Ini Tentang Nama



Ini Tentang Nama

Sahabat sekalian, pernahkan kalian memperhatikan nama-nama yang bertebaran di ingatan kalian kemudian merangkumnya atau mengelompokkannya? Saya suka sekali mengoleksi nama, iseng-iseng membuat nama dan menyusun nama. Tapi anehnya, kenapa anak saya dikasih nama singkat banget. Hehe, ada alasannya. Sang Ayah mengirimkan nama Zaki untuk bayi kecil itu saat beliau masih di rantau. Sedang saya, ibunya, memberinya nama Ahmad. Jadilah nama anak kami Ahmad Zaki. Salah seorang temannya pernah bertanya. 

“Siapa nama panjangmu, Ki?”

“Ahmad Aki.” jawabnya

“Itu aja?” tanya temennya lagi

“Itu aja, Bunda?” tanya Zaki ke saya

“Iya, itu aja, Nak.” lanjut saya

Padahal nama teman-temannya panjang-panjang. Misalnya saja Joane Natalin Pakpahan, atau Anshori Putra Hidayat.

Nah, seperti sebuah “temuan”, saat saya mencoba mengingat-ingat nama orang-orang di sekitar saya kemudian muncul suatu  hubungan tertentu. Dulu, waktu tinggal di rumah mertua, saya “menemukan” suatu keunikan nama anak-anak warga komplek tempat tinggal mertua. Sebagai komplek PNS, rata-rata usia anak-anak mereka sama, yaitu sebaya ayah Zaki. Dari 40 rumah dalam komplek tersebut, banyak sekali anak-anak yang nama panggilannya diawali huruf D. Misalnya Dhoni (ayah Zaki), Dina, Didik, Dimas, Danang, Danik. Ada 6.

Di sini, di komplek perumahan karyawan yang ditempati oleh beragam suku, agama dan bangsa, tentu ada “temuan” yang lebih menarik lagi. Pagi tadi, dari toa Masjid At-Taqwa terdengar pengumuman, sebuah berita lelayu atau berita duka. Ibu mertua salah seorang karyawan yang bernama Pak Dafrizal meninggal dunia. (Innalillah). Kami para mama agak kesulitan karena tidak diumumkan nomor rumah dukanya. Berita jadi simpang siur kala seorang tetangga bilang yang meninggal adalah ibu mertua Pak Amrizal. Seorang lagi bilang ibu mertua Pak Safrizal. Nah loh…banyak banget nama yang hampir sama.

Uniknya sudah ketemu, bukan? Di komplek ada luar biasa banyak nama karyawan yang berimbuhan -rizal. Seperti bos ayah sendiri, beliau bernama Afrizal. Kemudian seorang teman ayah bernama Myurizal. Ustadz masjid bernama Syafrizal. Dari obrolan ibu-ibu di depan rumah saya sudah tersebut 3 nama yaitu Dafrizal, Safrizal dan Amrizal. Setiap  lewat Pos I, saat satpam pos memeriksa kelengkapan saya missal kimper dan STNK, saya selalu memperhatikan dan membaca nama yang tertulis di seragam biru mereka. Bahkan tak jarang saya mencoba mengingat-ingat nama si pemeriksa. Bukan untuk koleksi, namun untuk mengantisipasi siapa tahu saya bisa keluar komplek, namun kesulitan masuk, seperti beberapa waktu lalu saat no ID sepeda motor saya ternyata sudah expired atau kadaluarsa. Kalau sudah gitu, saya tinggal sebut saja nama pemeriksa di pintu keluar, pasti deh saya diizinkan masuk. Dari nama yang nyangkut dalam ingatan saya, ada nama Emrizal. Biasanya nama yang berakhiran –rizal dimiliki oleh orang Minang.

Lagi. Di sini banyak sekali tinggal orang Batak. Dari nama mereka, banyak yang terdengar unik di telinga saya. Maklum, saya orang ndeso yang nggumunan. Dikit-dikit kagum dan gumun. Katro kan? Biarin aja, yang penting saya hepi…(korslet mode:on)

Misal tetangga sebelah saya yang bernama Pak Gerson. Kemudian tetangga belakang rumah yang bernama Sihite. Ada lagi Hotber, Togap, Togar, Parlindungan, Hotman, Lamhot. Malah seorang karyawan ada yang bernama Manajer, namun profesi beliau bukan seorang manager, tapi operator. Ada lagi, Sanggam, Fergensen. Semua itu di luar nama marga. Saya tak menyebut nama marga karena ada banyak sekali nama marga batak. Walaupun terdengar asing di telinga kita, namun arti nama-nama itu bagus-bagus.

Lain lagi teman sekolah dulu. Seorang siswa seangkatan saya bernama Mas Bahgyo. Jadi adik kelasnya agak bingung kalau manggil, Mas Mas Bahgyo. Kalau mau bilang Mas Bahgyo doang, takutnya dibilang nggak sopan, sama orang yang lebih besar kok njangkar. Seorang teman di kampung malah bernama Masiyah. Kalau dulu waktu kecil sih enak aja manggil namanya begitu saja, Masiyah. Namun sekarang, tiap pulang kampung dan bertemu dia, saya agak sungkan. Jadi ya saya panggil saja Mbak Mas. Hihihi…unik kan?


Nah sekarang tentang lidah. Lidah jawa terkenal dengan medhok-nya kan? Sama halnya dengan tetangga-tetangga saya di kampung halaman saya  di Bantul, Yogyakarta. Dasar lidah ndeso (lidah saya juga), banyak nama-nama bagus di kampung berubah jadi pating pencalit nggak karuan setelah masuk ke mulut mereka. Contohnya saja seorang kakek yang bernama Ja’far. Nama itu bisa-bisanya kepleset menjadi Japar. Jelek banget kedengarannya. Ada lagi Ahmad Syakir, berubah menjadi Amat Saker. Nama anak saya jadi Amat Jaki. Kepala RT kami bernama Abdul Latief, berubah jadi Dul Ngatip. Ngenes banget. Seorang ibu bernama Zakiyah, eeeh berubah menjadi Jakiyah…terkesan ndeso banget. Untungnya si pemilik nama-nama indah tersebut legowo dan tak pernah marah dipanggil dengan sebutan seperti itu, kecuali anak saya.

Nah, mungkin sahabat-sahabat sekalian juga mempunyai pengalaman unik menganai nama, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini ya…terima kasih banyak. Oh iya, mohon maaf bagi yang namanya tersebut di tulisan saya, bukan maksud saya menjelekkan atau maksud-maksud negatif lainnya. Saya hanya menuangkan "temuan unik" saya. Maaf.



Posting Lebih Baru Posting Lama

46 Responses to “Ini Tentang Nama”

  1. awalnya nama anak saya juga panjang.. tapi ta ingat-ingat nama para shohabiyah pendek-pendek.. jadi anak yang ke dua saya kasih yang dua kata nama di ambil dari nama para sahabat rosululloh, dengan harapan keimanan dan ketaqwaan mereka seperti para sahabat....

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul buat tabarukan itu .... hee

      Hapus
    2. namaku ama nama akang malah cuma satu kata aja..hihihi.. lucunya lagi, ada orang pindahan di samping rumah yang namanya sama ama nama akang, dan cuma satu kata juga.. :D

      ntah kenapa orangtua lupa kalo di administrasi kadang butuh minimal dua kata, nama depan dan nama belakang. Malah sekarang kalo mo umroh atau haji di passport harus 3 kata.. misal Legowo Pisan Atine ... harus itu, dah peraturan.. lha kalo namaku cuma satu kata pegimane dong..? terpaksa ditambahin ama nama ayah...hehehe

      Hapus
    3. nama yang pendek itu ada kelebihannya dan ada kekurangannya ya Pak Pay, Mbak Ay...kelebihannya mudah diingat, kekurangannya ya seperti yang dijelaskan Mbak Ay. namun, apapun namanya, semoga menjadi doa yang mengena, menjadi motivator si anak dalam menjalani hidup.

      Hapus
  2. sy si klo diminta cari nama, dengan baca alqur'an dulu smpe menemukan kata yang bagus kemudian sya kaitkan nama yg org minta. yg jelas nama juga bisa sebagai doa bagi si empunya. dan paling tidak akan lebih baik jika orang tua memberikan nama yang mengandung nama Nabi Muhammad SAW. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget Mas Fiu, dan nama yang indah jelas menjadi motivator atau penyemangat bagi si pemilik nama untuk menjadi seperti namanya..misal namanya Saleh, ya betul-betul menjaga supaya dirinya menjadi pribadi yang saleh

      Hapus
  3. Nama saya Fahrizal ... hehe. Apa artinya? hm... saya juga kurang paham... hehe. yang saya tahu cuma arti Rizal, yang berasal dari kata rijal ... berarti laki-laki ... belakangan saya kenal dengan seseorang yang namanya Mas Fahrizal. Haduh ... saya panggil aja dia mas Mas ... hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untungnya nama Fahrizal tidak ada dalam dafatr di atas hehehe :)

      Pissss, salam kenal, salam blogwalking :)

      Hapus
    2. wah iya ya, waktu menulis artikel ini saya pasti sedang khilaf, sampai-sampai nama teman sendiri terlewatkan...

      dobel mas jadinya ya Mas Fahri...kira-kira masnya bisa dikilokan ndak ya?
      heuh, nggak penting banget, skip ajah

      Hapus
  4. dulu (kesannya udah lama banget),waktu saya dan suami nyari nama buat Athar,satu prinsip kami mbak. Namanya yang bisa dilafadzkan dan di tulis dengan huruf arab.dan setelah buka buku sana sini,baca alquran,baca kisah2 nabi.. akhirnya jadilah nama Akhtar Ahnaf Syuraih. Yg salah satu kata dari namanya juga langsung terucap dari Rosululloh saat memberi nama anak seorang sahabat.
    baca artikel mbak khusna saya jadi teringat nama2 teman yang lain,hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. nama yang bisa ditulis dalam huruf arab tuh keren loh Mbak, tuh lihat ajah pengguna facebook, banyak yang pakai nama dalam tulisan arab, bikin penasaran

      Hapus
  5. kalau nama sih sudah pakem, yang baik baik dan yang mengandung doa.
    kalau gabungan nama itu mengandung doa yang komplit mengapa tidak.
    nama pendek atau panjang sih tergantung orientasi doa dari orangtuanya.
    nama tetangga desa saya, Urip , mungkin pak urip ini satu-satunya anak yang hidup, karena saudaranya pak urip hidupnya tidak lebih dari satu tahun. Ada lagi namanya PARJI bukan parji yang itu, tapi lahir di bulan sapar tanggal siji.
    Nah repot lagi kalau orang tua dulu, melafalkan Ali aja ngali, usman aaja ngusman...
    yang lebih repot lagi kalau mengatakan ismail, ismangil, helaaah..
    nah ada lagi, anaknya mbah yai namanya agus, manggilnya gus agus, terkesan njangkar kan ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh, nama Parji juga ada di desa saya Pak, malah 2 orang, yang cewek Parjiyanti, yang cowok Parjiyanto...tapi mereka bukan saudara loh, tapi tetanggaan...kalau nggak tau dikira sodara tuh

      lidah sesepuh jaman dulu memang unik, mungkin karena sehari-hari pakai bahasa jawa terus apa ya...

      Hapus
  6. wah itu klo nama mirip atau sama skrg banyak bnget, pernah ada dipanggil satu nama yang berdiri dua orang, haha..
    klo nama saya nggak ada yg nyamain :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kira-kira Nama saya yang agak keren ada yang sama gak
      Mas Wong hehhe kalau nama Mas Wong udah pasti emang
      Keren tapi aslinya saya belum tau tuh asli namay Mas Wong

      Hapus
    2. nama Pak Wong pastinya unik lah ya? saya juga jadi bingung, mau manggil Pak Wong apa Pak Wong Crew..hehe

      Hapus
  7. Ngomongin soal nama terkadang memang unik, dan ta jarang nama pun mempunyai arti dan makna... Tapi nama ku cik awi sayangnya gak ada maknanya mbak piye iki?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha kalau Cik Awi tuh Pak Cik bukan sih Bang? saya takut keliru, maka ambil jalan amannya sajalah, panggil dengan Bang..hehe

      Hapus
  8. Nama saya panjang banget mbak dan mas sekalian. .
    Moses Crhistian Syahputra Nugroho Lubis. .
    saking ribetnya saya lebih senang dipanggil Pudan Lubis( Kagak nyambung dengan nama saya ). .:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah dari mana asal nama Pudan-nya Bang?

      Hapus
  9. kurang ngerti kalau masalah nama, ini nama pemberian kakek saja sampai sekarang belum tau artinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kok ndak nanya ke Kakeknya Mas Abdul? hehe...bisa dipanggil Mas Hasan, Mas Kholik...semuanya wangun...lah kalau nama saya mah biasanya disingkat jadi KK, Mas

      Hapus
  10. marga saya simatupang mba khusna...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. serius nih Mas? ayah zaki sejak kerja di sini juga bermarga itu lho, siang malam tunggu panggilan..hihi

      Hapus
    2. hehehehehehe :D
      #Paling bisa deh

      Hapus
    3. Kang Reo :Marga saya rine

      Hapus

  11. Anak dan istri saya...sy beri tambahan purnomo di belakang namanya...
    Mbak :)
    Jadi makin panjang...hehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. asal bukan purnomosari lho Mas

      Hapus
    2. Purnomo itu bulan purnama ya Pak? Pasti dulu lahirnya pas bulan lagi bulat-bulatnya...

      # heh, sok tau banget

      Pak Zach: ada lagi purnamasari Pak, kayak penyanyi ya...

      Hapus
  12. Balasan
    1. seru karena ada Kak Tika...coba kalau nggak dikomen, pasti nggak seru kak...hehehe

      Hapus
  13. Selamat siang Mbak Khusna Khairunnisa. Sesibuk dan serepot
    Apapun saya akan slalu bersilaturhami menjumpai Sahabat blogging
    Simak artikel nya tentang Arti sebuah nama sangat penting dan
    Berharga buat kita semua. terima kasih sudah share artikel bagus ini Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg komentar ini kyaknya robot ya ... Kok sama terus ya

      Hapus
    2. sebangsa bumble bee pasti

      Hapus
    3. Mas Saud ini kan terlalu rajin menulis, jadi komennya panjang banget...hehe, makash sudah datang Mas Saud

      Bumblebee kan warnanya kuning Pak?
      # lho, apa hubungannya

      Hapus
  14. ALWI...*sepenggal nama murid sy. singkat, padat, gampang diingat :)"

    BalasHapus
    Balasan
    1. apalagi ALI.
      lebih mudah diingat lagi ALI ONCOM

      Hapus
    2. nama anaknya temen saya SARAH, itu doang Mbak...asyik kan? praktis kalau ngisi blagko nggak usah kelamaan.

      kalau Ali Oncom, nanti tampil di koran dong Pak...

      Hapus
  15. wah yang namanya NADY nggak ada ya mbak. padahal kalau orang di beri nama nady kelak besarnya akan ganteng baik hati rajin menabung dan tidak sombong lo mbak.. ckckckckckc.. :D

    itu keren banget deh namanya "Meneger" bisa salah paham nih orang orang yang belum tau hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. pantesan Mas Nady banyak temennya, lha wong baik hati, rajin dan ndak sombong...asal jangan denyut nady ya mas...

      he-he, itu nama salah seorang karyawan yang kerja di pabrik sini mas..

      Hapus
  16. Yang unik di kampung saya Mbak, anak-anak kecil yang lahir di tahun 90 an banyak diberi nama aneh-aneh kayak bintang sinetron latin. trus tahun 2000 an ke atas sudah banyak yang beralih menggunakan minimal 4 kata yang berbau bahasa arab yang kebanyakan mereka justru nggak paham artinya. Padahal, yang islam menggunakan nama-nama para sahabat dan sahabiyah sudah banyak yang bagus apalagi bisa menyerap keteladanan mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iya, nama juga ada tren trennya ya Pak...sama kayak di kampung saya, jaman bapak atau ibu saya nama tuh biasanya 1 kata doang, banyak yang diawali dengan Su, misal Sumarni, Sucipto atau Sudarmanto...jaman saya mulai 2 kata, misal Yusuf Wijaya, Agus Mustafa...nah sebaya Zaki malah namanya unik-unik Pak, misal Tabita Anggelina Hendra, Renata Marsya Amelia...saya njuk jadi mikir, lha besok generasi 15 tahun yang akan datang namanya sepanjang apa ya?

      Hapus
  17. Hahaha.. Jd inget dl waktu nulis nama buat undangan, waktu aku tanya tulisan namanya yg bener gmn pada bingung, akhirnya ditulis Pak Ji Jual Es, Pak Ji Tukang. wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, sama dong Mas, kayak di tempat kami malah ada yang bilang,

      "itu lho, Bu Dwi 79 B"---maksudnya, karena nggak tahu nama panjang beliau, ya sebut aja nomor rumahnya...jadi dijamin nggak bakal keliru

      Hapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya