Only Yesterday

Only Yesterday

Satu lagi film animasi karya Isao Takahata yang berhasil membuat saya klepek-klepek dan sesenggukan saat menontonnya. Film ini membuat saya terbang ke ingatan masa lalu saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar. Tiba-tiba saja bayangan teman saya langsung muncul di pelupuk mata saya. Seorang teman yang dulu jailnya minta ampun, sedikit dekil dan lusuh, namun sangat baik. Jasman namanya. Karena nama uniknya itulah si teman jadi sering kena bully oleh teman-teman yang lain. Namun ternyata usianya tidak panjang. Tahun 2006 dia mengalami kecelakaan di daerah Purwokerto. Kendaraan yang dia naiki bersama rekannya mengalami kecelakaan tunggal dan membentur sebatang pohon. Selamat jalan teman...semoga Alloh memberimu tempat yang luas di sisi-Nya...

Adalah Only Yesterday, sebuah film animasi berlatar belakang tempat kejadian yang dianimasikan persis seperti tempat nyatanya. Only Yesterday atau Omohide Poro Poro (Memories Like Falling Teardrops) merupakan film keenam dari Isao Takahata yang mengangkat kisah seorang gadis berusia 27 tahun bernama Taeko Okajima. Taeko yang berstatus single menghabiskan seluruh hidupnya di Tokyo. Dari mulai lahir, sekolah, kuliah, dan akhirnya bekerja di sebuah perusahaan ternama dengan posisi pentingpun masih saja di kota tersebut. Suatu hari (aduuuh bahasanya dongeng banget ya....) Taeko memutuskan mengambil cuti kerjanya 10 hari untuk berlibur ke Yamagata, tempat tinggal kakak iparnya.


Taeko dalam perjalanan menuju Yamagata

Taeko melaju dengan kereta malam ke Yamagata yang merupakan salah satu distrik di Jepang yang letaknya cukup jauh dari kota. Sebuah pedesaan yang dikelilingi pegunungan nan cantik mempesona. Pelancong banyak berdatangan ke Distrik Yamagata untuk melihat perkebunan safflower, bunga berwarna kuning cerah yang merupakan komoditi utama daerah tersebut.

Selama dalam perjalanan ke Yamagata, Taeko tiba-tiba saja teringat masa-masa dia duduk di bangku kelas V sekolah dasar di tahun 1966. Memori kelas V SD-nya menyeruak tak berkesudahan misalnya saat teman sekelasnya mendapatkan haid untuk yang pertama kali, sampai sampai Taeko sangat ketakutan kalau haid temannya itu akan menular ke dirinya. Kemudian saat dia berteman dengan seorang kakak kelasnya, serta saat dia berkenalan dengan anak laki-laki pindahan dari sekolah lain yang berwajah kusut, tangannya selalu terlihat dekil, bahkan satu yang membuat Taeko kurang suka, si teman baru itu suka banget ngupil....kebayang ndak?

Tiba di Stasiun Takase di Yamagata, Taeko dijemput oleh adik dari kakak iparnya yang bernama Toshio. Toshio menjemputnya dengan membawa mobil kuning tuanya. Perjalanan dari Stasiun Takase menuju desa tujuan Taeko melewati daerah yang sangat indah. Sawah-sawah, ngarai, perbukitan, sungai, jembatan, rumah-rumah khas pedesaan dan terakhir perkebunan safflower.





Takjub dengan keindahan alam Yamagata membuat Taeko tak henti-hentinya melihat ke arah jendela sambil sesekali diselingi obrolan ringan diantara dia dan Toshio. Saya sendiri takjub dengan detailnya Isao menggambarkan Yamagata ke dalam film animasi. Ketiga gambar di atas sengaja saya foto saat saya sedang menonton film. Saking bagusnya....

Selama beberapa hari di desa, Taeko menjalani aktifitas harian layaknya penduduk desa yang lainnya. Memetik bunga safflower, mencuci bunga di sungai, menjemur, bahkan kegiatan dapur seperti masak pun dia jalani. Suatu senja, Taeko membuat adonan es krim. Nenek Tosio yang merupakan nenek dari kakak iparnya menghampirinya. Nenek dengan bahasanya yang melas memohon kepada Taeko agar dia mau menikah dengan Toshio, meninggalkan kota Tokyo dan tinggal bersama mereka di Yamagata. Nenek berucap seperti itu tak lain karena dia sudah terlanjur sayang dengan Taeko. Tentu Taeko sangat terkejut mendengar ucapan tak disangka-sangka itu. Dengan perasaan campur aduk dia mohon izin untuk keluar rumah sebentar.

Di luar, hujan rintik-rintik mulai mengguyur. Taeko masih saja shock dengan ucapan nenek tadi. Dia berjalan menembus gerimis tanpa tujuan. Melewati sebuah jembatan kayu, tiba-tiba kenangan masa kecilnya menyeruak kembali. Kenangan tentang teman dekilnya waktu SD dulu. Teman dekilnya itu tiba-tiba saja hadir di ujung jembatan di hadapan Taeko. Melambaikan tangan dan kemudian berjalan pergi. Punggungnya terlihat bergoyang ke kanan ke kiri mengikuti langkahnya yang menjauh. Lamunan Taeko pudar saat suatu suara mengagetkan telinganya. Toshio. Ya, Toshio. Rupanya Toshio membuntutinya. Tak lama setelah mencoba mengelak pertanyaan Toshio kenapa hujan hujan kok keluar rumah, mereka memutuskan untuk kembali ke rumah.

Keesokan harinnya Taeko memutuskan untuk pulang kembali ke Tokyo dengan naik kereta. Pertanyaan nenek masih belum mampu dia jawab selain menghindar dan seolah-olah bilang "tidak".


Di dalam kereta, bayangan masa kecil Taeko menari-nari di sekelilingnya. Dirinya dan teman-teman kecilnya mulai "membujuk" Taeko untuk kembali ke desa dan mengiyakan permintaan nenek. Apa lagi yang ditunggu Taeko, usianya sudah tepat untuk menikah. Akan sangat menyesal jika Taeko tidak mempedulikan Toshio. Toh selama ini, dia belum pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Ayo, kembalilah Taeko...kembalilah ke desa...

Akhirnya Taeko memutuskan untuk kembali ke desa. Diiringi bayangan memori masa kecilnya...dijemput oleh Toshio yang masih menanti di stasiun kereta sejak keberangkatannya tadi.


They lived happily ever after...THE END

NB: ada foto tambahan nih...seru untuk dibandingkan







Posting Lebih Baru Posting Lama

33 Responses to “Only Yesterday”

  1. dongeng sebelum tidur buat saya.
    zzzz....zzzz....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ternyata sobat blogging @Zachflazz juga suka
      Film animasi yah oke deh saya juga sama Sobat
      Salm kenal dan salam Hormat buat Mbak Khusna
      Dan Sahabat blogging semua. salam persahabatan

      Hapus
    2. Aja kelalen cuci kaki disit kang Zac ... @Karrysta : kalau kang Zach senengnya salam tempel .. he he

      Hapus
    3. dongeng sebelum kerja buat saya

      Hapus
    4. aja klalen mampir nang RITA

      Hapus
    5. dengerin kaya kang zach, sambil nyeleksekin kepala ke ketek KK

      Hapus
    6. Pak Zach tadi malam mimpi apa? mimpi naik kereta ya?

      Mas Saud, Mas Is, Pak Agus, Pak Ci...sana gih, semuanya pada naik tempat tidur masing-masing...dengerin dongeng Pak Zach.

      Hapus
  2. Waww..
    Saya juga suka animasi jepang, hanya kadang tidak bisa meluangkan waktu untuk menontonx :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya suka animasi korea. tuh kang pacul suka bikin di blognya

      Hapus
    2. saya suka animasi dari desa cilembu

      Hapus
    3. saya juga nggak setiap kali bisa meluangkan waktu buat nonton kok Ka Tika, kebanyakan waktu luangnya buat blogging...ups keceplosan

      animasi jepang biasanya digarap dengan halus dan menyentuh hati...apapun alasannya, pokoknya saya suka anime jepang.

      Pak, animasi dari desa Cilembu pasti lebih menggoda dong ya...kenapa, ya karena isinya pasti korslet

      Hapus
  3. Salam Mbak Khusna ijin simak artikel film animasinya yah Mbak?
    Wah saya baru tau tuh film animasi ini Mbak lihat di artikel Mbak Khusna aja
    Deh serasa sama kaya nonton film animasi nya llangsung, soale komplit sekali
    Terima kasih atas artikel dan pengetahuan tentang film animation nya Mbak salam :)

    BalasHapus
  4. Keren2 ya animasinya... negeri kita sbnrnya punya bnyk org kreatif, tapi koq ga keliatan ya hasil2nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. padahal ada juga animasi karya anak negeri lho Bang, contohnya animasi karya Daniya Khalisa

      Hapus
  5. Cerita film animasi Jepang yang ini bila di lihat dari isi artikel tersebut di atas sangat menarik, serasi ikut hanyut dalam suasananya.

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih banyak Pak Indra, sudah meluangkan waktunya

      Hapus
  6. walah kok saya tidak tau ya mbak animasi ini.. apakah tampil di televisi apa tidak ya mbak... hhmm kok saya jadi ngerasa nggak update ya.. ketinggalan nih saya mbak.. hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada di tv berbayar Mas...celestial movie.

      Hapus
  7. semoga mas jasman mendapat ampunan dosanya, dan diterima amal baiknya, itu tandanya mendapat nikmat di alam barzakh dan semoga surga balasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaaamiiiiin.

      tumben kang....udah minum obat ya?

      Hapus
    2. aamiin, makasih Pak Agus

      lha memang Pak Agus juga butuh obat kaya Pak Ci ya? wah saya baru tahu
      # toweeng, kena sambit ubi

      Hapus
  8. cuma baca di manga, blm liat video aslinya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iya betul ada manganya juga...novelnya juga kok...saya malah belum baca tuh

      Hapus
  9. hm, penyuka anime rupanya. kok saya g tau filmnya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, iya Pak Pri, saya suka banget sama anime.

      Hapus
  10. wuaa.. kayaknya layak di tonton ini,,saya ga tau loh mbak ada film animasi kayak gini..
    saya suka animasi tapi hanya tertentu saja,yang saya anggap kira2 keren. Setelah membaca ini,kok ya saya jadi penasaran pengen nonton ya., :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Yuli, siap-siap ember kalau nonton ya...saya jamin sampeyan bakal nangis berurai air mata hehehe

      Hapus
  11. kapan seh..saya punya waktu dan kesempatan nonton ya.....?

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya baca dulu di sini pak Ci, sebelum nonton

      Hapus
  12. Ada donlut nya ga ni mbak ..sy juga suka pilem..

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan cari coba Mas, mungkin ada...

      #tos dulu, sesama penyuka film

      Hapus
  13. Ini salah satu film realistik Studio Ghibli favorit saya, selain Whisper of the Heart, The Wind Rises, From Up on Poppy Hill dan Grave of the Fireflies. Mungkin terkesan kayak nonton drama (tapi nggak lebay kayak sinetron). Yang bikin saya tertarik itu karena unsur nostalgianya dan pengembangan karakternya. Dari kenangan masa lalu, ada yang bisa dipelajari dan hal itu membantu si tokoh utamanya untuk menemukan apa yang dia inginkan dalam hidupnya.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya