Ketka Sakit Di Tanah Rantau

Ketika Sakit Di Tanah Rantau

Aisyah, seorang teman yang tinggal di Town Site II Selasa siang masih terlihat sehat, menjemput anaknya yang sekolah di TKIT At-Taqwa yang terletak di samping masjid. Aisyah yang sedang hamil muda itu terlihat biasa saja, tetep ceria dan banyak tawa. Namun rupanya sore hari menjelang Maghrib dia mengalami demam. Suaminya segera membawanya ke klinik Town Site I. Sebenarnya di Town Site II juga terdapat klinik, namun fasilitasnya lebih lengkap klinik Town Site I. Rupanya si pasien tidak diperkenankan pulang karena demamnya sangat tinggi, kemudian ditambah kondisi dia yang sedang hamil membuat dokter jaga agak kesulitan memberi obat. Saat itu dokter spesialis kandungan sedang tidak praktik. Hanya ada dokter umum dan beberapa perawat.

Malam itu kebetulan suami Aisyah masuk shift malam 12 jam over time. Artinya masuk kerja pukul 19.00 malam, pulangnya besok pagi pukul 07.00. Keadaan seperti ini terjadi bila salah satu anggota dalam 1 team shift sedang cuti atau sedang ada pekerjaan berlebih misal shut down. Bersyukur Aisyah mempunyai seorang kakak yang tinggal di Town Site I. Jadilah malam itu Aisyah, putrinya dan kakaknya bermalam di klinik.


Rabu pagi kakak Aisyah pulang ke rumah untuk mempersiapkan sekolah anak-anaknya, termasuk sekolah Zalfa putri Aisyah. Saya paham betul kerepotan kakak Aisyah (Mama Aan) selain ketiga anak sekolah yang harus dia urusi, dia juga masih punya seorang bayi berusia 1 tahun. Suami Aisyah belum pulang dari pabrik, kebetulan beliau satu shift dengan suami kakaknya. Mereka sama-sama bekerja di Maintenance Central. Hari Rabu tanggal 27 November 2013 bertepatan dengan Pilkada Riau yang mana karyawan non-shift seperti ayah Zaki libur. Saya segera mengganti posisi Mama Aan di klinik. Saya tunggui Aisyah yang tergolek lemah dengan tangan kanannya yang dipasangi jarum infus. Saya kompres dahinya berulang-ulang. Tubuhnya menggigil. Dokter yang visit pagi itu sudah memberi aba-aba kalau pukul 10.00 WIB belum ada perubahan, pasien akan segera dirujuk ke Pekanbaru untuk menjalani pemeriksaan yang lebih komplit terutama cek darah lengkap karena laboratorium klinik Town Site I tutup bertepatan dengan Pilkada.

Pukul 10.00 keadaan Aisyah masih sama saja, malah demamnya semakin tinggi. Termometer menunjukkan suhu 40 derajat Celcius. Kami sangat khawatir terutama dengan kondisi janin yang ada di dalam perut pasien. Tambah lagi si pasien tidak mau makan sama sekali. Nasi yang saya suapkan ditolaknya. Biskuit gabin yang saya potongkan kecil-kecilpun ditolaknya. Sari kacang hijau yang sengaja saya bawakan untuk dia juga bernasib sama, ditolak mentah-mentah karena mual. Tak ada tindakan medis lain kecuali memasang infus dan memberi penurun panas karena pemberian antibiotik harus dikonsultasikan dengan dokter kandungan, sementara dokter kandungan sedang tidak praktik.

Pukul 12.00 Aisyah dirujuk ke rumah sakit di kota. Hingga malam belum dilakukan tindakan pemeriksaan darah karena laboratorium di rumah sakit itu tutup bertepatan dengan Pilkada. Kami pikir rumah sakit sebesar itu petugas laboratoriumnya akan tetap jaga dan melayani pasien, ternyata sama saja, tutup. Baru hari ini setelah satu malam setengah hari opname, Aisyah menjalani pemeriksaan lengkap dengan dokter yang lengkap pula. Semoga lekas pulih, kawanku...

Aisyah bukan satu-satunya yang pernah mengalami musibah seperti ini. Tahun 2010 saya juga pernah berada di posisi Aisyah, di mana tetangga sebelah rumah saya yang merawat anak saya, sementara suami menjaga saya yang sedang opname di klinik. Saat suami saya pulang untuk mandi dan menyiapkan makan anak saya, tetangga saya yang lain yang menjaga saya di klinik. Tak hanya itu, mereka bahkan mengurusi segala keperluan dapur untuk saya dan suami, mencucikan pakaian kami, dll. Subhanalloh...


Sungguh. Bertempat tinggal jauh dari sanak dan keluarga dituntut untuk benar-benar lebih mandiri. Saudara dan kerabat kita di perantauan adalah para tetangga kita. Orang paling dekat dengan kita adalah para tetangga kita. Alangkah bersyukurnya mereka-mereka yang yang mampu menjaga tali silaturahmi dengan baik ke tetangga-tetangga di sekitarnya. Yang mampu memelihara kedamaian dan kerukunan antar warga. Siapapun itu, tak membedakan suku, agama maupun kedudukan.

 Al Qur'an sendiri sudah menjelaskan kepada kita, bagaimana kita hendaknya bersikap kepada tetangga, seperti yang dilansir dalam Surah An-Nisa 36 berikut:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ

 بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

"Sembahlah Alloh dan janganlah kamiu mempersekutukannya dengan sesuatupun. Dan berbuatbaiklah kepada kedua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri".

Posting Lebih Baru Posting Lama

63 Responses to “Ketka Sakit Di Tanah Rantau”

  1. “Sahabat yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap sahabatnya. Tetangga yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap tetangganya” (HR. At Tirmidzi)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih Mas Rohis Facebook, sudah menambahkan ilmunya

      Hapus
  2. subhanallah betapa rindunya kasih sayang orang tua dan saudara jika sakit di perantauan. betul betul inspiratif. Semua itu terkait dengan perbuatan saat sehat dulu, kalau menjaga tali silaturohiim insya Allah di tolong oleh tetangga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tumben saya setuju banget dengan komentar kang agus....keren banget kan.
      #peluk sayang...kang!!

      Hapus
    2. saya memeluk diri sendiri

      Hapus
    3. saya peluk cium siapa dong ... huh

      Hapus
    4. saya meluk cagak listrik aelah

      Hapus
    5. haduh maaf saya datang terlambat di rumah sendiri...sinih biar saya peluk satu-satu...terima kasih banyak sahabat

      Pak Agus: pada dasarnya tolong-menolong itu seperti nasi di rumah Pak..kebutuhan pokok, secara kita tak bisa hidup tanpa orang lain, tetangga khususnya. Semoga kita semua termasuk orang yang pandai bersyukur dan pandai memelihara tali silaturahmi.

      Hapus
    6. wah kl gini caranya, saya ikutan nyempil ah, :D :D

      Hapus
    7. yang biasanya nyempil itu kecil Pak Pri...lha ini sudah bapak masa nyempil sih? hehehe

      Hapus
  3. benar sekali mbak,,tetangga adalah orang nomor 1 yg akan menolong kita jika kita sedang kesulitan. Saya pun merasakan hal itu..
    Semoga hidup kita senantiasa berada dalam lingkungan yang baik,lingkungan yang penuh tolong menolong..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul...
      sesuai peribahasa jangan sampe sakit ketimpa tetangga...

      Hapus
    2. wah sekarang dah diganti ya mas... ckckck

      Hapus
    3. kalo gituh seh, mirip sama "berakit rakit kehulu, mampir langsung kerumah tetangga"

      Hapus
    4. betul Mbak Yuli...apalagi bila mempunyai batita ya? dulu waktu Zaki masih kecil, baru belajar berjalan dan aktif2nya melangkah, saya sering menitipkannya ke rumah Budhe sebelah saat saya tinggal shalat atau ke belakang...kebangeten ngrepotinya ya?

      Pak Ci, ngapain ke rumah tetangga Pak, numpang sarapan? hehehehe

      Hapus
  4. Oh, kirain mbak Khusna yg sakit (jgn sampai deh!). Kesehatan itu utama. Lha ini aja saya ngantor sambil sangu jahe dari rumah... :)

    Semoga Allah berkenan memberikan kesembuhan kpd teman mbak. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga lekas sembuh flu-nya Pak Pri...hamdalah saya sehat-sehat saja Pak.

      aamiin, semoga kita semua dikaruniai kesehatan yang prima

      Hapus
  5. ketika sakit di rantau, teman atau tetanggalah yang sangat berjasa, maka akan terasa betepa mereka sangatlah diperlukan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Mas MJ, sudah seharusnya kita menjaga tali silaturahmi agar tetap rukun dan damai

      Hapus
  6. Hhh.. sakit di tanah rantau, baru saya alami saat masih kuliah dulu ... maklum, sekarang dah ga rantau lagi ..
    Tetapi memang benar, waktu itu yang ngerawat saya juga tetangga kamar... saya terkapar 3 hari ... sengaja saya ga kasih kabar ortu. Baik-baiklah dengan orang disekitar kita, niscaya kebaikan pula yang akan kita terima ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebisa mungkin kita tidak membuat cemas keluarga yang ada di rumah ya Mas? jangan sampai bapak-ibu kawatir memikirkan kita....itu pula yang saya jaga. Mengingat orang tua sudah semakin sepuh, kasihan jika mereka tidak bisa tidur gara-gara kita

      Hapus
  7. tali silaturahmi lah yang jadi inti kedekatan dan keakraban itu terjalin....semoga segera sehat dan kembali ceria selalu untuk yang kurang sehat....dan kita semua menjadi orang-orang yang bersilaturahmi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tumben Kang Cilembu ucapanya saya sependapat deh
      Dengan saya memang bener begitu saya juga tadinya
      Mau nulis kaya Kang Cilembu jadi ngikuta aja deh
      Cium jauh mmmcccahhkh terima kasih buat Mbak Admin
      Mbak Khusna Khairunnisa salam Hormat juga buat semua sobat

      Hapus
    2. Pak Ci 100% juara deh. bener banget Pak, tanpa silaturahmi...we are nothing...

      semuanya pasti setuju kan kalau Pak Ci top markotop..ayo kita nobatkan beliau jadi blogger ter-top diantara yang ada di sini

      Hapus
  8. saya cuma ingin menyetujui semua yang sudah diungkapkan para bapak-bapak dan ibu-ibu yg sudah komen sebelum saya...

    ya gimana lagi.. mau komen eeh semua sudah dibabat habis kata-kata dan topiknya... saya nggak kumanan

    #nesu

    BalasHapus
    Balasan
    1. pinter tenan.

      pinter menghindar dari komen. huhh!

      Hapus
    2. kebiasaan pak budi ni.. xixixi...

      Hapus
    3. kebiasaan kang zach juga padahal, karena udah keduluan kang budi azh, beliau jadi bilang gituh.

      Hapus
    4. tuh kan tuh kan tuh kan Pak Budy mulai deh...

      tapi ndak papa ding, semua memang hebat-hebat kok.

      Hapus
  9. tepat Mbak. mandiri. dan yang berhasil mandiri, dalam situasi apapun sudah tertempa, bakalan mendapatkan hikmah menjadi keluarga yang tangguh dan Insya Allah gemilang

    BalasHapus
  10. Alahmdulilah sampai saat ini saya belum mengalami sakit di tanah rantau atau sedang melakukan tugas dalam perjalanan. Memang pernah juga sih ada teman yang mengalami hal seperti ini, dan tentunya bagi kita yang dekat merupakan kewajiban untuk melakukanpertolongan pertama kepada orang yang membutuhkannya.

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah Pak Indra, sungguh kesehatan adalah rizki yang tak ternilai nikmatnya.

      Hapus
    2. oh iya, salam kembali Pak Indra

      Hapus
  11. tar bakalan masuk tipi nih, bu...
    saingan sama acara ramadhan di rantau

    BalasHapus
    Balasan
    1. iklan cantengan di jempol kaki

      Hapus
    2. nggak muat masuk tipi Pak Raw, apalagi tipi saya kecil je...

      Hapus
    3. iklan cantengen nggak papa yang penting dappat fee

      Hapus
  12. Semoga Alloh memberikan kesembuhan kepada teman mbak KK.... Aamiin.

    kalau di perantauan tetangga yang lebih dulu menolong kita, karena sanak saudara jauh

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih Mang, aamiin doanya.

      iya Mang, mau minta bantuan orang tua jauh, trus ongkosnya masih mikir pulak. hehehe

      Hapus
  13. semoga Allah cepat memberi kesembuahan ya my, dan tidak terjadi apa apa pada kandungannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, makasih Mas Arie. berdasarkan informasi terakhir, dia kena DBD Mas, inshaa Alloh kandungannya baik-baik saja

      Hapus
  14. Salam kenal Sobat Mbak Admin Khusna Khairunnisa
    yang inspiratif simak dengan seksama agar nambah pengetahuan
    Saya akan kepedulian untuk sesama dan saling menyayangi nice
    Artikelnya saluut o, ya ijin follow blog nya yah Mbak agar saling
    Bisa berbagi dalam kebaikan di media blogging, tentunya motivasi
    Dan pendapat saya harapkan di gubuk blog saya terima kasih salam :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal kembali Pak Saud Karrysta, insha Alloh segera saya follow balik Pak. Terima kasih banyak sudah menyempatkan untuk mampir di mari Pak

      Hapus
  15. Subhanallaah.. Terharu pagi2 :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Etika, terima kasih...apa kabar Kak?

      Hapus
  16. ayat alam yang sangat menggugah kesadaran
    saya pernah mendengar ustd yang mengutif sebuah hadist dalam ceramahnya. sebaik baiknya tetangga di sisi Alloh adalah tetangga yang selalu berbuat baik terhadao tetangganya..

    mungkin yang dimaksut hadist tersebut supaya kita mendapat ganjaran seperti cerita aisah diatas.. syukron dan berbagi .

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih banyak Pak...semoga bisa dipetik hikmahnya...

      Hapus
  17. Sedih rasanya kalau sakit diperantauwan, apalagi tetangga jauh-jauh. Peran penting tetangga di masa-masa susah, saya setuju dengan mbak. salam kenal

    BalasHapus
  18. Memang berat kerja merantau di tempat orang,kita cuma seorang diri seperti terasing tanpa ada dukungan dari orang terdekat

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya