Here, Another Desperate Housewife

Here, Another Desperate Housewife

Percayakah Anda bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah profesi paling penting, utama dan paling mengagumkan di dunia. Betapa tidak. Ibu rumah tangga bekerja 24 jam dalam seminggu, full sebulan dalam setahun. Sepanjang hayat. Tidak ada libur ataupun cuti. Bahkan di tanggal merah ataupun hari besar keagamaanpun. Andai pakai mesin absen, pasti sudah jebol, ada karyawan sekali finger in kok nggak out out. Gimana ngitung bonus dan lemburnya...ha ha ha. Sudahlah. Tak mungkin membahas gaji ibu rumah tangga pake hitungan modern karena jawabannya pasti impossible. Seorang superintenden atau PIC sekalipun bukan apa-apanya dalam totalitas dan loyalitas kerjanya dibanding seorang ibu rumah tangga.

Anehnya, profesi yang satu ini lebih sering dicibir, diremehkan dan dipandang sebelah mata. Bahkan seorang ibu rumah tangga sendiri ada yang malu mengakuinya. Sadis ya.

Segala kerempongan khas ibu-ibu pun saya alami juga. Tapi agak berbeda dari kebanyakan tetangga dan teman-teman di lingkungan saya. Without him. Tanpa sang suami yang selalu dekat di sisi. Sang ayah sibuk mendulang bubur kertas di pulau seberang. Kadang terbayang, ah andai ayah ada di rumah. Alangkah enaknya bunda. Ada yang bantuin bunda, walau hanya sekedar mbetulin suwelan lendang (kain gendong) yang amburadul terpelintir-pelintir bersama kerudung. Yang sumpah, saya selalu senewen tiap memakai kain gendong trus ujungnya tergulung jadi satu sama kerudung. Lilitan kenceng enggak, si bayi malah merosot.
* skip ajah, para bapak mungkin belum paham ya...?

Pagi buta ibu-ibu sudah asyik menyiapkan sarapan pagi. Di kala anggota keluarga lain masih lelap, sebelum subuh, emak-emak sudah bercumbu dengan kompor dan pisau dapur, mengejar waktu agar pukul 06.00 nanti sarapan pagi untuk anggota keluarga siap. Terutama untuk si buah hati yang hendak sekolah.

Acara silih berganti tiada henti, dari nyiapin seragam, mandiin anak-anak, ngantar sekolah, nyuci baju, beberes rumah, setrika daaan masih banyak lagi. Yang punya beibi, tentu nggak bisa leluasa ngerjakan semua kegiatan rumah tangga. Apalagi kalau si kecil sudah pandai merangkak...tiap detik yang dilalui adalah siaga. Siap dan menjaga. Jangan sampai lengah, kadang ditinggal kedip aja, si kecil tau-tau udah ngilang. Emaknya di mana, bayinya di mana... Makanya, emak-emak harus menjadi emak yang cerdas dalam menyiasati segala kesibukannya. Terutama dalam menjaga kesehatannya. Jangan karena terlampau asyik dengan tugasnya, badan nggak diperhatikan, dan akhirnya tumbang. Kalo emak-emak sakit....seisi rumah lumpuh, mbakyu. Yang rugi siapa hayo...? Semuanya, termasuk anak-anak yang jadi terlantar alias kapiran. And woila, saya lebih rela blog ini kapiran...

Happy blogging! Jaga kesehatan ! Selamat menunaikan ibadah puasa...



Posting Lebih Baru Posting Lama

11 Responses to “Here, Another Desperate Housewife”

  1. Percaya banget, bu...
    Segala macam diurus dan ga ada bekasnya. Baru beres beres udah diberantakin anak nak lagi. Baru mandi biar wangi, eh dibikin keringetan bau acem lagi. Pokoknya ibu rumah tangga itu tiada lawan lah...

    BalasHapus
  2. bener juga ya dipikir seorang ibu tak ada habisnya kerjaannya

    BalasHapus
  3. makanya kalau belum siap ngurus RT jangan dulu kawin dech hehehe...

    BalasHapus
  4. belum lagi kalau bapaknya lagi nakal ya mbak, hehe....
    maaf pakai anonim karena hp ketinggalan

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngurus anak dan ngurus bapaknya ya......

      tapi bikin bingung loh ... anonim itu cewek apa cowok hihi

      Hapus
  5. betul sekali bu... jadi ibu rumah tangga itu super banyak kerjaannya .....

    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1436 H.
    TAQABBAL ALLAHU MINNA WA'MINKUM

    BalasHapus
  6. jadi pantaslah kalau syurga di bawah kaki ibu

    BalasHapus
  7. sekedar membalasjasa dengan jadi anak soleh/solehah dah terobati kok...

    BalasHapus
  8. Alhamdulillaah.. bisa berkunjung kembali ke blog mbak Khusna. Betul mbak,kalo dihitung dengan alat canggih secanggih canggihnya juga ga akan bisa mbahas gaji ibu rumah tangga itu,hihihi
    Saya juga sudah lama rehat dri ngeblog,alasan yg klasik gitu lah mbak,,sepertinua ibu rumah tangga dengan anak kecil memiliki masalah yg sama ya :D
    Salam untuk mas zaki dan adeknya :*

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya