Lagu Sakit Hati


Sejak Februari saya jadi kelewat sensitif, over sensitif gitu...entah karena perubahan hormon atau kondisi sekitar yang akhir-akhir ini berubah menjadi menyebalkan... Hari ini inshaa Alloh terakhir saya di Jogja, nanti siang kami balik ke Riau tercinta. Acara pulang kampung diam-diam. Bukan maksud saya begitu, karena sejak tahun lalu saya sudah merencanakan pengen mudik dan kopdar dengan Mas Is, namun kenyataan berubah lain. Pulang kampung tahun ini dalam rangka katut (terbawa) suami pelatihan Schneider di UGM bersama teman kantornya. 

Sejak sebelum keberangkatan ke Jogja, suasana hati sudah agak harap-harap cemas karena bandara Adisucipto Jogjakarta ditutup sementara karena abu vulkanik Gunung Kelud, sementara penerbangan di  Bandara Sutan Syarif Kasim II Pekanbaru pun banyak yang ditunda karena kabut asap yang sangat tebal. Maju kena, mundur kena.

Persis saat mobil transport kami datang menjemput malam itu untuk ke bandara Pekanbaru, seorang tamu datang mengetuk pintu bersamaan handphone (yang paling normal, sehat, berkamera dan baru) berdering. Saya sedang melepas mukena usai menjamak shalat Maghrib dan Isya'. Ayah mengangkat telephone yang rupanya dari Bapak yang cuma bilang, "mengko nek boarding ngabari ya Dhon..." sambil membukakan pintu untuk sang tamu dan mobil jemputan pun datang saat itu juga. Dalam waktu sekejap ketiga moment itu usai. Mengangkat telpon, menerima tamu dan menaikkan barang bawaan ke bagasi mobil berbekal selembar kertas cek list untuk menghindari barang yang tertinggal atau kelewatan. Setelah semua siap, kami segera meluncur ke Pekanbaru karena nggak ingin ketinggalan pesawat.

Sampai di bandara kami segera ingin check in, namun rupanya ada pemberitahuan bahwa penerbangan  pesawat kami ditunda hingga pukul 22.00. Ini penundaan ke dua dari yang seharusnya pesawat terbang pukul 10.45 pagi (pemberitahuan beberapa minggu lalu melalui e mail). Sambil berbaring di kursi lobi, kami menunggu. Eh rupanya penerbangan ditunda untuk yang ke tiga hingga pukul 23.40. Jadi deh, kami terbang di jam kuntilanak. Saat hendak mengabari bapak, jeng jeng....rupanya handphone yang hendak di gunakan tak ada di kantong ayah. Celingak celinguk, lucut-melucut jaket dan saku celana, nggak ada. Bongkar tas bunda, tak ada. Yang ada hanya handphone jadul bunda, Nokia 1200. Padahal sudah disetting kami nggak akan bawa kamera pocket, cukup kamera hp saja untuk mendokumentasikan perjalanan kami. Kamera pocket hanya akan merepotkan, bolak-balik ganti baterai, dan menambah banyak barang tentengan. 

"Lha tadi ditaruh mana hp-nya sama ayah?" tanya saya

"Nah, itu masalahnya Yang...ayah lupa, tadi habis ngobrol sama tamunya trus mobilnya dateng".

Saya diam seribu bahasa.

"Analisa ayah, pasti hape-nya tertinggal di meja ruang tamu" lanjut ayah.


#@^&*#@$*&#@.......................


to be continued

(Bismillah, semoga perjalanan nanti lancar....)



Posting Lebih Baru Posting Lama

9 Responses to “Lagu Sakit Hati”

  1. Walau terlambat atau pun ada penundaan penerbangan pesawat mungkin ada hikmah di balik kejadian itu ya Mba. Jadi penasaran mau melihat kelanjutannya. :D

    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga penasara mas, mau nunggu kiriman oleh - olehnya hehehe

      Hapus
  2. Kyknya ini cerita seru nih...

    mangkanya beberapa minggu kok off posting... lg di "tanah air" rupanya...

    BalasHapus
  3. amin,,,, moga lancar mb,,,

    BalasHapus
  4. waw ada yang pulang kampung nih...

    semoga perjalanan dan penerbangannya lancar ya mbak KK, dan mudah - mudahan hp-nya betul ketinggalan di ruang tamu

    BalasHapus
    Balasan
    1. biarlah kalau cuma sakit hati, asal jangan sakit gigi saja hehehe

      Hapus
  5. selamat pagi mbak , , , semoga perjalannnya lancar ya mbak , ,

    BalasHapus
  6. semoga di beri kelancaran ya

    BalasHapus
  7. perjalanan tertunda bukan berarti tidak jadi atau batal
    semoga perjalanannya pergi pulang selamat sampai tujuan

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya