Lagu Sakit Hati (Tak Jadi Dilanjut)



Sudahlah, mengenai Lagu Sakit Hati semalam saya ikhlaskan, tak jadi saya menuliskannya di sini. Sakit hati bukan untuk dipiara, alangkah baiknya kalau dijadikan pelajaran.

Sebagai gantinya, saya akan menuliskan pengalaman ajaib saya saat perjalanan PP ke kampung. Mendarat di Adisujipto Jogjakarta, tak seperti biasanya. Saat itu rupanya penerbangan kami adalah penerbangan pertama yang mendarat setelah bandara ditutup beberapa hari karena abu vulkanik erupsi Gunung Kelud. Penyambutan yang cukup meriah membuat kami malah terheran-heran. Nggak biasanya kami para penumpang disambut luar biasa seperti itu, pakai foto-foto dan pemberian rangkaian bunga segala.

Sementara pulang kami ke Riau, keadaan justru sebaliknya. Saat itu kabut asap memang tebal banget (sampai detik ini masih begitu). Pesawat kami pun merupakan pesawat yang pertama mendarat pagi itu. Biasanya saat-saat hendak landing merupakan moment yang membuat saya berdecak kagum menyaksikan hamparan daratan tampak menyerupai maket. Tapi kemarin sejak beberapa ribu kaki di atas bumi, adanya cuma asap putih pekat saja. Berpuluh menit diselimuti asap seperti itu, kemudian sekonyong-konyong pesawat sudah hampir menyentuh daratan untuk landing. Apa ya nggak bikin shock???!!! Kirain masih tinggi, jebul tinggal beberapa meter dari landasan. Nah, beberapa jam setelah itu melihat berita di televisi bahwa sekian puluh penerbangan ke Pekanbaru dialihkan ke Batam, Singapura dan Malaysia, saya baru sadar keunikannya. Pesawat yang kami tumpangi tadi merupakan satu-satunya pesawat yang mendarat di Bandara Sutan Syarif Kasim II Pekanbaru hari itu. Selanjutnya tak ada lagi. Bahkan kabarnya bandara masih akan ditutup hingga tanggal 15 Maret besok.

Berkesan banget mempunyai pengalaman menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir di tempat yang berbeda.





Posting Lebih Baru Posting Lama

3 Responses to “Lagu Sakit Hati (Tak Jadi Dilanjut)”

  1. Alhamdulillah bs sampai ke tempat tujuan dg selamat. Mudah2n Allah segera menurunkan pertolongannya dan bencana di sana segera selesai.

    Aamiin.

    BalasHapus
  2. hahh? ada kalungan bunga Mbak? hehe, asyik, kayak petinju Daud Jordan kemaren dong

    BalasHapus
  3. Semoga kabut di Riau segera mereda. semoga perjalanan baik darat maupun udara kembali lancar seperti sedia kala

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya