Walk Away (Part 02)

Walk Away (Part 02)

Sungguh, saya tak mengira, ternyata seperti ini kelanjutan tulisan Walk Away (Part 01). Dua bulan kami menyewa rumah di belakang kantor TVRI Stasiun Riau di Jalan Meranti, Pekanbaru. Menyewa rumah dengan baik-baik, tinggal dengan baik-baik, namun pergi dengan diusir. Shit!!! Saya selalu ingin mengumpat tiap ingat kejadian itu. Istighfar, Nduk... Sakitnya tuh di sini, di dalam hatiku, begitulah kira-kira kalau Cita Citata membaca postingan saya ini.

Cerita dimulai di penghujung Februari 2015. Ketika dua hari kami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena pompa air rusak. Kami selaku  penyewa, wajar dong kalau mengadu ke sang pemilik rumah, minta agar pompa airnya diperbaiki. Secara, saya sama ibu saya nggak tau babar blas mengenai ilmu perpompa airan. Nggak mungkin pula saya minta tolong ke tetangga sebelah karena mereka adalah adik-adik mahasiswa keperawatan, apalagi ke ayah yang sedang di Ogan Komering Ilir. Namun bagai petir menyambar, apa kata pemilik rumah, "Bu, memperbaiki pompa air tuh butuh biaya, indak ado piti do..." (nggak ada uang-red.). Jadi, apa artinya uang sejuta yang saya bayarkan sehari sebelumnya untuk bayar kontrakan bulan Maret nanti? Alangkah baiknya kami, belum juga habis bulan, uang sewa kontrakan untuk bulan berikutnya sudah kami lunasi... Malahan, ibu saya ditunjuk-tunjuk untuk mengambil air di rumah tetangga. Dia berbicara dengan saya dengan mengacung-acungkan jari telunjuknya ke arah ibu saya. Orang ini sudah gila. Pikir saya spontan. Wah, nggak beres betul si pemilik rumah ini, nggak bertanggung jawab. Sekian detik berikutnya terjadilah pertengkaran antara saya dan pemilik rumah. Saya yang ngotot minta tolong agar ada solusi untuk air bersih, dan dia yang ngotot nggak ada biaya untuk memperbaiki dan bermaksud agar saya membayar biaya memperbaiki pompa air, bukan memperbaiki, namun mengganti. Weird, hah? Aneh banget kan, secara yang punya rumah tuh orang berada, orang mampu dan saya yakin dia punya uang yang jumlahnya berkali-kali lipat dari harga pompa air. Dan akhirnya saudara-saudara, saya disuruh keluar dari rumah itu, angkat kaki, hari itu juga. 

Tapi Alloh Maha Baik, hari itu juga dengan dibantu seorang sahabat, saya pindah. Pindah ke rumah sahabat saya itu plus semua perlengkapan dan alat rumah tangga kami. Namun sore harinya, Zaki opname di Rumah Sakit PMC Pekanbaru, karena demam tinggi. Sekeluarga, kami tidur di rumah sakit. Zaki, saya, ibu saya dan Ahsan. Tentu saja saya nggak bisa ninggalin Ahsan di rumah bersama embahnya karena dia ASI eksklusif, kemanapun saya pergi ya ngikut. Sedang Zaki, dia nggak mau kalau nggak ada saya. Yo wis, akhirnya kami "pindah rumah" ke PMC. Satu set kursi tamu dan sofa panjang kamar rumah sakit kami sulap menjadi tempat tidur. Kebetulan sofa panjang itu bisa dibuka sandarannya, dan dibentang menjadi bed. Seminggu Zaki dirawat di PMC namun hari ke 5, Ahsan juga ikut demam. Hari ke 6, saya drop diikuti demam dan sakit kepala. Ibu saya merawat kami bertiga. Ya Alloh, betapa repotnya beliau. Sedang ayah, kondisinya lebih menyiksa lagi, dia merasa sedih luar biasa di sana, namun tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi datang, jelas tidak bisa karena terhalang cuti R3-nya yang baru saja diambil. Hanya doa dan suntikan semangat untuk kami yang tiap hari diucapkan.

Adalah dokter Dahnul Elymbra, Sp A, dokter spesialis anak hafal betul dengan Zaki. Beliau sudah tiga kali merawat Zaki sejak 2013 lalu. Pertama saat demam tinggi di bulan Desember 2013, kemudian flu singapur di Juni 2014, trus kemarin. Beliau juga dokter Ahsan ketika untuk yang pertama kalinya Ahsan melihat dunia. Beliau sempat bertanya beberapa hal ke saya, di mana ayah Zaki, kok nggak pernah nampak, sekarang masih pakai asuransi dari APRIL apa nggak, dan lain-lain. Begitu saya sampaikan bahwa ayah Zaki sudah tidak bekerja lagi di APRIL, reaksinya datar, kemudian menoleh ke Zaki yang terbaring di tempat tidur. "Nggak papa, kita dikasih ujian itu bukan berarti Alloh nggak sayang sama kita, tapi Dia pengen kita jadi manusia yang lebih kuat dan tinggi derajatnya". Kemudian beliau melemparkan senyumnya ke saya dan berpamitan. Beliau menyudahi visite pagi itu dengan menepuk-nepuk kaki Zaki. Tubuh sepuh-nya segera berbalik dan keluar dari ruangan ditemani seorang suster.

Selasa 03 Maret 2015, dokter mengizinkan Zaki pulang. Siang hari suster menelpon saya agar menyelesaikan pembayaran biaya rumah sakit. Saya segera ke lantai bawah ke unit kasa. Tagihan biaya segera saya lunasi. Namun betapa terkejutnya saya ketika semuanya sudah beres, petugas kasa memanggil saya kembali. Dia mengeluarkan uang. Beberapa lembar uang ratusan ribu. Kemudian menyerahkan ke saya sambil berkata "Bu, Dokter Dahnul mengembalikan uang visite selama Zaki dirawat". Subhanalloh, saya sungguh terkejut. Uang sebesar Rp 695.000 dikembalikan ke saya. Alangkah baiknya beliau. Bahkan beliau juga memeriksa Ahsan selama demam kemarin dengan cuma-cuma. Semoga Alloh menghadiahi beliau syurga kelak.

Siang itu juga kami segera pulang ke rumah sahabat saya. Sejak awal Zaki opname sudah direncanakan, akan pulang ke Jogja sesegera mungkin begitu Zaki sehat, supaya tidak merepotkan sahabat saya, orang yang selama ini menaungi kami pasca insiden pengusiran itu. Selasa sore SMS kode booking pesawat saya terima. Ayah memesankan tiket untuk besok pagi. Citilink PKU-JOG, berangkat pukul 07.50 WIB.

Sampai di rumah sahabat saya, tidak ada waktu untuk bersantai. Begitu anak-anak tidur siang, saya dan ibu saya segera berbenah. Membereskan barang-barang kami yang banyak itu. Memilah-milah mana yang akan dikirim lewat ekspedisi, mana yang akan ditinggal, mana yang akan dijual dan mana yang akan masuk bagasi pesawat. Masha Alloh, repot luar biasa, capek luar biasa. Saya nggak kuat dan akhirnya tumbang. Badan demam tinggi dan menggigil. Tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Obat-obatan dari dokter semalam saya minum kemudian tidur. Ibu saya sibuk dengan Zaki dan Ahsan. Barang-barang kami yang memenuhi ruang tamu rumah sahabat saya terbengkelai begitu saja.

Tengah malam setelah suhu badan saya agak turun, 38.5 derajat Celcius, saya paksakan untuk packing. Enam kardus super besar. Sungguh, sampai sekarang saya masih heran, kok saya bisa sekuat itu mengemas barang yang jumlahnya luar biasa banyak, plus membungkusnya dengan karung dan menjahitnya.(Bisa Anda bayangkan berapa banyak barang kami? Ya, kira-kira kalau dikirim melalui ESL Lorena, ongkos kirim dari Pekanbaru -Jogjakarta sebesar Rp 1.400.000,-) Untungnya ada ekspedisi yang lebih murah, hingga kami tak harus membayar sebesar itu, walau selisihnya cuma sekian ripis.

Pagi hari 04 Maret 2015 pukul 06.00 pagi kami sudah siap. Siap untuk segera meluncur ke bandara dan pulang ke Jogja. Namun sahabat saya tak lekas muncul. Rupanya beliau mengantar sekolah putrinya, suaminya mengantarkan si bungsu. Lama kami menunggu dengan perasaan gelisah, terutama saya. Baru pukul 06.40 suaminya datang sambil bilang kalau kendaraan temennya mogok, jadi dia diminta nganter anak temennya juga. Beliau segera memutar mobilnya dan meluncur membawa kami ke bandara. Namun masha Alloh, Jalan Sudirman Pekanbaru kalau pagi macetnya minta ampun. Hati saya semakin gelisah. Detak jantung semakin memburu. Ingat, kami boarding pukul 07.50, paling tidak pukul 06.50 harus sudah check in.

Sampai di bandara, terdengar panggilan terakhir untuk penumpang pesawat Citilink tujuan Jogja. Saya dengan dibantu seorang porter berlari menuju lantai 2 Bandara Sutan Syarif Kasim ll, ke tempat check in. Namun-------------------------- ada tulisan CLOSED di tempat yang semestinya saya chec in. Too late, terlambat. Pintu pesawat sudah ditutup. Tak bisa lagi, saya yang memohon-mohon ke petugas check in pun tak digubris. Lemas. Tubuh saya yang sedang menggendong Ahsan terhuyung terduduk di timbangan bagasi. Banyak calon penumpang yang iba kepada kami. Mereka menolong saya. Ibu saya dengan berkaca-kaca sempat bilang kalau saya dan Ahsan sedang demam. Seorang bapak-bapak segera meletakkan punggung tangannya ke dahi Ahsan dan menyuruh kami ke petugas medis bandara. Namun tak sempat lagi, saya hanya diberi waktu 10 menit untuk mengurus ke bagian ticketing sebelum tiket hangus. Baik banget Citilink, tiket kami tidak hangus sama sekali, hanya saja harus menambah biaya sebesar Rp 1.245.000 untuk 4 orang untuk penerbangan esok hari. Alhamdulillah


to be continued---------



Posting Lebih Baru Posting Lama

121 Responses to “Walk Away (Part 02)”

  1. Wah ditunggu kelanjutannya nih. Penasaran....

    BalasHapus
    Balasan
    1. ikut bpenasaran juga....hihihi

      Hapus
    2. saya apalagi, penasaran kalo kang reo tiba2 muncul begini

      Hapus
    3. Trimakasih trimakasih, mohon sabar menunggu ya Bapak Bapak..

      Kang Reo kalo ketawa hi hi hi kelihatan giginya loh # tapi kaca mata itemnya itu lho..nggak nguati

      Tuh, kan, mbok dicopot kaca matanya, biar ga pada penasaran, leres to Pak Zach?

      Hapus
    4. Kalau copotin kaca mata sudah biasa mba Khusna
      Coba copotin Celana, Waaaaaaaaa saya pakarnya mba

      Hapus
    5. iya nih, leres sampeyan semua

      Hapus
    6. Wah .. lekas lanjutannya mbak ....

      Hapus
    7. ditunggu selanjutnya, jangan lama-lama.

      Hapus
  2. ya ampun mbak ..kisahnya luar biasa sekali ya. Semoga diberikan kekuatan dan kesehatan ya mbak Nis,biar bisa mengurus semuanya..
    Maaf aku ga ngikutin dari awal kisahnya, koq tau-tau udah ngontrak dan diusir pula.. keterlaluan ibu itu. :(

    Apa mbak Nis sekarang sudah di Jogja..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah pastinya ma ay....
      hihihi,sok tau saya

      Hapus
    2. ihh
      sok tau koq bangga
      nih saya sok tau tapi bangga banget

      Hapus
    3. Saya sekarang di Jogja Mbak Ay, untuk sementara aja. Ayah e pindah kerja di Sumsel, sementara ini site-nya belum siap ditinggali keluarga karyawan, nah kalau sudah beres, kami nyusul ke sana

      Soto soto...ayo siapa mau, Kang Reo dan Pak Zach bagi bagi soto gratis nih

      Hapus
    4. pasti kasih sayang-Nya yang telah mampu dilewati dari mulai pompa air hingga citylink ngga hangus, kini sedang dinikmati oleh seluruh keluarga.
      semoga walk away part 2 ini jadi bekal dan jadi jembatan seluruh keluarga untuk meraih kebahagiaan lahir bathin dan kebahagiaan dunia dan akherat kelak...aaaamiiiin.

      Hapus
  3. kok yang punya kontrakan persis di pilem-pilem ya,itungan banget,hari yang malang mbak,semoga tetap diberi ketabahan dan kekuatan dan juga sehat selalu buat keluarganya

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, ikut mendoakan

      Hapus
    2. Aamiin, makasih Mas Rip
      Ngomongin si tuan rumah, nggak ada habisnya Mas, kabarnya baru baru ini (ex) tetangga saya malah disuruh pindah semua karena rumah kontrakan + rumah induk mau dijual.

      Hapus
  4. salut lah mba....
    anda benar2 tangguh dan tawakal,semoga senantiasa diberi kemudahan dalam segala urusan,aamiin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mas Reo, merupakan pelajaran berharga untuk saya, suami dan anak anak. Sekaligus membuat kami senakin percaya bahwa Alloh Maha atas segalanya

      Aamiin, makasih Pak Zach

      Hapus
    2. kang reo juga bener2 tangguh. coba aja liat wajahnya sekarang yang semakin dewasa

      Hapus
  5. kisah yang luar biasa...........
    nyimak terus ah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. buat pomade rambut saya ahh

      Hapus
    2. ada yang ngebales sekalinya :) jadi malu. gimana teh kabarnya zaki?

      Hapus
    3. semoga baik selalu aamiin

      Hapus
  6. semoga selalu diberikan kekuatan dan juga kesehatan,amin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin mas oh. ini manggilnya gimana ya. Mas Andrian aja lah ya...

      Sejuk, seperti pekan lalu saat jalan ke Kaliurang

      Hapus
  7. ya Mbak, saya bisa merasakan yang Mbak KK rasakan. berhadapan dengan pemilik yang killer dan nggak asyik memang menyebalkan. tapi menantang kan, mendewasakan kan? nggak papa. itu bagian dari perjuangan yang harus dihadapi dengan gagah. Tuhan menyertaimu Mbak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he, iya betul Pak Zach. Saya masih beruntung karena cuma diusir. Ex-tetangga yang mahasiswa kedoktwran malah disuruh bayar 2 x dengan alasan uang yg kemarin diterima sama anak pemilik rumah dan uangnya nggak nyampe ke bapaknya... (Mungkin dia akan hidup 1000 tahun lagi, mata duitan gak sembuh sembuh)

      Hapus
    2. hehe, Mbak KK kali ini sangat emotif. bagus, keluarkan Mbak, semuanya. biar nggak mendam di kepala dan di hati

      Hapus
  8. tuh kan, Gusti Allah nggak sare kan? buktinya, ada uang dikembalikan dari pak dokter. ini salahsatu indikasi kalo Tuhan memberi reward atas kesabaran kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Pak, Dia memberi rejeki dg cara-Nya, dan tak pernah disangka sangka

      Hapus
    2. makanya, yuk kita selalu ingat itu dan selalu rajin bersyukur dan bershadaqah

      Hapus
  9. ohh zaki juga baru dari rumah sakit juga to?
    sekarang sehat semua di sana kan?
    semoga selalu sehat dan selamat, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya Rabb, kesehatan dan keselamatan semoga tercurah ut keluarga Bapak juga.

      Demam tinggi disertai muntah yang membuat kami melarikannya ke RS Pak. Saya nggak tega melihat anak saya tergolek di tempat tidur, mengigau ngigau. Akhirnya kami pilih rawat inap saja. Alternatif terbaik ketimbang rawat jalan, karena Zaki susah banget makan dan minum.

      Hapus
    2. ngomong-ngmong sakitnya apa mbak

      Hapus
    3. semoga kita semua dikaruniai kesehatan

      Hapus
  10. citilink pancen nggak senyebelin maskapai lain (ada dua yang saya catet soal tiket hangus ini)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awalnya sudah lemes duluan, membayangkan tiket hangus begitu saja. Tapi setelah dijelaskan mcm2 dan hanya menambah sekian %, rasanya seperti nemu oase di tengah padang pasir...

      Hapus
    2. itu bukan hanya oase Mbak, tapi sumur

      Hapus
  11. Cerita sedih tapi kelak akan menjadi kenangan manis. Hari ini menangis esok akan tertawa jika mengenang atau ingat masa gelisah ini. Hudup memang penuh dengan lika liku....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Liku liku dan naik turun ya mas...
      Anak saya yang sampe sekarang ribut. Kalo ayahnya pulang ke jogja, wanti wanti jangan sampe ayah ketinggalan pesawat

      Hapus
    2. lika liku kang Djangkaru tuh keren
      lha menjangkar bumi, apa nggak keren coba

      Hapus
    3. itu lika liku laki laki nggak laku laku
      sapa coba?

      Hapus
    4. Kalau aku menulis kenangan suram,bisa nangis tapi jika membaca ulang bisa tertawa. Penderitaan yang dulu terjadi ternyata mampu menjadi stamina untuk lebih baik. Woih...bumi dan djangkaru tidak bisa dibolak balik dan terpisahkan.

      Hapus
    5. keren kan bisa menjangkar bumi

      Hapus
    6. plus ganteng bumi nya ? :)

      Hapus
  12. Astaghfirullah mbak, ikut sedih membaca ceritanya...tapi yakinlah Allah selalu memberikan pertolongan kepada hambaNya yang sabar...semoga ada hikmah dibalik rentetan musibah dan kejadian yang menyedihkan ini ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, Insya Allah hikmahnya udah dapet pasti dong

      Hapus
  13. Oooohhhh... lifeeeeee... Sabar, ya, Mbak. Thx for the lesson.

    BalasHapus
  14. terharu mba, hebat, dan sangat tabah.. aku harus nyari Walk Away (Part 01) kisahnya memberi motipasi hidup.. sukron ukhti..

    BalasHapus
  15. teteh gimana kelanjutannya.?

    BalasHapus
  16. citilink baik juga
    coba kalo singa terbang udah hangus itu bu
    ga kaya kalo mereka yang telat sengaja diulur ulur biar ga harus bayar kompensasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, saya pernah ngalamin dihajar pak singa

      Hapus
    2. saya habis di hajar singa

      Hapus
    3. harusnya singa sama macan diadu

      Hapus
    4. kalo di adu pasti jadi kambing

      Hapus
    5. aku nyimak....
      soale ora tau numpak montor mabur

      Hapus
  17. Duakali kemen saya kok hilang ya mbak,
    Pasti setelah kesulitan akan datang kemudahan, itu janji Alloh ya mbak, apalagi mbak khusna ikelihatan sabar sekali, semoga segala masalah cepat terselesaikan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ilang apaan, wong masih disimpen sampeyan gitu koq

      Hapus
  18. Mudah-mudahan bisa sabar. Jadi ingat ayat Alquran:
    “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al Insyirah : 5 – 6)

    BalasHapus
  19. gini Mbak, pelajaran lain yang dapat kita dapet adalah:
    Soal Kontrakan. Kontrakan, berasal dari kata Kontrak, yang berarti perjanjian. So, simpelnya kalo kita mau ngontka atau mengontrakkan, memang harus ada perjanjian. Artinya, di awal harus jelas dan tegas siapa yang bertanggung jawab dalam hal apa. so nanti nggak akan terjadi hal yang tidak clear seperti Njenengan alami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah ini nih yang berjiwa bisnis udah keluar...kalau dilihat komennya berjiwa penceramah juga mas zach ini. salut saya jadi kawan anda sekaligus bangga mas....awas jangan lipat kerah lagi ya

      Hapus
    2. benerin kerah doang bang

      Hapus
  20. Kalau saya belum pernah ngontrak ..., semenjak kerja di Jakarta langsung numpang saudara dan sekarang tinggal di mes heheh...

    semoga saja mbak Khusna dan keluarga selalu diberikan kekuatan dan juga kesehatan....

    Keluarga saya juga beberapa bulan ini di rawat di rumah sakit, silih berganti... sampai sampai saya izin dan bolos kerja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga belum pernah ngontrak
      cuma nginep di rumah sewaan saja koq, pernah itu.

      Hapus
    2. saya loh juga nggak pernah ngontrak tp sering ngekost

      Hapus
    3. kalau gitu kita sama...saya juga gak pernah ngontrak atau ngekost. Alhamduliullah saya masih bayar rumah saya tiap tahunnya...heeee

      Hapus
    4. silahkan bobo mas.. moga mimpi yang indah ya...

      Hapus
  21. di mana-mana sedang musim cerita bersambung rupanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau tempat saya sekarang lagi musim layangan mas

      Hapus
    2. di saya masih musim akik kang. nambah sedang rame yang asah batu akik sekarang

      Hapus
    3. mending batu gosok saya buat mandi deh

      Hapus
    4. saya gak ketularan dengan batu akik mas, tetep keukeuh ngeblog hehehe

      Hapus
  22. Orang baik pasti selalu ada yang menolong... buat yang punya kontrakan, janganlah hanya memikirkan pendapatan dari hasil penyewaan tempat, tapi harus selalu merawat fasilitasnya juga... mbanya enak ya setiap mengalami masalah pasti langsung dapat solusinya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. solusi itu s elalu berjalan lurus dengan pemikiran. dan itu adalah petunjuk dari Allah SWT

      Hapus
  23. hem satu cobaan hidup yg cukup berat.tetep sabar yambak,pasti semua itu ada hikmahnya.amiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. yakin dan kuatkan iman untuk menjalni...pasti berhasil

      Hapus
  24. o jadi ini toh padepokannya mbak KK.
    sungkem dari saya yambak

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga ikutan salam damai ya mbak

      Hapus
    2. ini kasusnya Yuddy Krisnandi ke Puan terjadi deh

      Hapus
  25. tuh tuan rumah kayaknya ngeyel banget dan gak mau tau kebutuhan orang yang nyewa rumah dia...mang kampret....
    maaf jadi emosi saya bacanya mbak....
    masalah zaki yang sakit, semoga aja cepat sembuh dan bisa tersenyum kembali bersama kebahagiaan keluarga yang indah dari senyum tersebut. semua pasti ada hikmahnya dan sabar itu akan membuat kita semua berhasil dalam menjalani semua cobaan dari Allah SWT. kita orang yang kuat mbak, dan kita harus menjalani itu semua untuk sampai pada hakikat kehidupan yang kita jalani. semoga sukses. keep spirits and do the best.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mang kampret kan cowoq to bang

      Hapus
    2. Lagi butuh duit untuk beli pulsa internet biar bisa ngeblog kale ? :)

      Hapus
  26. Yang sabar ya mbak jadikan semua itu ladang pahala bagi embak.....

    Salam kenal By Aktivis AdSense

    BalasHapus
    Balasan
    1. sejuk banget. tapi tulisan "embak" jadi aneh ya

      Hapus
  27. Mbak KK sekarang udah pindah permanen ke Yogya?

    BalasHapus
  28. Tetep sabar ya mba, pasti semua itu ada hikmahnya.amiin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. asik kedai gold G semoga laris

      Hapus
  29. semoga selalu diberi kesabaran, Mbak

    BalasHapus
  30. Innamaal usri yusraa... Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, Uni...

    BalasHapus
  31. saya baca kisahnya sampai merinding mbak, Kalau saya yang mengalami mungkin sudah ndak sanggup mbak hehe

    BalasHapus
  32. kebayang jahatnya orang yang punya kontrakan,beneran jahat banget. Semoga dijauhkan dari orang2 seperti itu aamiin....
    suer mbk,aku deg2an,ngos2an baca ini hehehe...kebayang riwehnya,bener2 cobaan ya mbk...alhamdulillah ada aja jalannya. ayo mbk dilanjut,penasaran hehehe
    salam kenal^^

    BalasHapus
  33. Pelajaran yg sgt berguna, bagi saya juga teman2,

    Nambah sharing dikit boleh yaaa : Agar tdk ketinggalan pesawat, perhitungkan waktu scr detail : hari biasa or weekend/holiday, dari rumah-bandara, kemacetan di jalan, antrian kendaraan menuju pintu bandara, antrian cek bagasi, antrian check in, antrian tax, boarding, PLUS extra : over weight bagasi, wrapping koper, toilet, pemeriksaan ibu hamil (jika hamil), cek karantina flora,fauna (jika membawa). Pengalaman saya (aman) sblm boarding : 1,5 jam sdh di antrian check in (domestik), 2 jam (luar negri).

    Allah tahu betul kekuatan hamba ciptaanNya. Alhamdulilah... mba Khusna mjd orag yg terpilih utk mdptkan penghargaan dari Yang Maha Kuasa stlh lulus menempuh ujian yg cukup berat. Salute :)

    BalasHapus
  34. ya ampun kisah yang bener2 luar biasa yah, saya sampe berkaca kaca bacanya, tetap sabar dan ikhlas ya, sekrang tinggal di jogja apa gimana ya

    BalasHapus
  35. cobaan hidup yang cukup berat.
    ambil hikmahnya aja ya mba :)

    BalasHapus



  36. assalamualaikum wr, wb.MBAH saya:PAK,DEDHY dan SEKELUARGA mengucapkan banyak2
    terimakasih kepada MBAH GUNTUR atas angka togel yang di
    berikan "4D" alhamdulillah ternyata itu benar2 jebol dan berkat
    bantuan MBAH GUNTUR saya bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya yang
    ada di BANK dan bukan hanya itu MBAH alhamdulillah sekarang saya
    sudah bisa bermodal sedikit untuk mencukupi kebutuhan keluarga saya
    sehari2. itu semua berkat bantuan MBAH GUNTUR sekali lagi makasih banyak
    yah MBAH… yang ingin merubah nasib seperti saya hubungi MBAH GUNTUR di
    nomor: (((_0853_2827_2384_)))

    dijamin 100% jebol saya sudah buktikan...sendiri....







    Apakah anda termasuk dalam kategori di bawah ini !!!!


    1"Dikejar-kejar hutang

    2"Selaluh kalah dalam bermain togel

    3"Barang berharga anda udah habis terjual Buat judi togel


    4"Anda udah kemana-mana tapi tidak menghasilkan solusi yg tepat


    5"Udah banyak Dukun togel yang kamu tempati minta angka jitunya
    tapi tidak ada satupun yang berhasil..







    Solusi yang tepat jangan anda putus aza....MBAH GUNTUR akan membantu
    anda semua dengan Angka ritwal/GHOIB:
    butuh angka togel 2D_3D_4D SGP / HKG / MALAYSIA / TOTO MAGNUM / dijamin 100% jebol
    Apabila ada waktu
    silahkan Hub: MBAH GUNTUR DI NO: (((_+62853_2827_2384_)))



    angka GHOIB: singapur 2D/3D/4D/



    angka GHOIB: hongkong 2D/3D/4D/



    angka GHOIB; malaysia



    angka GHOIB; toto magnum 4D/5D/6D/



    angka GHOIB; laos



    ATAU KLIK http://ramalantoto6d.blogspot.com ...!!!






    BalasHapus
  37. Masalah air memang vital bgt, dulu pernah mengalami hal serupa tapi tidak sampai diusir.
    Semoga dengan ujian yang bertubi-tubi semakin mengokohkan kekuatan iman, selebihnya menjadi insan pilihan yang senantiasa bersabar, berdoa dan memohon lindungan-Nya. Salam!

    BalasHapus
  38. selamat bersiap2 bulan ramadhan..

    BalasHapus
  39. semoga mendapat ganti yang lebih baik . amin

    BalasHapus
  40. Cerita awalnya menyedihkan sekali. yg sabar ya mba

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya