Anda Pasti Terkejut Mendengar Ucapan Anak Ini



Anda Pasti Terkejut Mendengar Ucapan Anak Ini


Saat bunda lagi sibuk dengan job rutin bunda... Halah bahasanya. Job rutin saya tau dong...blogging...eh bukan. Kegiatan rutin seorang ibu rumah tangga ya pastinya menyiapkan segala keperluan dan kebutuhan anggota keluarga, mulai masak, beres-beres, nyuapi anak, dan lain-lain.

Pagi itu setelah saya selesai nyuapi Zaki, seperti biasa saya melanjutkan aktivitas saya yang lain. Mencuci baju kemudian masak untuk makan siang ayah yang setiap harinya makan di rumah, bukan di kantor. Pagi-pagi sekali sekitar pukul 09.00 Joane biasanya sudah nyamperi Zaki untuk main bareng.
"Zakiiii, Zakiii ... Main yooook!" dengan logat meliuknya yang khas. Dan pagi itu juga. Namun tak hanya Joane, tapi Aan putra Mas Taufik yang tinggal persis di sebelah rumah juga datang. Rupanya hari itu Aan libur sekolah. Dia berusia 6 tahun, duduk di bangku TK B. Jadilah Zaki, Joane dan Aan main bersama. Hamdalah mereka tak lupa menutup pintu rapat-rapat. Lebih-lebih mereka tak main ke luar rumah, tapi sibuk merangkai lego dan boneka Power Rangers di ruang tamu. Bunda jadi lebih tenang konsentrasi ke kompor dan penggorengan.

Lagi asyik-asyiknya bikin ikan patin asam padeh, tiba-tiba saya mendengar suara yang tidak biasa diantara kemriyek nada anak-anak itu.
"Eh mampus lah kau An...!!!"
Masha Alloh, suara siapa itu. Jelas bukan suara mereka bertiga. Saya langsung melongok melihat ke ruang tamu. Ternyata mereka tak lagi bertiga, tapi berempat. Anak siapa yang satu itu, kok saya nggak kenal. Tanpa menunggu lama saya datangi anak itu.
"Nak, namamu siapa?"
"Rido". kata anak itu
"Rumahnya di mana Rido?"
"Jauh di dekat klinik sana...." lanjut anak itu sambil menunjuk ke arah klinik. Kalau dekat klinik, rumah saya juga tak jauh dari klinik, sekitar 100m saja, harusnya saya kenal dong. Kemudian saya tanya si Aan yang lagi berebut balok lego panjang dengan Zaki.
"Aan tahu Rido?"
"Dia kawan sekolah Aan, Bu."
Oooo pantesan dia ke rumah saya, rupanya awalnya dia mau main ke rumah Aan.

Makin penasaran dengan seorang bocah bernama Rido itu saya melanjutkan interogasi saya.
"Siapa nama ayahmu, Rido?"
"Nggak tahu."
"Lho, kok nggak tahu sih, kerja di pabrik juga kan?"
"Enggak Bu, ayah Rido di kampung, dia main sama cewek-cewek. Kerjaan ayah pacaran aja sama minum narkoba."

Bagai disambar petir saya mendengar ucapan anak mungil yang kurang lebih usianya sebaya Aan yaitu 6 tahun itu. Saya tak mengira anak itu berkata demikian. Sungguh kata-kata yang hanya bisa dipahami orang dewasa. Apa sebenarnya yang terjadi dengan anak itu saya tidak tahu. Sepertinya saya tak bisa untuk mendengar cerita lebih lanjut dari Rido bila apa yang diucapkannya adalah hal yang benar. Herannya lagi, siapakah yang mengajari dia berargumen seperti itu, pastinya ada orang dewasa yang mengajarinya kan?

Cukuplah semua menjadi pelajaran bagi saya dan teman-teman sekalian bahwa sepahit apapun keadaan kita, kita tidak boleh memberitahukan hal seperti itu ke anak-anak kita sebelum mencapai usia dewasanya. Kalaupun ingin menyampaikan sebuah kebenaran, pakailah bahasa yang santun dan mudah dipahami bagi anak-anak, tanpa membohonginya.









Posting Lebih Baru Posting Lama

48 Responses to “Anda Pasti Terkejut Mendengar Ucapan Anak Ini”

  1. Astaqfirullah..... hanya itu terucap mbak,
    betapa berdosanya kita telah mengabaikan pendidikan moral pada anak2, miris banget rasanya, mbak

    btw.... asam padeh ikan patin bikin ngiler aja nih .... kebayang rasa pedas dan asamnya... hmmm nyummy ....^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Bund, saya juga merasakan hal yang demikian. Tapi kita tak bisa menyalahkan Rido kalau Zaki atau yang lain meniru kata2 dia, mungkin Rido sendiri mendengarkan dari mama atau saudaranya. Saya rasa krluarganya "berpisah" Bund. Kalau dia tinggal di sini (di komplek karyawan) jelas salah satu dari orang tuanya kerja di sini dan bisa dipastikan mamanyalah yang kerja.

      ikan patinnya lumayan pas terasa di lidah Bund, biasanya saya kesulitan menyeimbangkan rasa pedas dan asamnya. sayang saya tidak begitu menyukai ikannya, jadi cuma makan kuahnya...hehehe

      Hapus
    2. ikan patin kalau direngel sana, namanya ikan jendil ikan asli bengawan, kalau ikan patin yang diternak rasanya agak amis mbak, tapi kalau ibuke hayyu masak tetep saya habiskan, apalagi pake sambel, hehehehe

      Hapus
    3. iya Pak Agus, bukti kalau Pak Agus sosok suami teladan...sama seperti suami saya, apapun masakan saya selalu beliau habiskan...enak tak enak. Tapi saya yakin, Mbak Nia lebih jago masak daripada saya.

      Hapus
  2. Wach anak se usia segitu kalau gx di ajari belum bisa gitu mbk

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mas Rahmat. Bisa jadi wujud kekecewaan orang tua Rido yang mengajarkan kalimat "sadis" itu ke putranya

      Hapus
  3. hancur sudah generasi penerus bangsa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga yang lain bisa mengambil hikmah dan memperbaiki, FR

      Hapus
  4. anak bagaikan selembar kertas putih ya bun, apa yang kita coret maka itu pula yang akan tergores diatas kertas tersebut, begitupula anak, apa yang kita ucap sehari-hari akan senantiasa direkam dalam benak dan fikira si anak, jadi sepatutnyalah kita berucap yang baik jika ingin buah hati kita berprilaku baik, Coro jawane podo podo mengone mending mengo seng beik tinimbang mengo seng olo hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah keren paribasan jawanya Mas Arie...iya, saya setuju banget dengan pendapat Mas Arie bahwa anak layaknya selembar kertas putih. Tergantung kita yang tua, mau bikin cerita bagus atau cerita jelek ya?

      Hapus
  5. anak-anak memang ibarat kertas kosong yang ditulisi kan ya Mbak.
    kalo mereka ditulisi dengan tulisan yang baik, pasti ungkapan2 yang keluar juga baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul Pak Zach...semoga anak-anak dan generasi yang sekarang kita-kita bangun ini bisa menjadi pribadi-pribadi yang baik dan salih

      Hapus
  6. kalo Kang Rawins itu sejarahnya gimana ya Mbak? koq jadinya sekarang saru ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. entah itu Pak Zach, saya juga bertanya-tanya. Sayangnya beliau ndak bisa ditanyai sekarang, lagi sibuk plesiran...atau malah dalam perjalanan balik ke hutan ya?

      Hapus
  7. kepahitan dan ketidak bahagiaan memang agak sulit untuk disembunyikan, demikian juga kebahagiaan....hingga anak-anak yang walaupun tidak diberi tahu karena setiap saat melihat dan ikut merasakan jadi bertabiat sedemikian.
    kita yang bahagia tentu terkaget-kaget mendapatkan anak seusia itu berprilaku yang tidak sebenarnya....coba kita tanya ke kang zach, yang hidup dikota besar(jakarta coret - Cilebut seh)..disonoh banyak anak2 yang mirip dengan ridho, terutama didaerah kumuh, itu terjadi mungkin karena tempaan hidup yang mereka terima cukup berat....lah, jadi panjang ginih komentarnya yak...mendingan kalau yang bacanya ngerti maksud saya, kalau ngga kan malah dianggap saya emang udah konslet beneran...huh

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi ridho gak konslet mang,pasti ada yg nyetrum ridho tuh...
      masa anak sekecil dia bahasanya udah sama seperti sayah.....
      aduh ketularan konslet nih

      Hapus
    2. maaf bari bisa membalas komen Pak Cilembu sekarang...

      iya Pak Ci, kurangnya pengalaman saya membuat saya gampang banget heran dan terperangah dengan sikap anak-anak modern. Tapi saya justru prihatin dengan Rido, kedua orang tuanya tidak tinggal satu atap. Mamanya di sini, papanya di kampung...

      saya juga jadi ketularan konslet je Mas Reo

      Hapus
  8. kasihan rido...
    moga orangtuanya mendapat hidayah....

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga demikian Mas Reo. Mama Papanya mungkin sudah berpisah itu Mas.

      Hapus
  9. anak ini sebetulnya menjadi korban dari perbuatan orang tuanya ya mbak, yang mungkin kurang mendidik dan lain-lain, apalagi rido berkata ayahnya jauh dikampung, sudah pasti dia juga kurang perhatian dari orang tuanya...kasihan sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau kurang perhatian, jelas Kang. Lha wong mamanya di sini, papanya di kampung. Tapi alangkah baiknya kalau orang dewasa di sekitar Rido juga harus paham, bahwa sebagai orang tua kita tidak boleh sembarangan dalam memilih kata-kata, apalagi di depan anak-anak.

      Hapus
  10. Dri keluarga yg tdk harmonis kah? Spechless saya,

    Anak itu sbenarnya tdk bersalah, namun jika dibiarkan spr itu saja, kita khawatir ucapan2 itu nantinya jd perilaku juga...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seperti tebakan saya Pak Pri...entahlah, mungkin iya. Yang jelas kedua orang tuanya tidak tinggal satu atap.

      Yang jelas, mamanyalah yang harus pandai-pandai merawat dan mendidik Rido kan Pak Pri. Tidak membiarkannya lepas kendali seperti itu. Tapi ya gimana lagi, beliau kan wanita karier, yang mana waktu bersama anak sangat terbatas

      Hapus
  11. tombol balasnya ko' ngga bisa diklik seh?...apa ngga bisa cuman sama sayah doang gituh ya....
    #n'deprok saking lemesnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa gini loh, kang... nih saya bales #Jleb!

      Hapus
    2. saya juga baru bisa setelah kang lembu tidak bisa

      Hapus
    3. oh gitu ya Pak Ci? sambungan internetnya yang lemot kali Pak? Saya juga mengalaminya beberapa waktu lalu...

      Hapus
  12. saya menarik pelajaran dari kisah ini mbak, jangan sembarangan berbuat, berucap di depan anak kecil karena mudah untuk menirunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini bisa jd bahan utk tulisan saya berikutnya nih! :)

      Hapus
    2. untuk pelajaran saya juga kok Pak Agus...

      terima kasih Pak Pri, malah jadi nginspirasi panjenengan to...

      Hapus
  13. asam padeh ikan patin bikin ngeces aja nih hehehe ...

    anak bagaikan tembok yang putih polos ( kertas apa tembok ya) yang bisa di oret oret ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan Mang, sesuai hobi Mamang, ya sudah, ngences di sini sah sah aja kok mang...

      kertas dan tembok, sama-sama polos...keduanya bisa dioret-oret Mang

      Hapus
  14. anak2 usia segitu benar2 masih lugu dan jujur mbak,,, suka bicara apa adanya :)
    saya sangat prihatin membaca kisah Rido yg diterlantarkan oleh ayahnya yg hanya memikirkan kesenangan diri sendiri, hmmm...
    menarik sekali sharingnya mbak ^_^

    BalasHapus
  15. sedih mendengar bunda..!, anak sekecil itu Seharusnya yg terekam diotakx adalah hal2 yg baik/positif tp ini malah hal2 negatif.., jd pelajaran ni...!

    BalasHapus
  16. anak itu cepet banget nyerap apa yang dikatakan orang-orang di sekelilingnya, ga hanya dari anak lain atau orang dewasa lain. Bahkan dari tivi pun bisa... sulit emang menjaga anak agar tidak terkontaminasi hal-hal yang kurang baik..

    dulu mah waktu aku kecil, kalo aku bicara ngawur, maka ibuku akan menasehatiku untuk tidak mengatakannya lagi..jika sudah 3 kali masih begitu, alamat cabe rawit masuk ke mulut deh...hehehe

    BalasHapus
  17. Hehe.. anak itu mungkin IQ nya sangat bagus.. jdi cepat respon nya :)

    BalasHapus
  18. busyeett nooh bocah umur 6 bulan sudah bisa berbicara seperti itu..

    ya ini lah pergaulan... lingkungan dan kurangnya perhatian dari orang tua asa muasal penyebabnya :'(

    semoga tidak menular kepada teman2 yang lainnya

    BalasHapus
  19. Anak seumur Rido cepat banget menyerap kata-kata baru. Seharusnya orang tuanya lebih memperhatikan, Mesake tenan ..

    BalasHapus
  20. mbaaaaaaaak, maaf saya baru bisa BW ke sini. harap maklum ya.
    masa iya bapaknya yg ngasih tau anaknya mbak, kmgknan si anak dengar obrolan si bapak jg bisa kan..tp klo emg watak si bapak gitu ya bisa jd ngomong lgsg ke anaknya..tp kan anaknya msh 6 thn??? -_____-"

    BalasHapus
  21. wow,,, sehrausnya seburuk apapun kegiatan orang tua harusnya nda menunjukkan pada anaknya!

    BalasHapus
  22. Itulah anak-anak yang terlahir dalam keadaan suci, dia bahkan belum bisa berbohong.

    BalasHapus
  23. Astagfiruloh.... kaget dan sedih dengernya... jadi ingat anak2 di kampung saya, mereka masih kecil tapi sering bicara kasar, mencaci maki... sudah berkali-kali diperingatkan dengan halus bahkan pernah sampai dihardik sama ibu saya, tapi tetep bandel. Mungkin karena pengaruh lingkungan dan meniru orangtua mereka yang juga sering bicara kasar..

    BalasHapus
  24. Anak memang polos, mengatakan apa yang didengar dan dilihat. Orang tua harus lebih pintar dalam mendidiknya.

    BalasHapus
  25. Apa yg dia dengar dan apa yg dia lihat, itulah yg akan di ucapkan ;) anak memang polos, ini adalah tugas orang tua agar lebih lebih cerdik lagi dalam mendidik

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya