Rencana Tinggal Rencana

RENCANA TINGGAL RENCANA

Berjibaku dengan dunia gaib di pabrik kadang bikin ayah buneg dan suntuk. Walau pekerjaan itu katanya sangat menyenangkan, tapi kalau harus  memelototi  layar komputer berjam-jam, berkutat dengan function block programming membuat mata kemepyur dan leher cengeng juga. Apalagi kadang sampai 18 jam dalam sehari. Hal itu tak lain dan tak bukan demi sesuap nasi untuk anak dan istrinya.

Sesekali pengen berlibur ke suatu obyek wisata, tapi di kawasan Riau saja. [Saya sudah request: Jangan ke Pekanbaru, jangan ke mall, jangan belanja titik]---halah, bunda nih cuma mau berdalih, nggak mau boros kan? Bukan, tentu bukan. Rugi dong kalau pergi jauh-jauh hanya untuk shopping, apalah yang dicari...kalau sekedar baju, makanan, mainan...di sini juga ada. Daripada capek-capek keliling mall hanya untuk mencari barang yang dikehendaki, mbok udah, beli di toko online saja, cukup duduk manis di rumah, beberapa hari kemudian barang datang ke rumah. Atau kalau kurang sreg, bisa minta tolong ke saudara atau teman di Jogja untuk mencarikan, kemudian barang dikirim kemari. Bukan bermaksud memandang sebelah mata mall atau pusat perbelanjaan, tapi melihat jarak yang harus kami tempuh lumayan jauh 1,5-2 jam perjalanan. Nilai yang sungguh tak sebanding dengan rasa lelah di jalan.

Seorang teman ayah di pabrik kasih saran, ada suatu tempat wisata yang sangat bagus di sekitar sini. Taman Nasional Tesso Nilo. Di sana bisa melihat eksotisme gajah yang memang menjadi ikon taman nasional itu. Hati riang bukan kepalang. Sepulang kerja ayah langsung menyampaikan ke bunda tentang gambaran taman nasional yang didapat dari temannya itu. Hari dan tanggal sudah dihitung-hitung. Sengaja ayah tak mengganggu waktu cuti, karena jatah cutinya memang dieman-eman untuk pulang kampung. Rencana memanfaatkan day off Sabtu-Minggu.

Dengan semangat '45 segera cari informasi lebih lanjut di internet tentang tempat itu. Kami melihat rute perjalan ke arah Taman Nasional Tesso Nilo melalui Google Map. Kalau kendaraan, rencana sewa sebuah mobil beserta sopirnya. Sewa? Maklum, kami hanya punya motor butut, sangat melelahkan  bepergian jarak jauh naik itu, apalagi bersama balita. Melihat sekilas di peta, ternyata taman nasional itu  terletak di Kabupaten Pelalawan...asyik, satu kabupaten dong dengan kami. Paling banter sejam juga nyampe, pikir kami.

Semakin jauh menelusur, rupanya rute yang ditampilkan memutar hampir 3/4 lingkaran. Jarak dari Pangkalan Kerinci ke Tesso Nilo lebih dari 200 km dengan estimasi waktu tempuh 4,5 jam. Wuidiiiihhh...benar-benar di luar dugaan. Padahal satu kabupaten lho...andai ditarik garis lurus jalan yang memutar itu sudah sampai Payakumbuh, Sumatra Barat. Brrrrrrrrrrrrrr, jauh amiiiirrr...mending ke Padang sekalian, ke tempat Bulik Upik, tante ayah Zaki.

Setengah hati kami merencanakan acara traveling kami. Ingin menghubungi sewaan mobilpun mentok antara iya dan tidak. Ya udah kami tunda dulu rencana berwisata kami. Siapa tahu besok ada teman ayah yang pengen ikut berwisata, kita ajak sekalian. Semakin rame semakin baik.

Baru beberapa hari berlalu dari pembicaraan tentang perjalanan wisata, seorang teman kasih kabar kalau dia tidak bisa ikut pengajian ibu-ibu Jum'at sore karena saudara sepupunya yang kerja di sektor meninggal, kecelakaan di Tesso Nilo. Kendaraan yang dikendarai menuju sektor masuk jurang. Innalillah...

Sektor yang dimaksud adalah sektor HTI (Hutan Tanaman Industri) milik pabrik. Untuk menuju ke sektor HTI, karyawan forestry harus melewati Taman Nasional Tesso Nilo. Jarak yang ditempuh sangat jauh, melebihi 5 jam perjalanan. Pun bukan 100% jalan beraspal yang mulus nan bagus, namun sebagian merupakan rute berbatu dan terjal. Belum lagi belukar dan tebing-tebing curam yang menganga di samping jalan.

Mendengar kisah itu, pupus sudah harapan kami ke Taman Nasional Tesso Nilo saat ini. Entah tahun depan, atau tahun depannya, atau tahun depen depannya lagi kalau pemerintah sudah memberikan akses yang nyaman dan memadai, kami akan ke sana. Inshaa Alloh. Namun bagi yang hobi berpetualang seperti Lik Rawins atau Pak Zachroni perjalanan ke sana sangatlah menantang. Cerita saya ini bukan bermaksud membikin absurd gambaran suatu tempat, hanya pendapat saya pribadi menyesuaikan situasi dan kondisi kami.


nggak jadi piknik, penekan wae lah Dik!







# terbukti banget kalau adminnya takut capek dan malas bepergian jauh....






Posting Lebih Baru Posting Lama

27 Responses to “Rencana Tinggal Rencana”

  1. selamat pagi bun N selamat beraktifitas, kok dimana HTI rawan ya bun, di saerah saya juga begitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat pagi Mas Arie...kayaknya infrastruktur jalannya yang perlu ditata supaya banyak yang berkunjung ke sana Mas, siapa tay nanti kayak Way Kambas atau yang di Thailand itu...kan keren tuh

      Hapus
  2. wisata gak harus ditempat yang rame dan penuh dengan kemeriahan, terbukti hanya penek'an pohon aja udah seneng kog mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul Mbak iis, apalagi pohon yang dipenek itu lebat banget mangganya...tempat favorit saya kalau nungguin anak-anak

      Hapus
  3. Yah, ditunda deh Zaki...

    Btw, 'Bunda Zaki' terus berbenah nih... tp kl saya sih (kl saya lho ya, lebih suka template yg ini, lebih rapi diliat...) :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oya, kemarin saya sempat mosting ttg cara membuat animasi sederhana... brangkali mbak tertarik membuat juga utk Zaki?

      ^_^

      Hapus
    2. ok ok Pak pri...segera meluncur ke kediaman panjenengan...

      Hapus
  4. saya pun rasanya jadi tertantang untuk pelesiran kesana...mudah2an kapan-kapan bisa, tapi membaca cerita ini rasanya badan sudah lemes duluan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan lemas lah Kang...masih muda lho...silakan berpetualang sejauh Anda bisa, setinggi Anda mampu...kalau sudah berkeluarga lain lagi yang dipikirkan...hehehe

      Hapus
  5. kerja bukan demi sesuap nasi tapi demi berlian. Biar bisa beli ini dan itu.
    Piknik dirumah lebih enak dan hemat biaya. main blog dan game lebih seru kok ! Petualangannya juga menantang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang asyik ngeblog dan main game...anak saya juga mulai keranjingan main game...tapi keasyikan itu akan sempurna jika kita melihat alam nyata dan masuk ke dalamnya to Mas Dj...sesekali ngirup udara bersih di taman...juga untuk pembelajaran anak, lihat gajah di sekolahkan.

      Hapus
  6. Balasan
    1. silakan Kang Zeer, terima kasih banyak telah mampir

      Hapus
  7. Wah mau berkunjung ke tesso nilo yaa,,, otu luas sekali kalo buat picnik, bolehlah wisata ke hutan, hehehe

    nice,salam :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Langit, pengen sekali berwisata ke suatu tempat yang menyatu dengan alam (hutan...sini juga sudah deket hutan lho), apalagi ada gajah dan beberapa tumbuhan asli...pastinya menjadi pengalaman yang menyenangkan untuk anak saya. semoga suatu hari nanti mimpi kami kesampaian

      Hapus
  8. yang saya dengar soal teso nilo itu kayak taman safari tapi lebih "afrika" ya Mbak?
    boleh juga tuh kalo dijelajahi. cuma saya pernah ngalamin, mobil saya ditabrak zebra di taman safari, jangan2 di sini malah ditabrak gajah. wahhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Pak Zach, kata teman, keadaannya masih "agak perawan"...walau beberapa spot mengalami musibah kebakaran hutan, tapi masih tetep cantik dan memukau kok...apalagi gajahnya

      Hapus
  9. hiyaaa...tampilannya asiiik nih..jernih..:D
    eh lupa belom baca...hihihihi..bentar bentar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. dah..hehehe..
      pengen deh traveling keluar jawa..
      pengen tau kayak apa sih yang namanya indonesia...kan indonesia bukan cuma jawa doang ya mbak.. :D

      tapi kata akang abisin dulu aja tempat wisata di jawa, ntar kalo dah semua baru keluar...

      eniwei, turut berduka untuk yang meninggal ...innalillah.. bisa masuk jurang ki piye toh mbak :(

      Hapus
  10. ups?! rumah baru ya...hampir saya balik lagi...pangling seh.

    rencana tinggal rencananya terus gimana tuh...?!

    BalasHapus
  11. wah kalo topografinya seperti itu mending ke tempat lain sajalah apalagi ada Balita entar jadi masalah sendiri di perjalanan.

    BalasHapus
  12. lagi benah2 rumah maya nya, bun.... yg ini lebih adem rasanya....
    bun.... saya setuju banget dgn pendapat bunda "pergi jauh-jauh hanya untuk shopping".... yg pasnya itu menikmati indahnya alam dan kuliner asli daerah tsb

    BalasHapus
  13. innalillahi,,,,, memang sudah perjalanan hidupnya,,,

    jauh jga ya mb,,,, rute muter lebih jauh

    BalasHapus
  14. wa'alaikum salam mbk, xixixi gk pa2 kok mbk kalo gk bisa piknik hari ini, toh besok2 hari insya Allah msh diberi kesempatan..
    n sama tuh mbk, ditempatku juga banyak tmpt wisata yg baguz tp jalan rutenya msh kurang bgus alias bnyk yg rusak, dan semoga pemerintah dpt mengambil tindakan yg tepat tuk mengatasinya..
    xixixi.. :D

    BalasHapus
  15. Wah kuciwo jadonya hehe.. Udah diniati bener2 malah gagal jadinya.. Cari yang lain deh..

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya