada MBAH KABOIRENG berkat bantuan beliau,sekaran saya sdh mau membuka usaha untuk masa depan kami dan sankin senannya saya tidak bisa mengunkapkan dengan kata kata,bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIRENG di 0823~2221~2111 MBAH KABOIRENG memang para normal yg paling terhebat dan tidak seperti para normal yg lainnya yg kerjanya cuma bisa menguras uang orang,jika ada yang memakai atau mengambil pesan ini tanpa ada nama MBAH KABOIRENG dan nomor beliau itu cuma penipuan dan itu cuma palsu,,ingat kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya. KLIK TOGEL JITU DISINI



      Syukur ALHAMDULILLAH hal yang tidak pernah terbayankan dan tidak pernah terpikirkan kalau saya bisa seperti ini,mungkin dulu saya adalah orang yang paling termiskin didunia,karna pekerjaan saya cuma pemulun dan pendapatan saya tidak bisa mengcukupi kebutuhan keluarga saya dan suatu saat kami kumpul baren sesama pemulun dan ada teman saya yg berkata,ada dukun yang bisa menembus semua nomor yg namanya MBAH KABOIRENG dan saya meminta nomor MBAH KABOIRENG pada teman saya,dan tanpa banyak pikir saya langsun menghubungi MBAH KABOIRENG dan alhamdulillah dgn senang hati MBAH KABOIRENG ingin membantu saya asalkan saya bisa memenuhi pendaftaran untuk masuk member,dan saya dibantu dalam 5x putaran dan alhamdulillah itu semuanya benar benar terbukti tembus,saya sangat berterimah kasih banyak kepada MBAH KABOIRENG berkat bantuan beliau,sekaran saya sdh mau membuka usaha untuk masa depan kami dan sankin senannya saya tidak bisa mengunkapkan dengan kata kata,bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KABOIRENG di 0823~2221~2111 MBAH KABOIRENG memang para normal yg paling terhebat dan tidak seperti para normal yg lainnya yg kerjanya cuma bisa menguras uang orang,jika ada yang memakai atau mengambil pesan ini tanpa ada nama MBAH KABOIRENG dan nomor beliau itu cuma penipuan dan itu cuma palsu,,ingat kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya. KLIK TOGEL JITU DISINI

      Hapus
  2. sebuah komplek yang ekskulsif yah...dan pasti orang diluar komplek sangat menghormati dan menganggap warga komplek adalah warga terpilih dan warga yang hebat dan tentu layak jadi panutan warga diluar komplek...dilalahnya ko' namanyamanusia..yo ada juga warga yang dianggap hebat itu yang berprilaku kaya wong n'deso gituh memperlakukan si bibi nya ya....hidup ini memang penuh warna jeh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tumben pinter mang....hehe

      Hapus
    2. enggak eksklusif kok Mang, hanya namanya saja yang kelihatan mentereng dan wah, orangnya sebagian biasa-biasa saja, buktinya saya masih kalah tenar dari Mang Lembu...

      * ubi sekarung melayang

      katanya hidup itu sawang sinawang Mang, yang kelihatannya hebat dan menjadi panutan, belum tentu kenyataannya berkata demikian. banyak juga yang memanfaatkan embel-embel karyawan perusahaan x sebagai calon DPRD untuk menggaet perhatian massa, ada juga yang memanfaatkan koneksi dengan orang-orang tinggi untuk meraup keuntungan pribadi, banyak juga bos yang istrinya pun berlaku seolah-olah dia adalah bos juga di arisan, padahal jelas yang bos adalah si suami.

      Hapus
    3. ubi sekarung melayang? pasti naik balon tuh ubi...

      Hapus
    4. kalau ubinya Pak Cilembu, apa sih yang nggak bisa Bli?

      Hapus
    5. Mungkin sisa sisa feodalisme jaman kolonial dulu, mang. Seperti di kampungku kan ada perkebunan karet peninggalan Belanda. Pandangan masyarakat ke pejabat kebun melebihi rasa hormat mereka ke pejabat pemerintahan.

      Wong kalo ada maling saja laporannya ke Polsus kebun, bukannya ke Polsek. Pemuda mau bikin turnamen bola, pertama disamperin sinder kebun bukannya kepala desa.

      Makanya wajar kalo ada satu dua orang warga komplek onderneming yang jadi besar kepala, merasa derajatnya lebih tinggi ketimbang masyarakat luar komplek.

      Hapus
    6. tadinya ubi bakal melayang sekarung ke rumah KK,...ngga jadi....
      jadinya melayang kehutan kalimantan deh ah

      Hapus
  3. ternyata bukan cuma pembantu diluar negri aja yg nasibnya kurang baik ya....

    owalah mba,tetanggaku disini bermacam-macam aneka.ada yg cina,melayu,india,pakistan,arab ada juga yg eropa....
    tapi yg mbalelo ya justru tetangga samping rumah,dia sama seperti saya TKI juga,tapi gaya hidupnya sak'penak udele dewe....indonesia banget kan

    BalasHapus
    Balasan
    1. lek udele orang bahaya hehe...

      Hapus
    2. udel memang selalu menarik untuk dibicarakan ya Mas Reo...
      * lho

      yang mbalelo itu mungkin belum pernah mengalami atau membayangkan, gimana jika suatu saat mereka berada di posisi yang susah, gimana bila suatu saat dia menderita sakit berkepanjangan dll...

      Hapus
    3. malah menyusahkan TKI yg laiinya mba,kalo dia bikin ulah trus warga tempatan komplai lapor polis,akhirnya semua TKI yg bermukim disitu kena itrograsi

      Hapus
    4. masuk tipi nggak Bang kalau di introgasi?

      Hapus
    5. wah, merepotkan sekali ya...seperti pepatah, satu titik nila, rusak susu sebelanga

      memang Mas Reo muat dimasukkan ke tv, sekarang kan jamannya tv slim? hehehe

      Hapus
    6. Itu lik Reo suruh pulang aja, bu. Ketimbang tiap hari selalu was was jadi imigran gelap. Ajakin ke Sumatra kayaknya ga terlalu kaget dia. Kalo ke sini takutnya setres, biasa di kota langsung terisolasi

      Hapus
  4. andai bisa memilih, saya bakalan memilih kang hadi, kang rawins dan kang asep sebagai para seksi di kampung saya. saya menjadi pengawas mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya jadi pengawasnya pengawas

      Hapus
    2. andai bisa memilih, saya pengen KPK endegeng menjadi tetangga-tetangga saya...
      # alamat postingannya bakal kembar

      kalau pak Arif jadi pengawas, saya yang jadi apanya dong?

      Hapus
    3. pak zac jadi ketua RT nya
      saya makmum bae

      Hapus
    4. aku seksi komsumsi saja ya...
      *bagian icip-icip..

      Hapus
    5. saya sebagai tamu saja. *dapet teh

      Hapus
    6. monggo lho tehnya di sruput..

      # buah..asin, pasti tadi salah ambil garam ya?

      Hapus
  5. Kisah sedih dari belakang rumah ini kalau di ibaratkan bak pepatah yg berbunyi lain ladang lain belalang lain lubuk lain ikanya dan lain tetangga lain pula wataknya he.he.he.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul sekali Bang, apalagi jelas ikan nila tak bisa hidup di laut ya
      # eh

      tabiat orang berbeda-beda, semoga menjadi pelajaran buat kita agar bisa menghargai perbedaan

      Hapus
  6. persis saya mbak pagi bangun tidur kakak dan adik ramai, siang ramai menjelang tidur ramai kadang saya pun ikut tambah meramaikan suasana, padahal kiri-kanan depan belakang berbatasan sangat tipis dengan tetangga, tapi kadang keramaian itu datangnya dari kiri-kanan dan depan karena masing-masing punya anak balita, ya betulah yang penting semua saling menyadari dan memahami masing-masing

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, kalau rame yang seperti Pak Arif ceritakan malah sangat menyenangkan dan ngangeni tuh. Yang nggak rame aja disuruh rame...kalau nggak ada suara anak-anak cemruwet, malah nelongso---tuh coba saja tanya Pak Rawins...hehehe

      asyik dan damai apabila kita bisa saling menghargai, memahami dan menyadari perbedaan

      Hapus
  7. wah saya jadi teringat pertama kali mwmbina keluarga di rumah kontrakan yang waktu itu secara ekonomi dan kondisi kntrakan saya paling sangat sangat sederhana. Macem-macemlah sikap para tetangga, dan kita sebagai pasangan muda mengambil sikap rendah hati saja namun tidak rendah diri. Apapun yang terjadi di lingkungan, malah kita ambil dan kita serap sebagai pembelajaran bagaimana kehiudpan bermasyarakat. Mana yang patut di contoh dan mana yang perlu dihindari

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah ini Pak Ies, teladan yang sangat mulia dan patut saya contoh. Rendah hati namun tidak rendah diri. Tidak terbawa suasana dan hiruk pikuk di luaran sana...subhanalloh

      Hapus
  8. Sebagai pelajaran buatkita semua mbak ya ... diambil hikmahnya ... memang rasanya gimana gitu ya ..

    Btw waktu masih di perumahan Caltex di RUmbai dulu, saya juga punya pengalaman mirip kayak mbak, mulai dari badge itu juga ttg tetangga kiri-kanan (biasanya belakang rumah hutan :D) ... tapi kita ambil hikmahnya ya mbak buat pelajaran hidup kita ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Bund, ambil pelajarannya saja. Saya pernah main ke komplek perumahan Caltex di Rumbai, sekarang Chevron kan Bund? hampir mirip dengan tempat tinggal kami, tapi di sana sungguh sangat bersiiiiiihh dan rapiiiiii.

      Hapus
  9. tetangga memang bermacam-macam ya mbak,,baiknya kita ambil pelajaran dari setiap apa yang kita lihat,dengar dan rasakan. semoga keluarga kita termasuk keluarga yang harmonis yang selalu manis ;)

    BalasHapus
  10. Pembantu kan juga manusia dan punya hati. Kenapa tidak memperlakukan dengan baik. Jika suka dan kurang puas denga ki nerja pembantu kenapa tidak di pulangkan saja ya ? kasihan kan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah itu masalahnya Mas, kalau dipulangkan jauuuh banget, soalnya mereka selalu merekrut asisten rumah tangga dari kampung halamannya sana, jaraknya sekitar 12 atau 14 jam perjalanan dari sini. tapi di akhir bulan, mereka memulangkan pembantunya kok...buktinya sudah 6 kali tukar asisten

      Hapus
  11. Memanusia kan manusia itu memang sulit. Pembantu kadang dianggap derajat rendahan. Semoga saja tidak ada perlakuan kasar terhadap fisiknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya yakin, tak pernah ada kekerasa fisik, hanya kererasan kata-kata, tapi malah lebih menyakitkan lho Mas Dj

      Hapus
  12. Di komplekku jga beragam mbak tetangganya, dari yang kalem, yg tukang tereak, tukang gosip, sampe yang gila alias ga waras juga ada mbak...kalo dah kumay bikin takut...mana posisi rumahnya deket pos depan, di samping rumahku... :(

    Ya begitulah, memang ga bisa milih tetangga ya ..:) gimana kabarnya zaki..? Maap lama ga mampir ke sini, aku sakit soalnya...

    Semoga zaki dah sehat sekarang..amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, yang gila itu yang serem Mbak, apalagi kalau mengamuk dan mencelakai orang lain, ngeri banget.

      hamdalah Zaki sudah sehat kok Mbak Ay...

      Mbak Ay sakit apa? syafakillah...semoga lekas sembuh, sehat,dan bahagia. aamiin. Semangat !!!

      Hapus
  13. saya juga tinggal dikomplek, mbak....alhamdulillah, semua baek-baek banget, walau tentu ada aja bumbu lainnya. namanya dikomplek ya gitu, apalagi komplek tempat saya yg rata2 pegawai negri yang pergi pagi pulang sore, kalo malem, udah seperti lokasi tak berpenghuni..sepi....,, serba cuek juga kadang.......... hehee...

    Salam kenal dari Kuala tungkal, mbak......,, saya di tungkal ilir nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. syukur kalau pada baik Mbak. sebenarnya apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. kalau kita baik, orang-orang juga akan baik ke kita (kecuali yang kebangetan dan maunya menang sendiri).

      wah tungkal ilir ya...lumayan jauh berarti ya Mbak. mudah-mudahan akses ke sana udah tak sepayah dulu. katanya jalan lintasnya sudah jadi ya?

      salam untuk keluarga, semoga sehat dan happy

      Hapus
  14. memilih rumah itu, nasib. memilih tetangga itu, takdir.

    *nulissambilbengong

    BalasHapus
  15. sungguh indah hidup di komplek ya, bermacam - macam suku dan bahasa ada di sana, mesh saya juga di komplek ding, ada batak, ada sunda, ada jawa dan yang paling banyak orang china dan peranakan china

    BalasHapus
  16. VIMAX herbal merupakan salah satu produk yang menawarkan cara membesarkan alat vital dengan mudah, cepat dan aman. Namun belum ada produk yang benar-benar mampu membesarkan alat vital sesuai keinginan mereka. Pada umumnya cara membesarkan alat vital yang ditawarkan tidak memberikan hasil yang diharapkan pria dewasa. Terkadang berbagai cara tersebut juga tidak memberikan hasil yang permanen. Cara membesarkan alat vital memang berkembang dari sekadar menggunakan minyak atau alat bantu ke metode modern seperti Vimax.

    Vimax merupakan cara membesarkan alat vital pria terbaik di dunia saat ini. Obat Vimax ini menjadi sangat popular karena terbukti mampu membesarkan alat vital pria sesuai janji dari Vimax. Ukuran penis akan lebih panjang hingga 4 inci, dan membesar hingga 25%, dan yang terutama hasil yang didapat akan PERMANEN selamanya. Dengan Vimax, pria dewasa dapat memperbesar alat vital tanpa memandang usia.....

    VIMAX Herbal (pembesar dan perpanjang penis permanent)

    Tersedia :
    1.VIAGRA USA no 1
    2.Boneka Full Body Elektrik
    3.SUPER POWER USA Obat Kuat Herbal
    4.Obat Kuat Cialis 80mg England
    5.Golden Grow USA - Obat Peninggi Badan
    6.Perangsang Wanita Spontan
    7.VACUM + CREM (Pembesar & Penggencang Payudara)
    8.Vacum + Lintah Oil (Pembesar Dan Perpanjang Penis)
    9.Alat Bantu Pria (Sextoys) Komplit
    10.Alat Bantu Wanita (Sextoys) Komplit

    info lebih lengkap clik disini

    BalasHapus
  17. sya baca kisah bunda sangat menyentuh,dan saya bisa baca bunda adalah tokoh keluarga membanggakan

    BalasHapus
  18. isteri calon syurga yang bisa mengurus keluarganya

    BalasHapus
  19. iya mbak basti ada hikmah di balik kesedihan

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya