Bagpacker Gadungan



Bulan Oktober kemarin salah satu kawan ayah, Om Alex, menikah. Si Om asli Bandung, jodohnya orang sana juga, jadi otomatis pesta pernikahannya juga diselenggarakan di Bandung. Teman-teman se-DCS yang kebanyakan masih lajang turut menghadiri acara sakral Om Alex. Tak semua tentunya, karena personil di DCS terbatas, hanya 14 orang, kalau cuti rame-rame kan membahayakan keamanan dan kedamaian mill site. Jadilah 3 orang teman ayah yang ke Bandung. Om Bobby, Om Hilman dan Om Aji. Kok om-om semua sih? Lha iya, karena mereka semua masih single alias lajang, usianya sebaya ayah, beberapa satu atau dua tahun di bawah ayah, tentu Zaki memanggil mereka om dong.

Niat awal memang mau menghadiri resepsi pernikahan, entah bagaimana ceritanya mereka bertiga selingkuh dari niat semula, mereka ingin sekalian bagpackeran ke Surabaya. Terbayang kan, kalau yang namanya backpacker pasti identik dengan gaya hidup hemat selama perjalanan.

Dari Pekanbaru ke Bandung mereka menggunakan alat transportasi semurah mungkin. Apa itu? Air Asia tiket promo...* bletak, kena lempar ransel dari bagpacker sejati.
Apa???!!! Naik pesawat? Nggak salah tuh? Memang sih, agak melenceng dari pakem backpacker, tapi karena waktu cuti yang terbatas, nggak mungkin dong naik bus...bisa-bisa jatah cutinya habis di jalan. Sampai Bandung, mereka ke acara pernikahannya Om Alex. Sehari selesai, mereka melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

"Hallo...ada apa!!!" sahut ayah saat sebuah telpon memanggil.
"Mas, kereta api eksekutif dari Bandung ke Surabaya jam berapa ya?" suara di ujung telpon
"Jadi naik eksekutif??!!!"
"Iya Mas, biar cepet".
"Masa bagpacker naik kereta eksekutif????!!!"

Seperti itulah, kawan ayah selalu konsultasi perjalanan kalau bepergian ke Jawa, dianggapnya ayah tau segalanya tentang transportasi di sana. Padahal ayah mengandalkan internet saja, untuk booking tiket pesawat, booking hotel atau panduan perjalanan yang butuh connecting dengan transportasi yang berbeda jenis, misal dari pesawat ke kereta api atau travel.

Sadar mereka adalah para bagacker, mereka pindah haluan dari eksekutif ke ekonomi. Singkat cerita, hanya sehari di Surabaya mereka kembali ke Pekanbaru. Naik pesawat... Huh rasanya menyebalkan sekali menulis artikel ini. Bolak-balik saya harus menunjukkan pengkhianatan kawan-kawan ayah atas nama bagpacker...namun ya sudahlah, nasi sudah terlanjur menjadi bubur. Apapun ceritanya, ada oleh-oleh dari mereka buat bunda, Micro SD untuk hp bunda. Terima kasih para bagpacker...!!! Kapan-kapan pergi ke Jawa lagi ya, bawa oleh-oleh yang banyak.

ayah endegeng



Posting Lebih Baru Posting Lama

19 Responses to “Bagpacker Gadungan”

  1. ke Surabaya cuman bawa micro sd doang??? *ngremet tangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngemut SD. Sekolah Dasar.

      Hapus
    2. masih mending daripada bawa cerita doang, apalagi ngiming-imingi dan bikin kita ngences...hehehe

      sekolah dasarnya rasa apa Pak Zach? cokelat atau stroberi?

      Hapus
  2. bekpeker itu identik dengan dana pas-pasan, atau memang menggunakan transportasi semurah mungkin?
    kalau gitu saya juga bekpeker dong mbak, kan saya tiap hari pake kereta murah meriah, kadang juga naik atap gerbong, kadang naik lokomotif, gimana coba.
    hehehehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama dan sebangun dengan saya. hebat ya kita Mas.

      Hapus
    2. tuh kan, para bekpeker sejati aja nggak sombong...berjihad setiap hari naik kereta api...lha mereka baru ke surabaya naik ka ekonomi saja sudah ngaku bekpeker...huh tenan kan Pak? hehehe pis ya om-om

      sebangun? sebangun tidur ya Pak?

      Hapus
  3. para pengkhianat itu harus dikasih penghargaan rupanya Mbak. Miniatur Mikro SD.

    BalasHapus
  4. kapan lagi bacpacker naik airasia. hehehe inovasi baru dalam dunia backpacking wkwk :))

    BalasHapus
  5. kebayar juga kecewanya khan ...,mbak
    semoga suatu saat mereka benar2 bacpaker... jadi bisa posting cerita mereka

    BalasHapus
  6. backpacker itu dr kata "back" yg artinya "kembali" dan "packer" yg artinya "berkemas". jd kl sdh berkemas, ya mbalik.... ndak usah berangkat.

    #lho?

    BalasHapus
  7. kok saya malah taunya backpacker, bukan bagpacker..

    silap mata kali yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. haduh bingung...dua-duanya dipakai di artikel traveling sih...

      Hapus
  8. lah saya malah baru dengar istilah bagpacker...
    huh katrok banget ya saya....:D

    BalasHapus
  9. oooh ternyata itu toh namanya naik kendaraan semurah mungkin... baru tau sayah.. huh

    BalasHapus
  10. Untung masih ada tiket promo, dan jadwalnya bisa di atur pas dengan jadwal cuti yang tidak terlewat. he,, he,, he,,,,,,
    yang penting dapat hadiah ya Mba. he,, he,,,he,,,


    Salam,

    BalasHapus
  11. oleh-olehnya ini yang tidak nguatin. Cerita backpacker yang terlalu singkat ? :D

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya