Hidup Sebulan Bersama Google Maps

Agustus 2016. Hampir setahun yang lalu. Tepat di hari pertama bulan Agustus, tengah hari, Zasan Family menginjakkan kaki di Purwakarta, Jawa Barat.

Taxi yang kami kendarai berhenti tepat di sebuah bangunan bergaya modern dengan pagar tinggi menutup hampir semua bagian halamannya. Apa? Wait...taxi bunda bilang? Bukankah di Purwakarta belum ada taxi? Ada dong, yang ini taxi dari Bandara Soekarno Hatta. Bandara tujuan setelah melewati penerbangan hampir 1,5 jam dari Pekanbaru, Riau. Demi kenyamanan buah hati, kami memilih taxi sebagai alat transportasi yang membawa kami meluncur dari Cengkareng ke Purwakarta. Waktu tempuh plus macet kurang lebih 3 jam. Saya pikir, naik taxi dengan jarak tempuh setara Pekanbaru-Bengkalis biayanya sama, yaitu Rp 500.000;-an, eh ternyata meleset. Tarif taxinya gile bener. Rp 1.400.000,- vroh. Sejuta empat ratus...

Tempat tujuan pertama kami adalah kediaman Mas Joko, saudara suami saya. Termasuk saudara jauh, karena seumur-umur kami baru pertama kali bertemu beliau. Bahkan beliau pun nggak kenal kami sebelumnya. Dan kami pun tak menyangka punya saudara yang tinggal di Purwakarta. Beristirahat sebentar, melepas lelah dan penat karena perjalanan yang terbilang panjang dari Duri, Riau.

Sehari tinggal di kediaman Mas Joko, kami harus memulai kehidupan baru di kota yang baru. Tempat tinggal yang tak terduga sebelumnya. Berkat bantuan teknologi, semuanya jadi terlihat mudah dan simple. Cari rumah kontrakan, via OLX, bisa dibooking jauh hari saat masih di kota sebelumnya.

Rumah sudah dapat. Kendaraan dan perlengkapan yang kami kirim dari Riau juga sudah datang. Kirim via Pos. Apa lagi yang ditunggu, tinggal action saja.

Satu minggu cukup untuk beradaptasi, karena tanggal 8 Agustus 2016, suami saya harus sudah bertugas di kantornya yang baru. Mengisi rumah, mencari sekolah buat Zaki dan survey tempat-tempat yang mendukung kehidupan kami selanjutnya, seperti warung, toserba, rumah makan, klinik dll.

Sebegitu simplenya pindah rumah ya. Hahahaha, sudah expert kali, sudah 5 kali pindah rumah sih...

Sebenarnya tidak sesederhana itu. Sebagai warga yang blank nggak tau apa-apa tentang kota tempat tinggalnya, kami mengalami banyak kendala. Misal nih ya, mau beli sapu untuk membersihkan rumah yang baru pertama kali kita injakkan kaki... Nah loh, belinya di mana? Nggak tau kanan kiri, belum kenal siapa-siapa. Google Maps....

Percaya atau tidak, selama sebulan pertama di Purwakarta, kami tak bisa pisah dari internet. Terutama Google Maps. Beli sapu aja Googling, beli beras Googling, bali kompor Googling, beli alat masak Googling, beli perabot rumah tangga Googling. Kami harus bekerja cepat, karena minggu depan ayah Zaki sudah mulai bertugas. Bahkan nyari sekolah buat Mas Zaki, hanya dalam 4 jam termasuk daftar dan menyelesaikan administrasi. Seolah-olah waktu mengejar kami dengan begitu cepatnya.

Seperti mimpi. Semalam masih dengar tetangga berbicara dengan bahasa melayu, bangun tidur sudah mendengar orang berbahasa sunda. Butuh koneksi otak yang tokcer, nutrisi yang mencukupi untuk segera sadar bahwa kita sudah tidak di Duri, Riau lagi, tapi di Purwakarta Istimewa.




Posting Lebih Baru Posting Lama

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya