Walk Away (Part 01)

 Walk Away (Part 01)

Sedih ya kalau dengar kata walk away, kesannya kayak mau pergi jauh dan nggak akan balik lagi, atau kalaupun balik, waktunya luwamaaaa gitu. Pengalaman empat tahun lalu terlulang kembali sodara-sodara. Hiks...Pengalaman apa sih bunda, cerita dong cerita...

Dulu ya, dulu empat tahun lalu, tahun 2010 saya dan suami pernah tinggal di Tanjung Jabung Barat, Jambi. Sudah pernah cerita dong, di sana tuh di tengah hutan, yang mana tiap pagi hari yang mbangunin kita bobo bukan alarm jam weker atau kokok ayam jago yang merdu dan nyaring itu, tapi hu hu ha ha....suara sodara jauh kita yang bergelayutan di atas pohon a.k.a mangki alias monyet. Nah, di tempat terpencil nun jauh dari kota itu, saya hepi teman-teman. Why? Hepi karena saya mendapat anugerah luar biasa, yaitu sahabat-sahabat yang baik, senasip seperjuangan sama sama di rantau, dan tentunya mereka sangat perhatian dan pengertian. Bahagia dong. Lagi hangat-hangatnya persahabatan kami, tiba-tiba di bulan Mei 2010, ayah resign dari pabrik tempat dia bekerja lantaran dapat kerjaan baru di Riau. Otomatis lah ya saya juga harus angkat kaki dari negeri Tebing Tinggi, yang mana letak kontrakan kami ada di atas bukit, persis kayak nama kecamatannya. Haru biru. Nangis dleweran air mata berpisah dengan sahabat-sahabat saya. Nah, November tahun ini kejadian serupa terulang lagi.

Ayah resign. Kali ini ayah dapat kerjaan baru di Ogan Komering Ilir, Sumsel. Nggak jauh-jauh amat dari Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau, cuma 16 jam perjalanan darat ajah plus 2 jam naik speedboat menyusuri Sungai Musi. Atau penerbangan Pekanbaru-Jakarta dilanjut Jakarta-Palembang paling 2 jam lebih ditambah waktu transit dan tetep, plus 2 jam berkapal...huwa... Juwauuuh amat mbak yu...(Masih enggak, enggak jauh sama sekali-----itu kata teman-teman saya di sini). Entah apa maksudnya, mungkin ngeyem-yemi hati saya atau apa. Padahal nggak ada hubungannya mau jauh ataupun dekat karena jelas saya sudah divonis nggak akan dia ajak ke site sebelum site-nya lengkap fasilitasnya, titik. Nah loh...ditinggal meneh? Yang jelas saya dan anak-anak pulang ke tanah tumpah darah Jogjakarta. Tinggal berjauhan dengan suami, kali ini nggak sendiri lagi seperti dulu, tapi sudah ada dua krucil yang ganteng-ganteng. Zaki dan Ahsan.

Tepatnya 06 November 2014 ayah mengajukan resign atau berhenti kerja dari Riaupulp. Rupanya proses resign tuh nggak sesimple teriak "I quit!" sambil mbanting tumpukan dokumen kayak yang di film-film sodara-sodara, tapi refot dan ribet minta ampun. Masuknya nggak seribet resign-nya. Aneh. Butuh waktu sebulan untuk mengurus rentetan daftar dokumen dan tanda tangan. Baru tanggal 06 Desember semuanya kelar, dan 08 Desember ayah sudah bekerja di kantor yang baru. Stop....udah lah ya ngomongin ayah, gimana kami. Kami. Iya, bunda dan anak-anak. Nah itu dia. Bunda dan anak-anak masih diizinkan tinggal di Riaukomplek koq. Sampai diusir tanggal 27 Desember nanti. Sebenarnya sih kami masih berhak tinggal di sini hingga Januari tahun depan, tapi ngapain sih lama-lama di sini. So... disambung ya ceritanya...

Nih ada foto kenang-kenangan di depan rumah. Sebagai saksi bisu tempat berteduh kami selama 4 tahun di Riau. Suka maupun duka, menangis maupun ketawa, cemberut maupun sumringah...pernah kami alami di sini. Dan, subhanalloh, Adik Ahsan juga lahir saat kami tinggal di sini.



Posting Lebih Baru Posting Lama

16 Responses to “Walk Away (Part 01)”

  1. Salam malam Mbak Khusna, lagi mengenang masa lalu ya Mbak..
    Semoga masa sekarang lebih bahagia. salam sejahtera Mbak Khusna/sekeluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. masa lalu sudah berlalu Mas Saud

      Hapus
    2. Kang Saud masa lalunya pasti seneng banget. soalnya gagah sih.
      nyambung nggak coba

      Hapus
  2. kenangan yng susah dilupakan mbk ,,,,
    sekali nngol lngsung pose dngn keluarga nih ,,,,hehehe
    tapi mash ada yg kurang loh mbk di fotonya ,,,, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. apa yang kurang Mas Fiu? penampakan sampeyan ya...?

      Hapus
    2. penampakan mas Fiu cukuplah di album2nya Afgan.

      Hapus
    3. iya gak ada penampakan sy eh ,,,,,

      Hapus
  3. lama tidak berkunjung ternyata sudah punya momongan dua. memang ribet ya jadi buruh karyawan. tidak simple jika ingin resign, tugas harus beres dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hamdalah iya Mas DJ...ada temennya, Ahsan sebaya sama Dik Bayu.

      Kalau yang resign kemarin, beuh...kerjaan sudah kelar sih Mas, tapi proses resignnya sendiri yang ruepot. Soalnya data karyawannya kan sampe Malaysia sono, ngurus Jamsosteknya, de el el. Yah, kaya kuwe lah namane buruh Mas...

      Hapus
  4. Hampir dimana2 emang gitu kayaknya mbak ;)
    Buat pengajuan resign Acc nya nunggu sebulan
    wah senengnya bisa balik ke kamp halaman ya mbak :)

    BalasHapus
  5. jadi Mas Berkah sudah kerja di OKI sekarang ya Mbak? iya lahh, Insya Allah di tempat baru akan mendapatkan ketenteraman terbaik dan kesuksesan setiap saat.

    BalasHapus
  6. salam kunjungan bunda Khusna, lama tak berkunjung kemari.
    semoga sehat sekeluarga bun, Amiin

    BalasHapus
  7. sabar bunda....kadang perpisahan itu perlu untuk merevolusi hubungan yang lebih baik. hehehe...yakin dan sabar adalah kuncinya, sedang doa adalah jalan menuju kemenangannya.

    BalasHapus
  8. Wuaaaaaa lama nda mampir di mari mba
    Hehiheiheiheiheie

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya