Perayaan Bulan K3



K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) adalah mutlak dalam perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur atau industri. Tujuan K3 adalah memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja yang meliputi pekerja itu sendiri, rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen dan orang lain yang terpengaruh kondisi lingkungan kerja.

Tahun ini perayaan bulan K3 di pabrik berlangsung dari tanggal 24 Januari-4 Februari 2014. Hari Ahad, 26 Januari diselenggarakan Occupational Health and Safety Walk atau jalan santai yang ber-start di Lapangan Merdeka Riau Komplek. Walau dekat banget dengan rumah, sekitar 100 m saja namun saya tidak sempat ikut karena pagi itu ada jadwal rutin yang tak bisa saya tinggalkan, yaitu belanja ke pasar. Itupun tak bisa lama-lama karena ayah Zaki sedang on call atau stand by di rumah, sewaktu-waktu ada situasi urgent di pabrik ayah segera meluncur ke te-ka-peh. Jelas, ayah juga tak ikut OHS Walk.

Serangkaian acara yang in shaa Alloh diselenggarakan 10 hari terus-menerus diantaranya upacara pembukaan perayaan bulan K3 2014 yang dibuka oleh kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pelalawan, seminar keselamatan dan kesehatan, Safety Riding, donor darah, pameran alat-alat dan perlengkapan K3, cerdas cermat karyawan, stand up comedy bertema K3, lomba memadamkan kebakaran bagi ibu-ibu komplek, demo penggunaan APAR (Fire Extinguisher), Toolbox Meeting dan masih banyak lagi.

Sosialisasi dan penerapan 5 Dasar K3 menjadi inti pokok acara tersebut. Lima Dasar K3 meliputi:
1. Pahami Tugas/Pekerjaan Anda
2. Cermati Bahaya dan Resiko
3. Nilai Resiko yang Bisa Terjadi
4. Ambil Langkah Pencegahan dan Pengendalian
5. Lakukan Pekerjaan dengan Aman

Harapan terbesar dari perayaan bulan K3 adalah bisa memenuhi goal tahun 2014 zero accident atau tidak terjadi kecelakaan kerja sama sekali. Bila ditilik satu tahun ke belakang, beberapa kali ambulans meraung-raung dari arah pabrik membawa korban-korban kecelakaan kerja, salah satunya tetangga saya yang juga rekan ayahnya, beliau patah kedua kaki di 17 tempat. Hamdalah sekarang sudah mulai pulih dan bisa melangkah, namun belum bisa kembali bekerja. Selain itu juga turut mensukseskan dan mendukung Indonesia Berbudaya K3 2015. Semoga berhasil!!!

kibaran bendera Safety First bersanding dengan Sangsaka Merah Putih di Lapangan Merdeka


Lima Dasar K3


Zaki membaca spanduk

 
OHS Walk belum mulai tuh...







Posting Lebih Baru Posting Lama

58 Responses to “Perayaan Bulan K3”

  1. Pertamax mbak
    hehehe



    Memang dalam bekerja haruslah diutamakan keselamatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. di mana pun Mas, termasuk di jalan saat berkendara

      silakan pertamaxnya diminum, hati-hati keselek...heh heh heh

      Hapus
    2. Keselamatan dalam bekerja, memang harus benar
      Di utamakan Lho koq pertamaxnya bisa di minum yah Mbak hh :D

      Hapus
    3. utamakan keselematan dalam meminum pertamaax

      Hapus
    4. jangan merokok saat meminum pertamaxnya

      Hapus
    5. hehe...katanya Pak Budy mau elpiji saja...mayan buat masak nasi goreng

      Hapus
    6. tata tertib minum pertamax ada juga ya

      Hapus
  2. keselamatan dan kesehatan pekerja, wajib yaa mba. jadi balance dengan hasil kinerja

    BalasHapus
    Balasan
    1. teorinya begitu Mbak Cii, namun entah ada saja yang masih main-main dan selengehan dengan alat-alat safety

      Hapus
  3. kesalamatan adalah hal yang harus diperhatikan dalam bekerja

    BalasHapus
  4. moga cepat sembuh,,,,
    memang bahaya ya mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah membaik kok Mbak Maya.

      karena pabrik terdiri dari 3 bisnis unit, ada kertas yang penuh mesin-mesin besar, pulp yang banyak proses chemical dan power/energy yang berhubungan dengan boiler dan turbin gas untuk menyediakan kebutuha listrik bermega-mega wat...tentunya banyak bahaya di mana-mana Mbak..namun manusia hanya bisa berusaha, selebihnya kita pasrahkan ke Alloh

      Hapus
  5. dan harus enjoy dalm bekerja .... hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. tentu mas, enjoy namun tetap jeli, teliti, konsnentrasi dan tak boleh main-main atau coba-coba...

      Hapus
  6. Simak artikelnya Mbak Khusna tetap semangat dalam berusaha
    Dan semoga cepat di berikan kesembuhan amin

    BalasHapus
  7. Siapapun pasti setuju untuk target zero accident, insya Allah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin Ka Tika, bulan K3 ini sudah jadi bulan Nasional kok Ka, namun masih sedikit perusahaan yang aware

      Hapus
  8. kujungan pertama nih kayaknya mbak...Terus semangat

    BalasHapus
  9. Benar benar menarik artikelnya, dan semoga bermanfaat. salam kenal ya mbak putri

    BalasHapus
  10. Hehehe.. Intinya apa ya mbak.. Wes pokonya keselamatan harus di utamakan dalam menjalankan kerja harus nyaman dah iklas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. intinya perayaan bulan k3 ini untuk merefresh ingatan dan pelatihan bagi karyawan agar semakin aware dengan keselamatan dalam bekerja Mas

      Hapus
  11. setidaknya Mbak Khusna juga concern soal isu ini ya Mbak. padahal adanya di luar rumah dan lebih banyak menjadi urusan karyawan. pasti karena pengin selalu suami tercinta selalu selamat kan? aamiin. saya di sini selalu mendoakan, semoga suami, istri dan putera yang kelak gagah perkasa ini selalu sehat, selamat dan dinaungi barakah Allah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bismillah, aamiin, terima kasih banyak Pak Zach. di manapun bekerja pasti ada resikonya ya Pak. namun di bidang industri ini resikonya memang luar biasa besar, namun kalau tertib dan patuh terhadap rambu keselamatan dan peralatan safety, in shaa Alloh semua berjalan lancar

      Hapus
  12. selamat pagi mbak . . .
    keselamatan memang penting ya, , ,
    memang kecelakaan bisa terjadii kapan saja , ,namun apa salahnya kan sedia payung sebelum banjir . .hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul Mas Ell...semoga keselamatan senantiasa menyertai...

      Hapus
  13. salam kenal..izin nyimak dan izin follow njeh :)

    BalasHapus
  14. setuju sekali...jadi sedih dan teringat kembali, teman saya ada yang meninggal karena perusahannya tidak menerapkan prinsip K3 ini dengan benar...
    perlu ada sanksi juga bagi perusahaan yang lalai dalam hal ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. innalillah...

      sanksinya besar lho Kang WS..ada sepenggal kisah dari seorang kontraktor yang mengalami KK, sedang perusahaan yang mempekerjakan kontraktor itu tak mau menanggung biaya pengobatan, akhirnya dari pihak pabrik dilakukan pendampingan agar perusahaan yang dikontrak pabrik itu mau bertanggung jawab...ancamannya kasus akan dibawa ke Jamsostek

      Hapus
  15. sayangnya 5 dasar K3 itu cuman dihapalkan doang, penerapan serta sarana prasarananya kadang minimal banget...moga azh perusahaan ayah zaki bakalan jadi contoh bagi tempat saya kuli.....ijin kopas dan cetak ah, mo tak kasih kebos biar dia baca ini...;o)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, yg dilapangan yg punya segudang cerita ttg ini...

      Hapus
    2. helmnya harus di pake kan kang ?

      Hapus
    3. target tahun ini Pak Ci...semoga perusahaan Pak Ci lekas menerapkannya.
      (biasanya perusahaan swasta lebih concern di isu ini)

      gudangnya disewakan lho Pak Pri...minat?

      helm yang full face atau yang ciduk Pak?

      Hapus
  16. Kerja tepat, pulang selamat... katanya sih gitu...

    BalasHapus
  17. kalau K3 menurut sayah, itu kereta kelas 3 alias kelas ekonomi, hehehehehe
    semoga ayah e zaki dan ibuke serta zaki sehat selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. owh... jadi kereta kelas 3 ya mas.

      Amiin...

      Hapus
    2. Saya termasuk ke dalam doa ini, h-hii...

      Hapus
    3. aamiin, makasih Pak Agus

      iya deh, saya juga sendiko dawuh aja sama Pak Agus, saya ndak paham perkeretaapian koq----tapi karena kenal Pak Agus, jadi kenal sama Rapih Doho loh hehe

      kelas ekonomi Mas Ks

      iya, saya yang mendoakan untuk bapak e Zaki
      (pasti juga termasuk, kan?)

      Hapus
  18. wah iya ya penting bangets tuh K3, sayang ga bisa ikutan meriahkan acaranya yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. ndak bisa ikut nggak papa, tapi tetep menyaksikan kok Mas

      Hapus
  19. Salut buat perusahaan perusahaan besar yang selalu mengedepankan k3 termasukhal hal terkecil. Upaya ygdilakukan adalah membentuk dan menanamkan sikap perilaku dalam kondisi apapun dan dimanapun berada. Hal yg semacam ini masih sangat rendah dimiliki pekerja di negara berkembang

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga Pak Ies, walau kenyataannya (tahun-tahun sebelumnya) banyak terjadi kasus kecelakaan kerja, terutama bagi karyawan lepas atau kontraktor yang tidak aware dan mengindahkan peraturan. Semoga kedepannya kami berhasil mewujudkan cita-cita zero accident, aamiin

      Hapus
  20. Kampanye K3 ini memang harus terus disosilisasikan dalam berbagai kesempatan. Dengan dukungan media cetak dan sosial media insya Allah masyarakat akan sadar betapa pentingnya k3 ini. Kami di Pontianak Post juga sudah mulai menerapkan standar K3 ini dengan baik, dan Insya Allah akan terus ditingkatkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat Pak Asep, semoga sukses dalam K3 dan semua aman terkendali...senag sekali mendengar berita baik seperti ini.

      Hapus
  21. itu yang masih sulit disini
    boro boro sampe ada even atau insentif buat karyawan yang selalu safety first, manajemennya aja kayaknya ga ngerti apa itu k3, hihihi sakit...
    jadinya kembali ke diri masing-masing untuk jaga keselamatan diri

    BalasHapus
  22. mantab deh buat kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pelalawan.

    ternyata acaranya banyak juga ya mbak KK, pasti seru nih acaranya sampai berjubel seminar keselamatan dan kesehatan, Safety Riding, donor darah, pameran alat-alat dan perlengkapan K3, cerdas cermat karyawan, stand up comedy bertema K3, lomba memadamkan kebakaran bagi ibu-ibu komplek, demo penggunaan APAR (Fire Extinguisher), Toolbox Meeting .

    sepertinya yang paling seru lomba Ibu - ibu komplek memadamkan api hehehe

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya