Sesekali Ngomongin Cinta, Biar Berasa Lebih Muda


 





Ada seorang sahabat di Facebook, yang saya kenal baik. Beliau tinggal di Jogjakarta. Usianya sudah tak muda lagi, sudah separuh baya. Saya suka sekali dengan status-status beliau, yang kebanyakan bercerita tentang kehidupan sehari-hari, sosial masyarakat, kebudayaan, tentang teman-teman beliau yang NB tinggal di luar negeri dan saudara-saudara bule beliau. Saya biasa memanggilnya dengan De Mart. De kependekan dari Pakde.



Satu atau dua hari ini beliau membuat tulisan yang betul.... sungguh menyentuh hati saya. Bahkan sesekali saya menitikkan air mata, hanyut dalam kalimat-kalimat beliau. *di sinilah, saya percaya, bahwa kalimat yang dirangkai, menunjukkan jati diri penulisnya.


 
Penasaran banget seperti apa tulisan beliau? Nih, simak ya...



30 April 2017, pukul 20.32 WIB


WAKTU MUNGKIN MERUBAHMU, MERUBAH SEMUANYA...
...tapi yang di dalam ini belum berubah sampai detik ini... 
Tatapan dan senyumanmu saat menginjakkan kaki, masih ada di pelupuk mata... Tahun-tahun berlalu masih serasa kemarin pagi, ketika kita masih disibukkan dengan debar-debar dan gejolak rasa yang membuncah di dada...24 jam tak akan cukup bagi kita untuk tidak saling memkirkan. Setiap menitnya jari-jemari selalu sibuk di atas keypad ponsel, agar kehadiran kita selalu "terwakili" satu sama lain...agar tanya senantiasa terjawab:
"Sedang apa kau di sana...?"
tak sedetikpun kita saling melepaskan.
Meski jarak ratusan kilometer, kita saling tahu di mana dan apa yang sedang kita kerjakan....!! Kini, ke mana perginya semua riak-riak kecil itu...aku juga tak tahu. Namun gelora itu belum reda...lautan kesunyian ini masih menyimpan gelombang yang maha dahsyat...mengumpulkan tenaga untuk membangkitkan tsunami!!!



1 Mei 2017, pagi buta.


Kalau kamu berharap ingin cepat mendapatkan jawaban atau balasan, itu bukan cinta. Tapi hanya sebatas keinginan untuk memiliki. At least, cinta yang di sini bukan seperti itu. 

Rasa itu tumbuh dengan sendirinya, bahkan kita tak bisa mencegah dan membunuhnya....!!

Disakiti, diinjek-injek, dibanting-banting. Bahkan dijadikan seperti ayam geprek, dia masih selalu ada di sana.... Hingga bertahun-tahun kemudian, entah sampai kapan...



Kamu percaya dengan kata-kata De Mart di atas? Iya, saya percaya.


*eh, itu buket bunganya handmade loh ...



Posting Lebih Baru Posting Lama

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Follower

About Me

Foto saya

Crafter ala ala yang sok istimewa dan sok bisa segalanya