Whisper of the Heart




Biasanya film animasi digemari oleh anak-anak. Namun saya yang hampir menginjak 30-an ini masih saja suka film animasi. Entah kenapa saya selalu merasakan nuansa seni yang berbeda ketika menikmati film bergenre animasi. Terutama animasi buatan Jepang. 

Selain film, saya suka manga atau komik Jepang. Nah, satu film yang akan saya ulas ini juga ada komik dan novelnya lho...asyik banget kan?

Whisper of the Heart atau Mimi o Sumaseba---if you listen closely, judul asli drama animasi itu. Film animasi garapan Isao Takahata ini sangat realistis, tidak seperti film animasi yang tayang di televisi pada umumnya. Kisah yang diambil pun sangat nyata. Bahkan beliau kadang juga menggunakan scene asli suatu daerah, yang dianimasikan dengan sangat detail dan halus.

Whisper of the Heart menceritakan kisah seorang murid SMP berusia 14 tahun yang bernama Shizuku Tsukisima yang hobi menulis dan membaca di perpustakaan. Menggunakan setting asli, kota Tokyo tempat tinggal Shizuku Chan digambarkan dengan sangat manis dan indah. Detail bangunan dan pemandangannya tampak nyata dan benar-benar hidup.

tangga menuju sekolah yang asli

tangga menuju sekolah di film animasi
Lihatlah, begitu detailnya Isao menggarap film ini....keren kan?

Hampir setiap siang Shizuku mengecek kartu perpustakaan. Dia menemukan satu nama pengunjung yang namanya selalu tertera sebelum nama dia. Dialah Seiji Amasawa. Artinya Seiji San selalu ke perpustakaan mendahului dia hari itu. Shizuku sangat penasaran dengan anak laki-laki itu. Dalam bayangannya, si Seiji ini adalah seorang murid yang rajin, cerdas, kalem dan tertutup. Sementara itu, di luar kelas, Shizuku selalu diganggu seorang murid laki-laki yang sangat menyebalkan. Tak henti-hentinya dia mengolok dan menjahili Shizuku. Shizuku geram dengan anak itu.

Shizuku dan kartu perpustakaan
Seiji San
Pulang sekolah, di kereta, Shizuku melihat seekor kucing yang sendirian tanpa tuannya sedang meringkuk di kursi sebelahnya. Kemudian di pemberhentian kereta, kucing itu turun. Merasa aneh dan unik, Shizuku mengikuti kucing tersebut. Kucing gendut itu membawanya sampai sampai di sebuah toko barang antik. Rupanya toko barang antik itu milik kakek anak laki-laki menyebalkan yang selalu mengganggunya di sekolah. Toko barang antik itu benar-benar mampu menghipnotis Shizuku. Setiap hari dia berkunjung ke toko itu, mengobrol dengan kakek si pemilik toko.


Suatu hari, kotak tempat bekal makanan Shizuku tertinggal di toko. Keesokan harinya anak laki-laki menyebalkan itu membawakan kotak makanan itu ke sekolah. Tentu Shizuku sangat terkejut, kok bisa kotak makanannya ada di tangan anak itu.

Saat pulang sekolah, Shizuku berencana mampir ke toko barang antik, namun tutup. Ia tertegun diam. Tapi kemudian si kucing gendut itu muncul di balik bunga. Shizuku mendekati kucing itu.
"Kau juga galau ya, terkunci di luar oleh pemilikmu?" gumamnya sambil menatap si kucing.
Saat itu anak laki-laki menyebalkan datang dengan bersepeda. Dia bilang kalau toko itu milik kakeknya. Dia mengajaknya masuk toko lewat pintu samping. Pemandangan indah kota Tokyo tampak dari teras belakang toko yang terletak di tepi tebing itu.

view kota Tokyo
Memasuki toko lewat pintu samping, Shizuku mengetahui kalau lantai bawah toko adalah bengkel pembuatan biola. Banyak biola digantung. Bahkan anak laki-laki itu juga bisa membuat biola sendiri, mengukir dan memahat sendiri. Kepiawaiannya membuat biola diwarisi dari sang kakek.

bengkel biola dalam film

bengkel biola dilihat dari sudut pandang sebaliknya di dunia nyata

Lihatlah, ruangannya dibuat sangat detail. Jendelanya dibuat sama persis dengan yang asli, kemudian kursinya juga. Meja yang ditutup kain itulah yang dipakai Seiji untuk membuat biola di dalam film. Keren kaaan?

Tahu Seiji pandai bikin biola, Shizuku memintanya memainkan sebuah lagu untuknya. Namun Seiji juga mempunyai sebuah permintaan, dia ingin Shizuku mengiringinya dengan sebuah lagu. Jadilah mereka memainkan lagu Take Me Home, Country Road. Tiba-tiba, kakek bersama kedua rekannya datang mengendap-endap. Diam-diam mereka juga ikut bermusik, dan akhirnya bernyanyi bersama.


By the way, setelah mereka bermain musik bersama, baru Shizuku berkenalan dengan Seiji. Saat itulah dia terkejut luar biasa, rupanya anak laki-laki menyebalkan itulah Seiji Amasawa yang selama ini selalu mendahuluinya meminjam buku di perpustakaan. Ternyata Seiji mempunyai bakat yang luar biasa hebat. Shizuku merasa dirinya bukan apa-apa. Dia tak mempunyai bakat apapun, bahkan Seiji sudah merencanakan hidupnya 10 tahun yang akan datang, sedang Shizuku masih disitu-situ saja, sekedar menjalani masa SMP tanpa perencanaan dan cita-cita. Shizuku merasa kalah di situ, kemudian muncullah semangatnya. Dia sadar dia bisa menulis, makanya dia berusaha mati-matian untuk menulis sebuah cerita.

Seperti yang dicita-citakan Seiji, dia akan belajar biola di kota Cremona, Italia. Maka pergilah dia kesana selama 2 bulan, meninggalkan Shizuku yang bersaing adu kemampuan dengan cara menulis cerita tentang Baron, patung kucing bermata batu berlian milik kakek Seiji. Sejak saat itu, Shizuku mengabaikan sekolahnya. Dia terlampau sibuk mencari banyak buku referensi untuk menulis. Berbagai macam jenis literatur dia baca. Prestasi di sekolahnya hancur karena dia tak pernah belajar. Rankingnya turun hingga 100, namun dia tak peduli. Menulis menulis dan menulis. Dia tak mau ketinggalan langkah dengan Seiji yang belajar di Cremona.

Dua bulan kemudian Seiji kembali ke Tokyo untuk persiapan kepergiannya kembali ke Italia selama 10 tahun. Dini hari, dia mendatangi apartemen Shizuku dengan mengayuh sepeda. Dia menunggu di bawah jendela Shizuku. Secara tak sengaja, Shizuku terbangun dan memandang ke arah bawah. Terkejut luar biasa melihat Seiji berdiri di sana dengan sepedanya. Dengan sejuta bahagia dia turun dari apartemen menemui Seiji. Kemudian Seiji memintanya untuk segera bergegas naik ke boncengan. Dia ingin menunjukkan sesuatu yang luar biasa ke Shizuku.



Mereka berdua bersepeda melintasi kota dan mendaki bukit. Sesuatu yang diimpikan Seiji sejak dulu, ingin memboncengkan Shizuku menaiki tanjakan itu...namun Shizuku melompat turun, dia tidak mau menjadi beban Seiji. Dia berlari mendorong seiji yang kepayahan mengayuh sepeda.
Akhirnya, sampailah mereka di sebuah tempat dengan view luar biasa indah.

nih dia pemandangan yang ingin ditunjukkan

yaitu pemandangan matahari terbit (view asli)

Sejak saat itu, Shizuku sadar, bahwa menulis saja tidaklah cukup. Ia harus belajar dan bersekolah. Mengejar mimpinya melalui prestasi akademik. Masih banyak sekali hal yang belum dia ketahui. Hanya dengan sekolahlah dia bisa mencapai cita-citanya menjadi seorang penulis. The End.



Gimana, keren kan film animasinya? Oh iya, ada beberapa foto yang menarik sekali untuk dilihat. Silakan menikmati.....





Semua latar belakang film ternyata ada di kota Tokyo yang sebenarnya...hebat banget ya Isao mengemas film ini. Tak hanya satu ini film Isao yang pernah saya tonton, masih ada film lain yang menggunakan latar belakang pelosok Jepang sesungguhnya.



Posting Lebih Baru Posting Lama

44 Responses to “Whisper of the Heart”

  1. Biar gak penasaran kepingin melihat Mana nih link download film animasinya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh, saya malah nggak download je Bang soalnya nonton cuma nonton di tv...

      Hapus
    2. ya kasih aja link tivinya mbak

      Hapus
    3. saya nontonnya di celestial movie Pak

      Hapus
  2. saya malah belum pernah melihatnya, dari revienya bikin penasaran pengin lihat ah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih cocok buat pelajar sih Pak, memotivasi untuk lebih giat belajar untuk menggapai cita-cita

      Hapus
  3. diakui atau tidak...justru di film anime kita bisa menemukan banyak pelajaran tentang persahabatan, perjuangan, kesungguhan, dll...saya juga masih suka nonton film anime, tapi kalau whisper of heart belum pernah nonton :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul Kang WS...sinetron mah adanya berantem, rebutan kekuasaan dan cinta-cintaan...saya melihat film animasi Jepang sarat makna ketimbang film animasi garapan Disney dll

      Hapus
  4. melihat gambar2 animasinya sptnya gag kalah dgn waltdisney ya mb..

    BalasHapus
    Balasan
    1. tentu dong Mas...apalagi pesan moral yang disampaiakan juga lebih nyata dan mampu diterima

      Hapus
  5. saya jadi ingat komik Tintin. semua latar dibuat Herge sesuai keadaan senyatanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iya, Tin-tin juga seperti itu ya Pak. saya malah punya filmnya

      Hapus
    2. karl may, pendekar naga juga kan? itu jaman mas zach banget deh..hehehe.

      Hapus
  6. kalo kisah Mamang Cilembu dibikin film begini bagus nggak ya Mbak? mau nonton nggak ya kira2, orang2?

    BalasHapus
    Balasan
    1. asyeeekkk, kalau kisah Pak Ci difilmkan, jelas saya yang semangat sekali pengen nonton...!!!

      Hapus
    2. kalau lihat judulnya sih saya semangat, kalau lihat kang lembu langsung mules deh saya. kira kira begitu

      Hapus
    3. tenang aja Pak Agus, kalau mules nanti rak terus dibawakan ubi sekarung...kemarin beliau bilang, ubi kayu bisa untuk nambani sakit perut

      Hapus
  7. Alur ceritanya ada nilai edukasinya. gambarnya pun sungguh hidup. Beda sekali dengan cerita sinetron yang ada di negara antah brantah, cerita dan adegannya penuh dengan adu urat saraf dan nada tinggi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. keren kan Mas Dj??? sinetron yang tayang di tv indonesia sama persisi dengan sinetron yang tayang di tv india, nggak ada bedanya, jian plek persis, cuma bahasanya saja yang berbeda...saya sering lihat sinetron india...bukan untuk mengikuti, tapi untuk refreshing dan tertawa-tawa begitu lihat adega yang menggelikan misal nyari orang kok nggak ketemu-ketemu, padahal cuma berdiri disampingnya...kan aneh dan lucu itu...(plus merasa dibodohi)

      Hapus
  8. jadi, umur 30 an itu mesti harus diinjak ya mBak hhehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya tidak pernah mengikuti film film animasi modern seperti naruto, manga dan sejenisnya, mungkin beda jaman kali yak

      Hapus
    2. duh, gepeng nanti ya Pak

      kalau naruto cs, saya kurang begitu memperhatikan juga sih Pak Is, saya lebih suka film lepas, yang nggak ada to be continued-nya...lha repot je, nanti mesti nonton lagi dan lagi...

      Hapus
  9. dlm salah satu episodenya Det. Conan (saya lupa judulnya, tapi settingnya di atas kapal pesiar), nah setelah filmnya usai kan ada cuplikan sedikit pembuatan animasi tsb. ternyata, sebelum dibuat gambarnya terlebih dahulu setiap detil kapal tersebut direkam atau difoto... barulah dijadiin gambar.

    Niat banget ya?

    *btw, kyknya kita seumuran deh ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, asyeeek ada yang seumuran...

      nah kan, lagi-lagi ada cerita animasi yang settingnya benar-benar ada di dunia nyata...keren. saya sudah pernah nonton Conan yang di atas kapal itu Pak Pri.

      Hapus
  10. saya belum pernah nonton film kartun ini "Whisper of the Heart " hehehe.. maklumlah..

    salam kenal juga Mba,

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya saya maklumi Mas Pemun

      # klothak...mouse melayang

      Hapus
  11. sudah pandai merangkai cerita nih mbak, saya punya ide, bagaimana kalau postingan berikutnya gambar dan cerita, keren gak? misal mas zaki mau pergi mengaji, lalu ada gambar dan sedikit ulasan, tapi dominan gambarnya yang bercerita, keren banget kan.

    oh iya saya yang hampir 20 tahun (janga protes lho ya) berarti saya tidak tau apa apa soal anime dan manga, yang saya tahu ya film dono kasino indro yang judulnya setan kredit.

    hehehehehehehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. dirumah saya konslet...disini lebih farah...kang agus minum obat dulu atuh kang!!

      Hapus
    2. obatnya udh abis, mknya jdnya geto..

      Hapus
    3. protes....demo...bawa spanduk bertuliskan "pindah usia kok nggak ngajak-ngajak?!!!"

      wah, itu cergam namanya Pak Agus, saya malah nggak enak je kalau bikin cerita tentang Zaki...lha nanti kalau banyak yang gemes sama anak saya trus dicubitin, siapa yang rugi hayo?

      apoteknya tutup, belum bisa beli obat kayaknya...

      Hapus
  12. wah, kalau saya sukanya yg tema2 ninja kalau kartun, naruto, one piece, kalau yg lain paling doraemon. hehe. :D jarang banget nyoba liat yg lain, pernah sih ghost at school :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ghost at school? saya hampir nggak pernah ketinggalan episode tuh Mas.

      Hapus
  13. itulah kelebihan orang jepang, detail dan ngga ngasal kalau bikin sesuatu teh...beda tipis lah sama admin blog ini...

    padahal saya bacanya cuman setengah doang...tapi segituh ge; komentar saya mah udah paling keren kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hormat juga sama komandan

      Nah, kan kita sama Pak Ci, sama-sama bikin orang pusing dengan tulisan kita...hehehe

      Hapus
  14. Balasan
    1. jadi ngapain aja di Taiwan Mbak Maya?!!!

      # klonthang...telur pitan sak panci-pancinya melayang

      Hapus
  15. aku lebih suka serial fairly odd parents mbak...
    hehehe. . .

    *sampaikubuatresensi*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, Timmy Turner, Cosmo dan Wanda kan? saya juga suka lho Mas Indra...tos dulu yuuuk

      Hapus
  16. Sugoi.. pas nyanyi lagu country road.. bagus.. sama pas dblg klo novelnya udah bagus tp masih perlu dipoles..

    BalasHapus
  17. Uwahh, akhirnya bisa juga tau judul anime ini, mksh banyak mbak!! Dlu pas kecil pernah nonton nih anime di celestial, but ga tau judulnya apa.. Akhrinya tau juga^^

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya